Bunuh Diri Bukanlah Suatu Pilihan, Kecuali Bagi Orang-orang yang ... ??

Bunuh diri merupakan suatu tindakan yang seringkali dilakukan orang tertentu untuk menyelesaikan masalahnya. Seperti kasus baru-baru ini terjadi, yang menimpa manajer JKT 48 yaitu Inao Jiro (48 th) tewas gantung diri di rumahnya di Pondok Aren, Tangerang Selatan. 
Dan penyebabnya disinyalir adalah karena beban pekerjaan yang terlalu berat.

Beban yang terlalu berat inilah yang membuat seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, dengan harapan agar mereka bisa terbebas dari masalah pekerjaan, rumah tangga, ekonomi, dll.

Ingat artis Marlyn Monroe? 
Artis yang banyak dipuja-puji karena kecantikannya ini ditemukan tewas pada tahun 1962 akibat over dosis menelan pil tidur dalam usia 36 tahun, dan kematiannya akibat bunuh diri masih menggema sampai sekarang.

Menurut para ahli ada beberapa penyebab dan tanda-tanda orang yang bunuh diri ini. Antara lain karena depresi, penyakit psikologis, dan adanya gangguan kejiwaan.

Sedangkan menurut ahli dadakan dalam soal bunuh diri (dalam hal ini saya), bunuh diri terdiri dari dua kata. Bunuh dan diri. Jadi bunuh diri artinya membunuh diri sendiri. 
Padahal jika dipikirkan lagi, diri sendiri itu sebenarnya tidak punya salah apa-apa. Jika ada yang harus disalahkan, yang salah itu adalah masalahnya. 
Jadi sebenarnya yang lebih layak dibunuh adalah masalah. Bukan dirinya. 
(lagian sih dikasih istilah bunuh diri, kan orang jadi kepikiran, kenapa gak yang positif aja ya istilahnya. Wkwkwk  jadi 'esomi' niih...)
Kenapa kata bunuh diri tidak kita ubah saja menjadi bunuh masalah ya?

Tapi saya pribadi bingung sama orang yang melakukan bunuh diri ini. 
Apakah sudah sekalut itukah pikiran mereka, sehingga mereka sudah tidak berfikir apa-apa lagi? 
Kalo sudah tidak kepikiran dosa setidaknya memikirkan bagaimana masa depan keluarganya nanti, anak-anaknya, teman-teman, dan fikiran orang-orang tentangnya, paling tidak sebelum mati mereka memikirkan sesuatu dulu gitu, takut 'kek' liat pisau, tembakan, tali tambang, atau takutlah lihat ketinggian.

Kalo tidak merasa takut juga, ya sudah silakan saja diteruskan kegiatan membunuhnya. Wong yang dibunuh juga diri sendiri kok. 
Peduli amat dengan orang lain.
Peduli amat dengan suami atau isteri yang menangis sedih dan nelangsa di hari-hari depan mereka.
Peduli amat dengan anak-anak yang akan menjadi yatim/piatu dan akan menanggung semua resiko perbuatan itu, seumur hidup mereka.
Peduli amat dengan orang tua, keluarga, dan teman-teman.
yang dia pikirkan cuma diri sendiri....
aku, aku, dan aku sudah terbebas dari masalah. Habis. Titik.

Padahal masalah baru sudah menunggu orang-orang yang telah 'membunuh hak untuk hidup dirinya sendiri' di akherat nanti (bunuh diri merupakan hal yang sangat terlarang dalam agama).

"Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah"
(QS. Annisa 29-30)

Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan diadzab dengan itu di hari kiamat" 
(HR. Bukhori nomor 6105, Muslim nomor 110)   

Akhir kisah hidup yang tragis bagi manusia. 
Alih-alih berdoa supaya husnul khatimah, tetapi malah dikenang dengan penuh 'kengerian' oleh orang lain, sudah begitu meninggalkan 'warisan' bagi orang-orang yang mencintainya seumur hidup mereka. 
Naudzubillahi min dzalik.



Semoga Allah memberi kita hidayah, kesabaran dan kekuatan dalam mengatasi segala permasalahan dalam hidup kita, sampai ajal menjemput nanti. Aamiin...YRA...









1 komentar:

  1. Amiin YRA... (Semoga Allah memberi kita hidayah, kesabaran dan kekuatan dalam mengatasi segala permasalahan dalam hidup kita, sampai ajal menjemput nanti. Aamiin...YRA...)

    BalasHapus