SEKOLAH TUA

Aku tiba di sekolah tua...
Bangunannya tak ikut renta,
Tetap agung seperti saat pertama ikut upacara,
Lapangan basketnya masih lebar,
Jumlah ringnya lebih dari dua,
Bel sekolah juga tetap nyaring,
Saat fajar menyingsing, dan kala senja memicing.

Aku tiba di sekolah tua...
Gurunya cuma berdua, Pak Lapar dan Bu Dahaga,
Kepala sekolahnya belum berganti, Pak Iman,
terkadang ada di ruangan tapi sulit ditemui,
Preman di pintu gerbang juga masih membuat resah, Bang Nafsu,
Sering memaksa bolos sekolah atau sekadar menguras uang saku

Aku tiba di sekolah tua...
Kurikulumnya hanya sampai hilal kembali tersenyum simpul,
Belajarnya juga tergantung ingin hadiah yang mana,
Sepuluh hari sebelum kelulusan diadakan pesta,
Malamnya bersulang air wudu,
Dilanjut bergerak gemulai di atas rukun sembahyang,
Lalu berdendang tenang irama tilawah dan zikir,
Semalam suntuk tak boleh pulang,
Murid yang beruntung, dapat voucer belanja sesukanya,
beli satu dapat seribu

Aku pulang dari sekolah tua...
Disambut ramai api penggoda,
kembali mengajak hura-hura setelah keluar penjara,
Agar saat kurir online mengantar ijazah takwa,
Rumah kosong tak ada yang menerima,
Kemudian mengirim pesan singkat lewat ponsel:
Paket silakan diambil langsung ke sekolah tua,
Nanti ketika tahun ajaran baru dibuka,
Dengan syarat, usia mau mengantar ke sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar