Postingan

Menampilkan postingan dengan label review film

John Wick Parabellum: Ketika Assassin Berpencak Silat

Gambar
Assassin. Beberapa orang memaknainya sebagai tentara bayaran. Orang lain memaknainya sebagai pengikut Bani Hassan (Hassassin). Ada juga yang berspekulasi mengartikannya sebagai penghirup hashish (hashishiyn). Ini juga harus dibedakan dengan istilah “shisha”, pipa uap air beraroma permen karet, stroberi dan lain-lain. Tapi entah kenapa istilah assassin lebih populer di dunia video game, contohnya Assassin Creed, dimana tokohnya adalah seorang pangeran dari Persia. Dan sebagainya, dan sebagainya, tergantung dari mana sumber referensi kita. Nah di sini kita akan membahas seorang mantan assassin (tokoh fiksi tentunya) yang diserbu koleganya sesama assasin dari penjuru dunia demi hadiah USD 14 juta dollar. Manusia malang ini bernama John Wick.  Bercerita tentang film, sebenarnya saya ragu bila tulisan ini bisa menjadi review yang baik atau malah menjadi spoiler. Sebab, kalau hanya berkata bagus tanpa spesifik menunjukkan bagusnya di mana, lantas apa bedanya tulisan ini de...

Review: Cloud Atlas

Gambar
Seberapa lama umumnya kita betah menonton satu film sampai selesai? Umumnya film dibuat tidak lebih dari 2 jam karena setelah itu kita sudah merasa jenuh ingin beranjak ke hal yang lain. Apabila ada film yang dibuat lebih lama dari waktu tersebut, ada beberapa kemungkinannya: editornya galau tidak tahu harus memotong adegan yang mana, ceritanya sudah padat dan tidak bisa dikurangi lagi, filmnya sangat menarik sampai pembuatnya yakin bahwa orang akan menontonnya sampai selesai meski panjang. Saya rasa kemungkinan yang terakhir inilah yang terjadi dengan film Cloud Atlas yang dibuat oleh Wachowski bersaudara. Panjangnya tidak kurang dari 171 menit atau hampir 3 jam. Ini adalah film yang berkisah mengenai 6 cerita berbeda yang terjadi pada era yang berbeda di lokasi-lokasi yang berbeda sepanjang kurun waktu 500 tahun, yaitu 1849 (Pacific Island), 1936 (Cambridge, Edinburgh), 1972 (San Francisco), 2012 (London), 2144 (New Seoul), dan Big Isle (2321). Sejujurnya sampai deng...

Film Review: John Wick

Gambar
John Wick (image: Wikipedia) I don't like violence. So is the same with choices of movie. Unless there is Keanu Reeves in it. Or, Iko Uwais ... but let's save the latter name for another review. We cannot compare silat with kungfu (or gun-fu in this matter). Besides, that is not the violence which attracts me to watch John Wick. It is Keanu (and let's hope my husband does not read this writing). Pun intended, of course. I am romantic at heart. So, for me everything has to has a cause. Letting things go by without a good cause is painful. Any good cause keeps the world go around. It keeps us alive ... to live in hope, despite all the darkness. To tell us, "Every cloud has as silver lining". So, what is the cause of John Wick? It is about a second chance ... to have a life, to feel love, and being loved too. The film tells a story with economy on words. There are not much dialogues to remember. But once they happen, it is quotable quote worthy. Wat...