Postingan

Menampilkan postingan dengan label Handoyo

Secangkir Kopi Pahit

Pagi cerah indah berseri Siapkan sarapan pagi sendiri Secangkir penuh kopi pahit Ditemani tahu dan cabe rawit Pedas terasa menambah gairah Membuat pagi semakin cerah Kopi pahit penawar rasa Siap dihirup nikmat tak terkira Mendadak badan menjadi lemas Mulut semakin terasa panas Kopi pahit tak dapat dirasa Tersadar kini bulan puasa Selamat tinggal kopi pahit tersayang...

Ramadhan

Wah, sebentar lagi Ramadhan tiba nih! Ada yang kangen? Rindu suasananya? Atau jatuh cinta dengannya? Yuk kita simak kisah kisah Ramadhan dari pegawai di lingkungan DJA. Bukan hanya bikin tambah kangen Ramadhan, tapi juga kangen ibadah tarawih dan keluarga di kampung halaman. Check these out  ! 😉😉😉 ***************************** Handojo, Direktorat PAPBN Terkenang aku pada Romadhon masa kecilku. Teh manis hangat dan kolak pisang buatan Ibu menjadi menu spesial buka puasa. Saat kurasa belum puas kadang kuminum milik kakakku dan dia hanya tersenyum melihat tingkahku. Setelah menyantap menu buka puasa, masjid menjadi lokasi favorit. Sholat berjamaah diiringi canda ria, dari maghrib hingga tarawih menjadi kegiatan rutin, diakhiri momen paling menyenangkan, pembagian 'jaburan'. Tak jarang aku dan kawan kawanku berebut sekedar mendapatkan jaburan. Saat sahur menjadi saat yang ditunggu tunggu bila Ibu menggoreng dendeng sapi, makanan favorit  yang hanya kutemui ...

Pagi Cerah di KRL

Mengangguk angguk sambil duduk Wajahnya ditutupi buku Tak kuasa menahan kantuk Sampai badan jadi membungkuk Tak peduli tatapan sinis seorang ibu Berdiri pegal kaki membiru Tak dinyana ada gadis imut Membuat hati jadi terbelenggu Hilanglah segala kantuk Senyum manis menawarkan duduk Berharap suatu saat kembali bertemu Berangan angan kasih kan terpadu Mendadak hati mengkerut Terkesiap ketika tahu Gadis imut anak si ibu Tak mungkin jadi menantu

CURCOL SI AKI (Episode II : Hari yang Melelahkan... )

Hari yang melelahkan..... Pukul 08.30 kami sampai di insitusi penegak hukum. Berarti masih ada waktu setengah jam untuk bersiap-siap karena dalam surat panggilan yang diterima, pemeriksaan akan dilakukan pada pukul 09.00.  Pak Arham melakukan koordinasi dengan petugas penerima tamu sementara kami menunggu di ruang tunggu. Aku melihat ke sekelilingku. Kulihat banyak juga orang-orang yang sering kulihat di televisi sedang duduk menunggu pemeriksaan.. Ada mantan menteri, ada pejabat publik aktif, ada juga pengusaha terkenal. Kelihatannya korupsi di negeri ini telah merambah ke segala penjuru. Semoga saja mereka hanya sebagai saksi yang tidak terlibat dalam kejahatan kerah putih ini.  Tiba saatnya giliran kami untuk diperiksa. Semua peralatan komunikasi diminta dimasukkan ke dalam locker yang telah disediakan dan selanjutnya kami menuju ruang pemeriksaan. Ruang pemeriksaan yang cukup kecil menjadi terasa semakin sempit ketika kami berempat  masuk ke dalamnya. Ruang itu h...

Gerimis Menangis

Bocah kurus yang beringus Melangkah terus menenteng kardus Wajah tirus menatap lurus Terberangus raga tak terurus Wanita menjelang senja Bergaya layaknya remaja Terlupa mahligai keluarga Terbawa pesona pemuda Lelaki berkumis yang tak lagi klimis Hati miris ucap tak digubris Kekasih manis beri luka mengiris Mimpi dikais di ujung gerimis Edisi bengong dalam bus jurusan Senen-Cimone yang ngetem

CURCOL SI AKI (Episode I : Hari yang Mengejutkan...)

“Wuaahh...akhirnya selesai juga,” aku menatap tumpukan Kertas Kerja RKA-KL beserta data dukungnya yang telah kutandai bagian-bagian yang memerlukan perbaikan. Juga telah kusiapkan resume perbaikan yang harus dilkaukan. Ini adalah satker terkahir yang belum kuselesaikan. The last but not the least ...paling akhir tapi petugas-petugasnya yang paling susah mengerti kalau dijelaskan dan besok adalah batas terakhir penelaahan. Mas Ridho teman sebelahku hanya melirik sambil tersenyum, “Wah, udah siap karnaval nih RKA-KL-nya.” Mas Ridho sering meledek aku karena kebiasaanku memasang kertas sign it berwarna warni pada bagian-bagian dokumen yang memerlukan perbaikan. Waktu sudah mendekati pukul 17.00 dan meja segera kubereskan agar tak ber”berkas” lagi. Aku memang lebih suka pulang tepat waktu daripada menunda pekerjaan dan menyelesaikan setelah jam kerja alias lembur. Tiba-tiba perasaanku tidak enak, terasa ada yang memperhatikanku dari sisi sebelah kiri. Kupalingkan wajahku ke kiri d...

Cinta Tak Bertepi

Cinta tak bertepi Bisu dalam kata, sepi dalam canda Selaksa pengorbanan tlah terbukti Terpatri dalam bilur kebahagiaan Dalam naungan ridho Ilahi Cinta tak bertepi Terdiam dalam keabadian Tertunduk dalam kuasa Ilahi Menanti panggilan Sang Kholiq Tuk menyatu kembali dalam surga-Nya Teruntuk kedua orang tuaku yang cinta mereka tak pupus sampai Sang Khaliq memisahkan dan semoga menyatu kembali di surga-Nya nanti. Edisi nyekar 09052017

Negeri Atas Uang

Wahai kawan…pernah kah kau dengar negeri atas uang ? Negeri nun jauh di sana yang didirikan di atas uang Yang pemimpinnya bisa dibeli dengan uang meski tak suka uang Politisi, jaksa, hakim, pendidik, tokoh agama, dan masyarakat pun bisa dibeli dengan uang Bah k an para p e sakitan bisa jadi pahlawan kalau disukai p a ra pemilik uang Sebaliknya para pahlaw a n bisa jadi penjahat kalau tidak disukai pemilik uang Mayatpun bi s a hidup kembali kalau diminta para   pemilik   uang Uang menjadi panutan di negeri itu meski tak terdaftar sebagai agama di kementerian manapun Karena itu jangan macam-macam dengan para pemilik uang.. Enyah kau tikus tikus kotor ... .kau masih bis a hidu p di sini bukan karena kau layak h i d u p di sini Kau masih bisa tidur nyenyak di sini karena kami pemilik uang masih senang bermain denganmu Kami masih senang melihatmu menari kegirangan ketika sekeping uang k ami lemparkan padamu Kami masih senang melihatmu menderita kare...

Pak Cilik

Coret-coretan yang dibuat sewaktu Workshop Menulis Inspiratif tanggal 13 April 2017... EDISI : PAK CILIK Pagi ini Pak Cilik sedang mematutkan diri di depan cermin. Bajunya rapih, setrikaannya licin sampai-sampai kalau ada lalat yang menclok pasti kepleset dan langsung meluncur jatuh bagaikan naik perosotan di water boom. Sepatunya juga gak kalah keren..kinclong laksana cermin. Saking kinclongnya sering jadi rebutan dipinjam para jomblo di kantornya buat ngaca. Meskipun begitu  dresscode kerja Pak Cilik tidaklah mahal dan disesuaikan dengan budgetnya yang tidak seberapa sebagai PNS cilik. Setelah menyeruput kopi buatan istri tercinta yang menurutnya lebih lezat dari kopi luwak di berita-berita, Pak Cilik langsung menaiki sepeda motor tuanya yang masih kelihatan kinclong dan terawat. Prinsip Pak Cilik memang "Biar miskin asal keren, slamet..slamat..slumut.." Jam menunjukkan pukul 07.00 waktu Pak Cilik sampai di kantor..absen lalu langsung tancap...