Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

The Black Death

Gambar
Black Death (Wabah Hitam) yang terjadi pada Zaman Pertengahan ( Middle Ages ) mulai masuk di Eropa barat sekitar tahun 1347 dan di Inggris pada tahun 1348. Black Death atau pestilencia, atau disebut juga ‘epidemik penyakit’, merupakan bencana kematian terbesar, ‘ magna mortalitas’, (great mortality) pada saat itu dipandang dari sisi jumlah persentase kematian. Pandemik tersebut menghancurkan proporsi populasi atas kejadian tunggal serupa. Salah seorang yang ‘selamat’ dari bencana itu menyebutkan “jumlah yang hidup untuk mengubur yang meninggal sangat sedikit”. Tak seorangpun tahu apa penyebabnya. Akibat yang ditimbulkan sangat dahsyat, tercatat angka 75 – 200 juta orang meninggal dunia di Euroasia dan mencapai puncaknya di Eropa dalam kurun waktu tahun 1346-1353. Banyak teori yang menyebabkan pandemic ini, salah satunya adalah dari analisis DNA dari penduduk di utara dan selatan Eropa yang diterbitkan pada tahun 2010 dan 2011 yang mengindikasikan bahwa pathogen (mikroorganisme p...

Quarantine

Ketika mendengar kata (Karantina) / Quarantine , apa yang terlintas di benak anda? Mungkin orang dengan penyakit menular ( infected desease ) seperti lepra, cacar air ( smallpox ) atau tuberculosis (TBC)? Tapi tahukah anda darimana kata Karantina berasal? Kata Karantina berasal dari bahasa Italia, tepatnya dialek Venesia yaitu ‘ quaranta giorni ’, yang berarti “ empat puluh hari ”. Hal ini berasal dari sejarah ketika kapal-kapal dan orang-orang dilakukan isolasi selama 40 hari sebelum memasuki kota Dubrovnik di Kroatia (saat itu Kroatia dikuasai oleh Italia). Praktik ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit yang disebut dengan The Black Death. http://www.historyextra.com/feature/your-60-second-guide-facts-black-death-how-when-why

Pram Yang Terbuang

Arus balik, adalah buku pertama yang aku baca dari sekian banyak karyanya yang gemilang. Waktu itu aku masih di semester-semester awal menjelang pertengahan kuliah. Sungguh disayangkan baru mengenal penulis sekaliber dia di usia yang bisa dibilang sangat telat untuk melek buku-buku bagus. Jika tidak bergabung dengan unit kegiatan pers mahasiswa (UKPM) Unhas, mungkin akan lebih telat lagi aku mengenalnya. Sebelumnya aku hanya terbuai dengan novel-novel remaja atau detektif, dan buku inovasi, belakangan buku inovasi selfhelp atau apapun namanya tidak kusentuh lagi. Selanjutnya aku berkelana dengan tetralogi Pulau Buru dan semakin terkesima dibuatnya. Keempat buku itu sangat kaya dengan informasi dan dibangun dengan kekaguman dan kecintaan pada ilmu pengetahuan. Setelah sekian lama tak membaca buku-bukunya Pram lagi, beberapa bulan lalu aku membeli Panggil Aku Kartini, tapi tak habis aku baca, entah kenapa aku tidak mendapatkan energi seperti di arus balik atau di Tetralogi...