Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 28, 2020

Indahnya Bukan untuk Dimiliki

Gambar
Setiap hari pemandangan laut lepas nan indah ini dapat Kami nikmati. Desiran ombak, air laut biru nan bening, bukit-bukit nan gagah, burung-burung yang berterbangan sungguh amat indah dipandang, dimana mata ini seolah tak pernah jemu untuk memandangnya. Sore hari setelah selesai waktu bekerja dan juga untuk menghilangkan rasa penat yang telah dirasa, biasanya kami  mengunjungi taman pala. Taman pala adalah sebuah taman kota yang terdapat di Kota Tapaktuan, Aceh Selatan. Disana terdapat berbagai macam penjual makanan ringan dan minuman ringan, disana juga terdapat deretan warung yang menjual makanan berat. Biasanya setelah membeli es krim ataupun bakso, kami duduk santai di pinggir laut menikmati eloknya laut luas di Tapaktuan. Biasanya masing-masing kami menceritakan apapun yang bisa diceritakan.  Hal-hal sederhana pun dapat dijadikan bahan tertawa. Mungkin hal ini bisa menjadi kenangan indah saat kami tak lagi mengabdi di tempat yang sama. ...

Naskah Amarah

Presiden marah, Pada Menteri Menteri marah, Pada Dirjen Dirjen marah, Pada Direktur Direktur marah, Pada Kasubdit Kasubdit Marah, Pada Kasi Kasi marah, Pada Staff Staff marah Pada orang  rumah, Orang rumah bertanya "Aku salah ?" Staff menjawab Tidak!, marah Tak selalu karna ada salah Marah dan kena marah Sudah tertulis di naskah Kita hanya memerankannya Ujung Harapan, 1 juli 2020 #ceritarekaan #kesamaantokohdanjabatanhanyakebetulan

RINDU MAL

Suara kalian menggema penuhi telinga, Sayup terdengar dentingan musik menambah berisik, Sesekali toa menganga memanggil nama, atau sekedar menyemat serangkai maklumat sembari melontarkan persen harga potongan, Terus saja jejakku menjejak, Menyusuri mengkilat ubin berkotak-kotak, Menjadi pematang deretan kedai beranak pinak, Yang terkadang suaranya kompak berpaduan: “Silakan, Kakak!” “Nyari apa, Kakak!” “Mampir dulu, Kakak!” Sungguh sosok adik yang durhaka, Seolah-olah ramah, tapi minta uang di belakangnya, Aku hanya menggelengkan kepala, Memasang senyuman dari logika, Melangkah tanpa perlu petunjuk arah, Lalu memilih singgah pada segelas kopi gula merah, Duduk menyeruput dengan pandangan tak luput, Bergumam sendiri: “Wah, sungguh gadis yang imut!” Hingga tatapan beradu membuat beringsut, Dia menghampiri nyaliku yang mulai menciut, Perlahan mendekat dan makin dekat, Berdiri diam lima sentimer di seberangku, Lalu menuangkan segelas...

Kisah Senin Soreku Bersama Kekasih Gelapku

Pukul 17.25 Di Senin sore beberapa ratus minggu yang lalu, Braaakkk ...!!! Aku menggebrak badan kemudi keras sambil berteriak kesal. Sesak sekali rasanya ketika rasa marah dan sedih tumpang tindih dalam rongga dada ini. Aku melambatkan laju kendaraanku sejenak sebelum merasakan aliran hangat membasahi kedua mataku. Pelan lalu semakin deras dan menguras emosi. Aku benar-benar tergugu. Beberapa menit berlalu, aku merasakan sedikit demi sedikit rongga dadaku terasa lebih ringan. Aku meraih tissue, menyeka sisa-sisa air mata, menarik nafas dalam, lalu mengingat kembali kejadian beberapa saat yang lalu. *** “Kamu gak suka ya Mas, aku kasih surprise seperti ini?”, Ajeng menatapku dengan rasa bersalah. “Mas ... ngomong donk, jangan diem aja dari tadi aku dicuekkin,” matanya menatapku dengan gusar. “Ini bukan masalah aku suka atau nggak ya, tapi aku tuh bener-bener gak habis pikir lho dengan kamu. Ngapain coba kamu melakukan hal sekonyol ini? ‘Kan aku sudah bilang ke kamu, se...

ROHINGYA; Para Pencari Suaka

Sembilan puluh empat nyawa Terombang ambing di tengah samudera Di sebuah perahu kusam nan renta Tertiup angin ombak menggurita Lapar dahaga mendera Isak tangis para balita Kecemasan yang menyiksa Ajal mendekat jarak sedepa Mereka adalah anak manusia Terampas hak asasi kemanusiaannya Karena ulah penguasa durjana Demi nafsu dunia Entah berapa lama menahan asa Menanti takdir yang akan diterima Terpasrahkan semua kepala Penggenggam Jiwa Hingga pertolongan itu tiba Adalah nelayan Aceh menjadi perantara Menjemput rezeki dipertemukan dengan pengungsi Rohingya Terpanggil rasa peduli pada sesama Memberi pertolongan tanpa jeda Duhai, Aceh lon sayang Duhai, Rohingya malang Doaku, doa kami tak berbilang Kelak, keadilan kan terbentang Ahad, 28062020