Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 22, 2019

MIMPI HUJANKU

Istirahatlah Tuan

Duhai tuan Hujan baru saja reda Sedang engkau sibuk mengeja yang fana Sadarkah kau jika cahayamu sirna Seiring usia yang tak lagi sama Istirahatlah tuan Simpanlah angan Helai demi helai rambutmu Terwarnai dunia semu

Tuhan, akankah kau tunda kematian Hamba-MU?

Dalam sekat lorong ruang ICU wajah pias menyatu Tatapan sayu hadirkan jemu seolah bahagia tercerabut dari tandusnya sang waktu Satu dua napas tersengal Mesin kehidupan berkoar bersahutan Kelopak mata terkatup Tak ada gairah Yang ada hanyalah pasrah Tuhan, akankah kau tunda kematian Hamba-MU?

Seporsi Mie Goreng Dingin, Pagi Itu

Jam tangan usang warna hitam yang melingkar di pergelangan tangan kananku menunjukkan waktu pukul 08.55 wib. Aku melangkahkan kaki menyusuri koridor ruang instalasi gawat darurat di sebuah rumah sakit pemerintah tipe A menuju pintu keluar. Ku sapu pandangan ke kanan, kiri, depan, mencari tempat nyaman untuk sekedar melepaskan penat. Tak perlu waktu lama, aku menemukan lokasi beristirahat, sebuah taman kecil yang berada tak jauh dari halaman gedung ICU. Aku duduk disebuah kursi besi warna warni pelangi, dibawah pohon rindang yang menaungi beberapa keluarga pasien yang sudah duduk sebelum aku tiba. Aku menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Kemudian, ku buka resleting tas dan mengeluarkan sebuah tempat makan plastik. Di dalam wadah makanan tersedia mie goreng bercampur nasi putih yang sudah mulai terasa dingin. Ku baca Basmallaah kemudian mulai memakannya sedikit demi sedikit meski pada suapan pertama, menu makanan yang sudah di lumat mulutku terasa sukar unt...

Kisah Tentang Hati (Cinta Monyet)

Gambar
Hati manusia tak ada yang tahu Wajah tersenyum pisau tajam terhunus dibalik punggung. Hati manusia tak ada yang tahu Wajah tersenyum hati menangis tersedu-sedu menahan perih. Hati manusia tak ada tahu Wajah tersenyum tubuh penat luluh lantak menahan lelah. Aku tak pernah tahu apakah ini cinta atau nafsu sesaat. Apakah kasih atau sekedar ingin memiliki. Senyummu terbayang disaat aku lelah. Tawamu yg renyah sayup-sayup terngiang di lorong sekolah, menoleh lalu kecewa. Suara manjamu memanggil nama kecilku ketika berjalan keluar sekolah. Kali ini aku tak menoleh karena aku tahu kamu tidak masuk sekolah. Kamu sudah ada yang punya namun berulang kali kau bilang sayang pada ku. Kita berbincang berjam-jam di telepon berlempar canda dan membicarakan dunia entah untuk apa. Hari itu sebulan selepas kelulusan. Entah berapa kali ku telepon rumah mu. Berdering namun tak dijawab, dijawab namun kamu tak pernah ada. Mungkin adik mu sudah lelah menjawab telepon ku, berbohong bahwa kamu tida...

Thai Tea

Dentingan kecil terdengar dari hp ku. Mas besok pesawat jam berapa? Tanyamu. Kala itu sore, menjelang setengah lima.  Beberapa laman kerja masih terbuka di layar monitorku. Setidaknya 2 nota harus naik sore ini. Ku ketuk ponsel ku. Menyingkirkan pesan. Mencari namamu. 5m. Sip, sudah saatnya ku membalas. Jam 2 take off, baiknya Mas ke damri Gambir jam berapa ya? Tanyaku. Ga tertarik nyoba kereta bandara Mas? Balik mu bertanya. Ku jeda lagi sesaat, menunggu beberapa menit, untuk kembali membuka pesan mu.  Kembali jemariku menari di atas papan ketik usang kelahiran 2010-an. Menyelesaikan kata demi nota. Ku ketuk lagi ponselku. Menyingkirkan pesan. Mencari namamu. 9m. Hm...tanggung, 1 menit lagi deh. Mas belum pernah, ntar nyasar . Disertai emoji tertawa. 1 menit, 3 menit, berlalu. Baru ku lihat typing-mu di menit ke 8. Ya ampuun, kayak anak tk aja Mas, nyasar. Diikuti emoji mencibir. Aku tersenyum. Membayangkan mu mencibir seperti itu. Ah, mungkin aku mulai gila....

Cerita Daun dan Cinta (cuma fiksi)

Gayung berwarna hijau menyala itu masih tergenggam erat olehku, saat tiba-tiba tubuh ini mematung memandang beberapa sentimeter di depan sana. Dedaunan yang sebelum berangkat kerja kemarin masih tampak malu-malu, kini sudah gagah membentangkan lembaran hijaunya. Mungkin saat itu orang-orang yang sedang lewat bisa melihat betapa mulutku menganga tak berdaya. Kulihat ada seekor semut yang ikut merayakan dengan berlari-lari kegirangan di atas permukaan daun-daun yang menjuntai. Aku memang baru pertama kali menanam pohon dari usia dini. Bibitnya pun diperoleh dari hasil kondangan salah satu rekan kantor istri. Aku benar-benar takjub melihat sebuah tumbuhan yang dari dulu kuanggap makhluk hidup paling tidak lucu, pagi ini membuktikan bahwa mereka benar-benar hidup. Mereka menampilkan suguhan pagi tentang cerita dedaunan dari kecil hingga benar-benar berbentuk daun. Air yang kusiramkan ke tanah tadi benar-benar jadi minuman segar untuk menopang pertumbuhan mereka. Ah, tak terasa kudengar ...

Pohon Pinus

Gambar
Pinus tak bosan dengan pertanyaan klise, seperti "mengapa daunnya tidak seperti daun?" atau "mengapa pohonnya tidak menghasilkan bunga dan buah?" atau "mengapa dahannya tidak bisa dipanjat?" atau "mengapa bentuknya aneh tidak bisa untuk berteduh?" Pohon pinus tahu ia tidak perlu menghiraukan pertanyaan-pertanyaan itu sebab takdirnya memang bukan begitu Sebab masanya bukan di situ Ketika tiba masanya di musim dingin Ketika s emua berubah putih dan membeku Pohon pinus hadir memberikan arah dengan warna gelap yang kontras , postur bagai safety cone tinggi menjulang ia jadi penanda jalan Dahan pinus tak membentang seperti beringin yang mampu menahan derasnya hujan Namun ia adalah seumpama benteng Menahan beku dan bisingnya angin dari utara Sejak lama pohon pinus memahami takdirnya untuk dapat dicintai dan dimengerti tak perlu ia berubah lembut dan ceria seperti pohon ceri atau dramatis...

Pohon Maple

Gambar
Semula ku tak tahu namanya Ku hanya tahu , ia cantik dan misterius Daun-daunnya seperti nyala api merah, kuning, dan jingga Ia temanku ketika berjalan pulang setapak berbatuan di musim gugur, kala surya mulai enggan beranjak keluar jendela rumah-rumah berhias temaram cahaya lilin Hidupnya menarik, tidurnya nya pun demikian Pohon kayu berdahan kuat menjulang hitam, tempat burung gagak bertengger dan bersarang di bawah kelabu langit, berlapis awan tebal ... dedaunan merah itu terbang menari di angkasa bagai sayap laron yang patah di musim hujan Semula ku tak tahu namanya Getahnya emas transparan dan beraroma harum tersaji di olesan roti dan pancake hangat , lebih ringan dan lebih lembut dari tetesan madu   Bisakah aku sepertinya, pohon maple selalu kuat dan dan tenang meski diterpa badai dan hujan angin kencang Bisakah aku sepertinya, pohon maple selalu indah dan berfaedah di tengah lelah dan ketidakpastian

Pohon Cherry

Gambar
Pink dan Putih seperti pipi anak kecil bunga-bunga di pohon cherry bermekaran Wangi nya lembut dan samar bedak bayi Pertanda musim semi menjelang Hiburan untuk yang masuk angin meriang kala rintik hujan dan serbuk sari beterbangan Bunga, daun, dan buah cherry simbol harapan dan segala kemungkinan Pohon cherry , almond, dan sakura Ku tak bisa bedakan, meski hidup beda benua buahnya pun juga tak sama Pohon cherry , almond, dan sakura Bagaikan kita, umat manusia Dari luar nya terlihat serupa Meski sebenarnya hidup berbeda