Postingan

Menampilkan postingan dengan label GunungKecil

Ada Aku Disini

Gambar
Ketika sayap tak cukup tinggi membawamu terbang menari nari.. Meninggalkan bumi dan semua yang pernah menyakiti… Turunlah kembali, Ada aku di sini… Dengan cerita aku juga bisa membawamu menari nari.. Dengan dekapan hangat aku bisa membawamu terbang tinggi.. Tak perlu Peri untuk mengobati perih.. Tak perlu Dewa untuk mereda kecewa.. Ada aku di sini..

kita

Gambar
Kucari bayangmu disana.. Diantara gugusan pulau, dibatas senja.. Kutemukan senyummu terasa manja.. Apakah kau rasakan juga dinda.. Kebersahajaan ini adalah kita.. Menikmati anugerah Illahi bersama.. Meski aku disini kau disana.. Kab Kampar, 20122019

malam jumat yang terlewat

Gambar
Hari ini hari jumat.. Entah mengapa aku merasa kepalaku berat.. Namun tenaga dalam tubuh terasa meluap-luap.. Akan kusalurkan kemana rasa semangat.. Ah kupakai untuk badminton saja dengan sahabat.. Dan akan aku smash kuat-kuat.. Melepaskan banyak energi yang mencuat.. Tapi mengapa energi ini begitu banyak di hari jumat.. Mungkin karena malam jumat yang terlewat.. Juanda-Bogor, 13122019

sabar dan tunggulah, Yang..

Gambar
Kemarin dan hari ini aku gak ngantor lagi, Yang.. Karena ditugaskan rapat di Palembang.. Untuk kesana harus terlebih dahulu terbang.. Kalau boleh berterus terang.. Ada berat di hati kurasakan, Yang.. Karena harus meninggalkan kamu seorang.. Andai saja kamu bisa ikut, Yang.. Betapa menjalankan tugas akan sangat mengasyikkan.. Namun aku dan kamu memang harus bersabar, Yang.. Karena ini adalah bagian dari kehidupan.. Tunggulah, Yang.. Aku akan kembali pulang.. Dan sambutlah aku dengan senyum yang mengembang.. BandaraSoetta, 101219

kau seperti mie instan

Gambar
Hari ini aku gak ngantor.. Karena ditugaskan ikut rapat di Bogor.. Tapi walau tubuhku di ruang rapat.. Senyumnya dalam pikirku tetap lekat.. Maafkan aku pimpinan rapat.. Meskipun ragaku di ruang ini bersamamu.. Tapi pikirku bersamanya di ruang rindu... Tak bisa kutepis bayang itu.. Andai dapat ku andaikan tentang dia.. Seperti mie instan rebus yang menggoda.. Baunya saja sudah cukup menggetarkan dada.. Tak dapat ku tolak untuk mencicipinya.. Bahkan saking candunya.. Bisa kuhabiskan porsi dua.. Swissbell Hotel, Bogor, 06122019

Mantra-mu Membahagiakan-ku

Gambar
Biasanya.. aku sudah terkapar di kereta.. Selepas mengajar seharian di kampus tercinta.. Tapi hari ini berbeda.. Tak kurasa lelah mendera.. Tak kurasa kantuk menerpa.. Entah mengapa.. Mungkin karena tadi siang kau ucapkan mantra-mantra.. Simsalabim, abrakadabra.. Seketika langit kalbu menjadi cerah.. Simsalabim, abrakadabra.. Seketika hatiku bahagia tak terkira.. Di atas Commuterline Tanahabang-Bogor, 05122019

Senyum-mu

Gambar
Aku senang menikmati semua yang ada di hadapan.. Baik itu indahnya pemandangan.. Sedapnya makanan.. Nikmatnya minuman.. Ataupun wajah tampan.. Eh lho, kok wajah tampan..? Maksudku wajah wanita tampan.. Eh bukan.. Maksudku wajah wanita rupawan.. Apalagi wajah kamu yang aku idamkan.. Sungguh.. beri aku waktu luang.. Untuk menikmati senyummu yang menawan.. Di Commuterline Juanda-Bogor, perjalanan pulang kantor, 04122019

kau, aku dan jarak itu

Gambar
Kau berdiri membelakangiku.. Seakan hendak menegaskan kau akan meninggalkanku Ingin ku kejar dan ku dekap.. Membalikkan badanmu dan menyergap indahmu.. Tapi kakiku kaku.. Tak sejengkalpun jarak berkurang antara kau dan aku.. Sunyi diantara kita menambah sepi bisu.. Tapi ku tau ada rindu.. Yang sulit untuk dipuaskan waktu.. Kenangan masa lalu malu-malu berlalu.. Kau indah seindah khayalku.. Kunikmati hati-hati sampai nanti.. Diatas commuterline Juanda-Bogor, 02122019

Kenanglah Ini, Untuk Nanti

Gambar
Kenanglah ini, untuk nanti.. 12 September 2019.. saat ini.. Di Kecamatan Samboja Bukit Bangkirai.. Aku berdiri di atas jembatan gantung diantara dua pohon besar Bangkirai.. Diketinggian 30 meter diatas tanah.. Pemandangan hijau dedaunan dan segarnya udara menyejukkan hati.. Memberi terapi dan pengajaran pada rohani.. Mungkin nanti.. 20, 25 atau 30 tahun lagi.. Andai, jika, kalau, Ibukota RI jadi berpindah di sini atau tidak jauh dari sini.. Mungkin jembatan gantung ini masih ada.. Namun pohon besar Bangkirai tempat digantungkannya jembatan ini akan berganti.. Jembatan ini akan digantungkan diantara dua gedung tinggi.. Dan pemandangan hijau dedaunan hutan akan berganti.. Menjadi kilatan silau kaca jendela pantulan matahari.. Udara segar mungkin sudah tak lagi dapat kau nikmati... Karena mungkin akan bercampur dengan polusi... Samboja, 12092019

Cinta Tak Sampai

Gambar
Meski hanya dari jauh kau bisa kulihat.. Meski hanya bisa ku tatap tanpa bisa ku dekap Meski rindu hanya berbuah tunggu.. Meski hanya bisa kukagumi keindahanmu.. Tak mengapa Aku rela menjaga rasa Sampai bila dunia ku fana Menerbangkan sisa sisa asa Tak mengapa Meski hanya di alam khayal Dapat ku nyatakan cinta syahdu TanjungBongo, Galela Halut, 14122018

Yang Tak Tersampai Padamu

Gambar
Jika memang tak terkatakan padamu biarlah kuceritakan saja pada alam pada air laut yang melukiskan langit biru pada daun yang menari dalam buaian angin pada laba-laba yang termangu dalam sarangnya meski telah lama ianya berlalu semuanya tetap indah walau tak mengapa tiada arti bagimu semuanya tetap menjadi kenangan walau tak mengapa tak menjadi kenanganmu indah ini kan kusimpan dalam hati kan ku jaga sungguh sepenuh hati semoga abadi meski hanya dalam mimpi Tanjung Bongo, Galela Halut, 141218

aku hilang

Gambar
Aku disini terdiam Meraba suara ombak yang mengunjungi karang kecil di pantai Meraih sejuk angin yang mencium semua yang dilaluinya Hijau Biru nya air laut turut mewarnai suasana hati Indahnya ikan berwarna warni seindah cinta ini Membawa bahagia dan berharap selamanya Disini, saat ini.. Ego dan ke-akuan-ku hilang lenyap melebur hanyut dalam ketakjuban Pantai Jikamalamo, Ternate 131218

Rindu

Gambar
ada kala di suatu masa aku menyengajakan diri terbuai dalam mimpi melarutkan lamun yang coba aku himpun aku ingin menitipkan angan kepada angin agar menjadi tinggi juga tangguh agar paham tak jadi hampa agar bertemu nyata tanpa bertamu tanya agar kisah menjadi kasih agar cinta tak hanya karena cantik tapi bersama memulaikan untuk memuliakan ada kala di suatu masa wajah sayang selalu terbayang menghadirkan indah yang tak ingin pindah menghadirkan buai yang tak ingin usai meski tak lagi mungkin bersanding karena masa tak lagi sama Rindu, 120718

Akhir Kebersamaan

Hari ini... sepekan sudah perpisahan kita... kau pergi untuk selamanya... semuanya harus berakhir, kebersamaan kita ternyata tak bisa dipertahankan lagi...  kau pergi untuk selamanya... Aku akan lanjutkan hidup ini tanpamu lagi... Meski aku mencintaimu, dan ku tau kau juga mencintaiku... Namun takdir berkata lain, perpisahan ini harus terjadi... Tuhan, ku tau Kau ciptakan dia hanya untukku... ku tau Kau takdirkan dia untuk mendampingiku... tapi Tuhan, mengapa tidak Kau takdirkan dia untuk mendampingiku sampai akhir hayatku..?? sakit yang menggerogotimu yang akhirnya terpaksa memisahkan kita.. bahkan dokter-dokter ahli itupun sudah angkat tangan, tidak bisa menyembuhkanmu untuk tetap dapat mendampingiku.. aku tau, ini semua adalah takdir Tuhan.. yang tak seorangpun dapat mencegahnya.. bahkan cinta kita dan sekian lama kebersamaan kita pun tak berdaya.. kau harus pergi.. pergi untuk selamanya.. kau tak kan kembali.. dan tak kan ada yang bisa menggantikanmu.. kau tak tergantika...

Mungkin Ya, tapi Tidak..

Mungkin Ya, tapi Tidak.. Ketika kau katakan bahwa kamu adalah wanita biasa.. Maka ijinkan ku katakan, mungkin ya, tapi tidak.. Bagiku kau luar biasa.. Ketika kau katakan bahwa kamu adalah sama dengan wanita lain pada umumnya.. Maka ijinkan ku katakan, mungkin ya, tapi tidak.. Bagiku kau berbeda.. Bahkan kalau kau merasa tak indah rupawan.. Maka ijinkan ku katakan, mungkin ya, tapi tidak.. Bagiku kau cantik jelita.. Dengarlah bidadariku.. Aku tak peduli pada, mungkin ya bagi orang lain.. Resapi dan peganglah, tapi tidak bagiku.. Dengarlah pujaanku.. Dengan sentuhan cinta, yang biasa bisa jadi luar biasa.. Dan dengan sentuhan yang sama, yang sama jadi berbeda.. Cinta membuat kau cantik jelita.. Maka cukuplah kau berkata tentangmu.. Biarkan aku yang meraba dan merasa.. Biarkan kau dan aku terbang, melayang, kepayang.. Dan nikmatilah cinta kita.. Jakarta, 220120

"Cinta + Nafsu = + 1"

"Cinta + Nafsu = + 1" Suatu ketika, kala itu.. Berpacu rindu dalam waktu.. Di peraduan mengharu biru.. Samar kulihat tatap sayu.. Detak jantungku kian berpacu.. Seiring detik yang terus berlalu.. Seketika, lalu.. Kuciumi aroma alami tubuhmu.. Bangkitkan cinta-nafsu.. Seketika lalu.. Cinta-Nafsu, mengalun syahdu.. Cinta-Nafsu, malu-malu.. Cinta-Nafsu, mengebu-gebu.. Simponi birahi, bernyanyi-nyanyi.. Membangkitkan gairah insani.. Cinta-Nafsu, ingin menyatu.. Cinta-Nafsu, akhirnya nambah satu..

Rapuh

Gambar
Pernahkah kau merasa walau sekilas.. Ketika cintamu tak terbalas.. Jalan yang kau hadapi terlihat ganas.. Kering, keras dan panas.. Pohon-pohon meranggas tampak beringas.. Seperti akan melumat dan menindas.. Tubuh terseok lemas.. Jiwa menjadi kerdil dan malas.. Daya terasa sangat terbatas.. Tak beda lagi antara samar dan jelas.. Memohon memelas.. Meradang meremas.. Inginkan yang pintas.. Segera melintas.. Hati yang rapuh akan kandas Rapuh, 02122019

Bukan Puisi atau Misteri

Gambar
Assalamualaikum wr. wb. Saya ingin membagi pengamalan saya, yang hampir tertipu, semoga dengan membaca cerita ini pembaca tidak tertipu dengan orang yang menggunakan modus ini. Pada hari Rabu pagi tanggal 15/08/2018, saya di telpon orang yang mengaku bernama Joko Susilo (selanjutnya akan disebut Jolo), -kalau nelpon pakai nomor HP 081294085309- yang berencana akan menyewa mobil berikut supir untuk keperluan liburan di Puncak Bogor selama 5 hari, terhitung tanggal 20 s/d 24 Agustus 2018. Singkat cerita setelah tawar menawar, tercapai kesepatan harga, dan lewat telpon Jolo mengatakan akan memberikan uang muka/DP, padahal saya tidak meminta. Jujur saya sempat kagum plus sedikit heran, saya gak minta DP tapi dia yang duluan bilang akan memberi DP. Siang sekitar jam 11.40, lewat whatsapp (wa), -kalau wa pakai nomor HP 085697161168- Jolo memberikan foto KTP, hal ini juga membuat saya heran, toh saya nggak minta foto KTP. Ini KTP yang dia berikan, tapi sudah pasti bukan KTP dia s...

Pelarian

Dari tempat aku duduk, melalui jendela setengah kusam ini, kulihat mobil-mobil terparkir rapi dibawah sana, orang-orang terlihat kecil berjalan di koridor merah.. Diseberang tempat aku duduk ini, terlihat Gedung Menara Era, Allson dan Dhanapala berdiri tegak, angkuh mencoba menggapai awan.. Pikiranku melayang.. Sementara pembicara yang duduk di dep an sana terlalu berisik, ngoceh terus entah membicarakan apa.. aku penat, sumpek dan ingin lari... Ataukah kubuka saja jendela ini, mencoba lari dari keadaan sekaligus mencoba belajar terbang..? pastilah burung-burung itu akan menertawaiku, mereka pasti akan secepatnya bergosip, "eh, ada manusia tak punya sayap, mencoba belajar terbang.." mereka pasti akan tertawa lebar melihat aku yang pasti terjatuh dari lantai 9.. Bahkan dengan semangatnya mereka akan mengabarkan kabar ini pada angin, pucuk-pucuk cemara dan lampu indah di taman kota.. Aku akan jadi berita bukan hanya di koran dan televisi tapi juga gosipan kupu-kupu pada...

Sosok Hitam Berjubah Hakim

Gambar
Sosok yang mengenakan pakaian jubah hakim itu berdiri di trotoar seberang jalan, dengan payung hitam yang menutupi wajahnya, keremangan cahaya serta gerimis hujan, membuat saya tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya. Hanya terlihat gelap, namun entah mengapa saya merasa sosok itu melihat tajam kearah saya, saya terpaku dalam usaha melihat lebih jelas kearah wajahnya, dan perlahan-lahan sosok itu seperti melayang semakin mendekati saya, sampai beberapa jenak kemudian... srrooottt.... saya terkaget sendiri dengan suara air bercampur udara dalam aqua gelas yang saya pegang, yang habis saya minum melalui sedotan kecil.. saya seperti bangun dari hipnotis, seperti baru tersadar, dan saya lihat sosok itu kembali ke tempatnya semula, berdiri di pinggir jalan... Kisah nyata ini saya alami pada tahun 1998, bulan dan tanggalnya saya sudah tidak ingat lagi. Kisah ini mirip dengan peristiwa yang saya alami pada cerita “Wanita Berpayung Merah”. Saya juga sudah tidak ingat lagi peristiwa mana ya...