Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 29, 2021

LELAKI YANG MALANG (2)

  Setelah sebulan aku dan suamiku sembuh dari penyakit sejuta umat, kami berdua akhirnya memiliki kesempatan untuk mengunjungi Usman di kampung. Damar, suamiku, ingin memastikan kondisi Usman. Aku hanya berdiri di depan pintu rumah sederhana milik ibunya Usman. Rupanya setelah keluar dari rumah sakit, Usman dibawa ke rumah ibunya yang tinggal sendiri. Ia seolah sudah tak punya lagi mempunyai keluarga setelah bercerai dengan isterinya beberapa tahun yang lalu. Tercium olehku bau pesing dari dalam rumah itu. Kudengar juga dari saudaranya bahwa Usman sering membuka pampers-nya dan buang air kecil di atas kasur. Mungkin Usman juga tak sadar apa yang dilakukannya. Usman duduk di atas kasur yang digelar di lantai. Tenggorokanku tercekat melihat kondisi Usman. Mukanya pucat bak mayat. Matanya cekung dan pandangannya kosong. Ia tak memiliki daya untuk sekedar menopang tubuhnya yang kurus kering. Berbeda dengan Usman yang kulihat beberapa bulan sebelumnya. Kulihat Bulek Tansah, ibun...

sebuah surat dari (ngakunya) malaikat

s etelah  membaca puisi dua hurufnya Kaka Indra Haria Kurba, saya  melihat folder arsip dan mejaku yang terdapat pada aplikasi persuratan kantor tercintah,  terlihat ada beragam catatan dan disposisi dari para bos kita, ada teliti pendapat, untuk diketahui, hadir bersama atau lainnya, ada banyak ragam kata katanya. mungkin kalau untuk surat dengan substansi yang hampir sama, karena sudah dilakukan berulang ulang, mungkin sudah reflek saja menulskannya.   Bagi yang sering mendapat undangan rapat, mungkin akan menuliskan catatan siapkan bahan, hadiri, wakili atau hadir bersama. kalau yang biasanya mendapatkan permohonan tanggapan atau masukan, mungkin  akan menuliskan catatan teliti pendapat, selesaikan sesuai ketentuan, atau  bicarakan dengan saya, phone a friend , ask the audience atau f iftu fifty  ( kaya sebuah acara tipi  yang) saya  jadi membayangkan  kalau misalnya, di inbox  masuk sepucuk surat, pengirimnya  tertul...

Kebahagiaan Merpati Putih

Seekor merpati putih melesat terbang sayap membentang Sang bayu menyambut riang dan membiarkan merpati menari dan berputar dipangkuan Langit pun turut senang dan menitipkan salam Pepohonan menatapnya penuh keharuan Merpati putih melepas segala beban  Menarilah... Menyanyilah..  Kau  berhak untuk berbahagia!

LELAKI YANG KESEPIAN

  Adakah yang tahu rasanya bagaimana tidak makan sepuluh hari? Atau sakit tanpa ada seorang pun yang bisa dihubungi karena tak punya pulsa? Ataukah perih hati karena anak yang selama ini diusahakan tidak putus sekolah tapi tak peduli keberadaannya? Beri tahu aku bagaimana rasanya. Di saat kita sering berkeluh kesah karena makanan yang tak sesuai dengan selera kita, di tengah kota Jakarta ada orang yang kelaparan. Di saat kita mengeluhkan sakit tak tertahan tapi asupan obat dan suplemen tak pernah putus, ada orang lemah tak berdaya dan terkurung di ruang sempit tanpa seorang pun yang peduli. Di saat kita masih bisa menghabiskan kuota internet untuk menonton YouTube atau puluhan episode drama korea, ada orang yang tak sanggup berkirim kabar kepada kerabat karena tak ada pulsa. Di saat kita masih bisa bercengkrama dengan anak-anak, ada orang yang tak pernah diperhatikan anaknya. Sepuluh hari kehilangan jejak kerabat, sebut saja Usman, yang biasanya berkirim kabar dan sebulan sekali d...

Lara dalam Asmara

  Hilangmu mencetak sejuta lembar rindu Tiap kubaca, hati terasa tak menentu Lembar pertama, kedua mulai terasa pilu Hingga lembar akhir , sesak ingin bertemu   Tinta cinta menipis, lembar kisah menangis Penantian manis terkikis habis Lembar demi lembar yang kukira menjadi buku kisah kita Kini terlipat derita meninggalkan cerita   Lembarnya basah oleh rintik hujan Memudarkan setiap kata dalam tulisan Menghapus rangkaian kalimat kerinduan Tersobek hanya dalam sekali sentuhan   Api asmara yang dulu membara Redup oleh tetes air mata dan percikan lara Mencuatkan asap kenangan Menyesakkan dalam setiap hembusan   Hujan lara perlahan tak lagi terasa Dipayungi rasa yang sudah biasa Menyusuri jalan bersama hati yang telah terlatih Sembari menunggu hangatnya sentuhan kasih

Please be much tougher ...

  Be tough, be safe …   Sesederhana itu,   Namun mampu keesokan harinya membuatku burkutat dari pagi hingga malam di depan laptop menyelesaikan sisa revisi tugas akhirku yang sudah terbengkalai lebih dari 3 bulan …. Bahkan lebih dari itu, selera makan ku kembali ‘normal’, nikmat menghabiskan sepiring nasi ketika makan siang dan malam ….   “Trus kalo sudah lulus mau ngapain? Mau banyakin gelar? Jangan mimpi aku akan ijinin kamu untuk kerja offline … Cari uang itu urusan suami, kamu cuma boleh keluar rumah kalo sama aku … Kembali ke fitrah perempuan ajalah …”   ‘Fitrah’, terasa ada yang salah tapi aku tak mau lebih jauh membantah … diam menjadi pilihan bukan karena aku menerima, tapi aku lebih memilih menjaga emosiku, kesehatanku lahir batin …    Hampir semua saudara, teman, kolega mengatakan aku wanita yang sangat beruntung … Hidup dalam kenyamanan yang diidamkan  … Mungkin itu yang hingga kini membuatku bertahan, tak ingin dianggap kurang ras...

DUA HURUF

Dua huruf saja, lalu semua beban berpindah dari atas ke bawah Dua huruf saja, lalu berkerut kening di hamparan tombol huruf dan angka Dua huruf saja, lalu berbalas berlembar kata dan data dari bawah ke atas Dua huruf saja, atau cukup centang kolom isian agar tak terlalu merepotkan dan buang tenaga Dua huruf saja, TP, atau "Teliti Pendapat " Jakarta, 31082021

CATUR

Kasus Dadang Subur alias Dewa Kipas versus Levy Rozman alias GothamChess serta dwi tarung Dewa Kipas melawan GM Irene di podcast Deddy Corbuzier, ternyata mengembalikan lagi kebiasaan saya bermain catur. Saya malas bermain catur daring, karena menurut saya salah satu seni permainan catur adalah permainan emosi pemain yang saling berhadapan. Ketika akhirnya saya mengunduh aplikasi catur, pertama lebih karena anak saya yang bungsu ternyata selama ini bermain catur daring; kedua, ya terdorong rasa penasaran, kok bisa Pak Dadang bisa dapat rating 2000+ dalam waktu 2 minggu?. Bermain catur daring ternyata menyenangkan. Pertama, kita bisa bermain 24 jam dan dengan lawan dari seluruh penjuru dunia. Kedua, ternyata unsur emosi juga tetap terlibat, baik secara pribadi maupun melalui chat room  yang difasilitasi aplikasi. Ketiga, fitur aplikasi yang saya gunakan ternyata cukup lengkap, sehingga saya bisa sekalian belajar dari permainan-permainan yang sudah saya lakukan. Yang terakhir, ada se...

Karena Semua Orang Takut untuk Ditinggalkan [Inspired from 'SORGE', a novel by OH]

  Begitupun aku …   “Ini keputusanku! Kamu tau ‘kan aku itu sangat pencemburu, dan aku gak suka kalo foto-foto kamu dinikmati banyak orang, apalagi laki-laki …”   Itu keributan yang kesekian puluh kalinya sepanjang usia pernikahan kami … dan seperti biasa, aku tidak mau begitu saja menerima hal yang menurutku terlalu berlebihan, hingga akhirnya kata-kata itu meluncur: “Gak ada negosiasi, tutup semua akun medsos kamu, atau kamu aku anggap sebagai istri yang pembangkang!”   Sebut saja namanya Bram … lelaki yang sangat menyayangiku dengan caranya yang juga teramat unik bahkan sering kali menyakitkan … Pengalaman hidupnya berpuluh tahun hidup dalam ‘topeng’ membuatnya ‘sakit’ dan merasa bahagia dengan ‘memaksaku’ berubah menjadi sosok wanita dan istri yang dia idamkan   ‘Mengalah’ menjadi pilihanku … karena aku tiba-tiba menjadi takut untuk ditinggalkan [lagi]   Terbebas dari hiruk pikuk media membuatku pelan-pelan menjadi ‘terbiasa’, lalu lebih berhati-hati da...

Nyawa seharga seratus ribu

Tuan Ada kabar bagus..baguuus sekali! Banyak warga kelas teri yang sedang sekarat Pagebluk laknat menggerogoti tubuh yang ringkih dan melarat Mungkin sebentar lagi nyawanya akan minggat pundi-pundi harta kita bakal melesat, tuan! Tiap nyawa, seharga seratus ribu! Mari kita berdoa tuan, semoga semakin banyak warga kelas teri yang mangkat!