Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah Nyata

Akhir Kebersamaan

Hari ini... sepekan sudah perpisahan kita... kau pergi untuk selamanya... semuanya harus berakhir, kebersamaan kita ternyata tak bisa dipertahankan lagi...  kau pergi untuk selamanya... Aku akan lanjutkan hidup ini tanpamu lagi... Meski aku mencintaimu, dan ku tau kau juga mencintaiku... Namun takdir berkata lain, perpisahan ini harus terjadi... Tuhan, ku tau Kau ciptakan dia hanya untukku... ku tau Kau takdirkan dia untuk mendampingiku... tapi Tuhan, mengapa tidak Kau takdirkan dia untuk mendampingiku sampai akhir hayatku..?? sakit yang menggerogotimu yang akhirnya terpaksa memisahkan kita.. bahkan dokter-dokter ahli itupun sudah angkat tangan, tidak bisa menyembuhkanmu untuk tetap dapat mendampingiku.. aku tau, ini semua adalah takdir Tuhan.. yang tak seorangpun dapat mencegahnya.. bahkan cinta kita dan sekian lama kebersamaan kita pun tak berdaya.. kau harus pergi.. pergi untuk selamanya.. kau tak kan kembali.. dan tak kan ada yang bisa menggantikanmu.. kau tak tergantika...

Bukan Puisi atau Misteri

Gambar
Assalamualaikum wr. wb. Saya ingin membagi pengamalan saya, yang hampir tertipu, semoga dengan membaca cerita ini pembaca tidak tertipu dengan orang yang menggunakan modus ini. Pada hari Rabu pagi tanggal 15/08/2018, saya di telpon orang yang mengaku bernama Joko Susilo (selanjutnya akan disebut Jolo), -kalau nelpon pakai nomor HP 081294085309- yang berencana akan menyewa mobil berikut supir untuk keperluan liburan di Puncak Bogor selama 5 hari, terhitung tanggal 20 s/d 24 Agustus 2018. Singkat cerita setelah tawar menawar, tercapai kesepatan harga, dan lewat telpon Jolo mengatakan akan memberikan uang muka/DP, padahal saya tidak meminta. Jujur saya sempat kagum plus sedikit heran, saya gak minta DP tapi dia yang duluan bilang akan memberi DP. Siang sekitar jam 11.40, lewat whatsapp (wa), -kalau wa pakai nomor HP 085697161168- Jolo memberikan foto KTP, hal ini juga membuat saya heran, toh saya nggak minta foto KTP. Ini KTP yang dia berikan, tapi sudah pasti bukan KTP dia s...

Pelarian

Dari tempat aku duduk, melalui jendela setengah kusam ini, kulihat mobil-mobil terparkir rapi dibawah sana, orang-orang terlihat kecil berjalan di koridor merah.. Diseberang tempat aku duduk ini, terlihat Gedung Menara Era, Allson dan Dhanapala berdiri tegak, angkuh mencoba menggapai awan.. Pikiranku melayang.. Sementara pembicara yang duduk di dep an sana terlalu berisik, ngoceh terus entah membicarakan apa.. aku penat, sumpek dan ingin lari... Ataukah kubuka saja jendela ini, mencoba lari dari keadaan sekaligus mencoba belajar terbang..? pastilah burung-burung itu akan menertawaiku, mereka pasti akan secepatnya bergosip, "eh, ada manusia tak punya sayap, mencoba belajar terbang.." mereka pasti akan tertawa lebar melihat aku yang pasti terjatuh dari lantai 9.. Bahkan dengan semangatnya mereka akan mengabarkan kabar ini pada angin, pucuk-pucuk cemara dan lampu indah di taman kota.. Aku akan jadi berita bukan hanya di koran dan televisi tapi juga gosipan kupu-kupu pada...

Sosok Hitam Berjubah Hakim

Gambar
Sosok yang mengenakan pakaian jubah hakim itu berdiri di trotoar seberang jalan, dengan payung hitam yang menutupi wajahnya, keremangan cahaya serta gerimis hujan, membuat saya tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya. Hanya terlihat gelap, namun entah mengapa saya merasa sosok itu melihat tajam kearah saya, saya terpaku dalam usaha melihat lebih jelas kearah wajahnya, dan perlahan-lahan sosok itu seperti melayang semakin mendekati saya, sampai beberapa jenak kemudian... srrooottt.... saya terkaget sendiri dengan suara air bercampur udara dalam aqua gelas yang saya pegang, yang habis saya minum melalui sedotan kecil.. saya seperti bangun dari hipnotis, seperti baru tersadar, dan saya lihat sosok itu kembali ke tempatnya semula, berdiri di pinggir jalan... Kisah nyata ini saya alami pada tahun 1998, bulan dan tanggalnya saya sudah tidak ingat lagi. Kisah ini mirip dengan peristiwa yang saya alami pada cerita “Wanita Berpayung Merah”. Saya juga sudah tidak ingat lagi peristiwa mana ya...

Wanita berpayung merah

Gambar
Wanita..?? jujur saja, saya tidak bisa memastikan apakah itu wanita, atau bukan... pun apakah itu manusia atau bukan, saya juga tidak dapat memastikan. Yang saya dan Bapak Velmer Moningka (teman sekantor) lihat saat itu adalah sesosok yang berpakaian wanita, gaun putih panjang, dengan payung merahnya, berjalan berlenggak-lenggok layaknya wanita. Kejadian ini terjadi pada tahun 1998, bulan dan tanggalnya saya tidak ingat lagi, tapi yang pasti sekitar akhir bulan, karena pada akhir bulan, biasanya Bapak Velmer Moningka meminta bantuan saya untuk mengerjakan sebagian tugas beliau di Seksi Perbendaharaan 1 KPKN Ternate (sekarang menjadi KPPN Ternate). Kami mulai bekerja sekitar pukul 22.00 WIT dan biasanya berakhir sampai dini hari. Bapak Velmer Moningka adalah pelaksana tersibuk di Seksi Perbendaharaan 1, selain pekerjaan rutin sebagaimana pelaksana lainnya, yaitu mengurusi DIK (Daftar Isian Kegiatan) dari beberapa satker, Daftar Isian Proyek (DIP) yang beliau pegang jauh lebih banyak...

Malam ke 40

Gambar
Seperti biasa, saya bertugas membawa acara cerita misteri di Madya FM, salah satu radio swasta di Kota Ternate pada kamis malam pukul 21.00 – 23.00 WIT. Malam itu, sekitar pukul 21.30 salah satu fans radio sekaligus teman dari penyiar lain datang ke studio dan mengajak seluruh rekan penyiar untuk berkunjung ke rumahnya. Saya sebenarnya tidak mengenal Sandra, karena saya adalah penyiar baru di radio ini, dan Sandra kabarnya adalah fans lama radio yang saat itu sedang melanjutkan studinya di negeri kangguru dan sedang pulang ke Ternate untuk liburan. Saya sebenarnya tidak ingin ikut berkunjung ke rumah Sandra, selain sudah larut malam karena dari studio pukul 23.00, sehingga terbayang pulangnya akan telah dini hari, juga karena saya tidak mengenal Sandra sebelumnya. Namun, teman penyiar saya memaksa saya untuk ikut dengan alasan biar lebih rame dan seru, bahkan Luki salah satu teman penyiar saya berjanji akan mengantar saya pulang selesainya kongkow di rumah Sandra, dan pada akhirnya say...