Postingan

Menampilkan postingan dari September 26, 2021

It's the mapping of my mind ...

‘Mind Map’ atau pemetaan pikiran, umumnya dibuat dengan berbagai cara kreatif (biasanya menggunakan cabang-cabang) sebagai deskripsi konsep kerja pikiran dan koneksinya di dalam otak.   Karena saya tidak terlahir di era digital, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai ‘digital-native’, lalu mencoba bertanya kepada admin untuk bantu mengatasi ke-gaptek-an dalam hal unggah2 gambar, namun belum juga ada respon, maka pikiran yang sudah saya petakan sedemikian rupa, saya sederhanakan …   ‘Past events’  >>> S + V2 + O In fact,         >>> S + have/has + been + Ving + O   ‘Present’       >>> S + V1 + O In fact,         >>> I + wish + I could … The examples of the sentences: He grabbed my heart >>> He has been grabbing my heart I let him go >>> I wish I could let him go  HOW DO YOU MAP ...

Atasan dan Bawahan

Ntah Aku bingung Ntah Ntah apa jarak yang merentangi kita Dalam banyak kesempatan Kau berjalan dengan pikiran yang tertumpuk lama Rahim dari pengalaman Sari dari peradaban Sedang aku Anak zaman yang lain pula Rahim dari ketidaktahuan baru  Sebab berkah dan masalah bagimu Atasan Apa kau sedang memperhatikan dari menaramu Apa kau sedang mengamati dan menyusun strategi di sana Untuk membangun jembatan ketidaktahuan ini Bawahan Apa yang sedang kau lihat Kepalamu lelah mendongak ke atas sana Menunggu cucuran kebijaksanaan? Atasan dan bawahan Mengapa kau masih bersarang di zaman modern ini Mengapa kau tak ikut pergi bersama perkakas masa lalu Mengapa kau masih ada sebagai jarak yang menghalangi kami Sedang aku Masih mencari padanan yang setara Antar manusia dan manusia Di zaman modern ini Atasan dan bawahan Jangan kau renggut keakraban kami Pergilah jauh Teriaki dan umumkan bahwa dirimu adalah residu waktu dulu Kami, diri kami ini Akan sudah punya pengganti Istilah alternatif yang mendek...

LELAKI INI DAN PEREMPUAN ITU DAN DUA HATI YANG TAK LAGI SATU

Perempuan itu menuliskan hidupnya. Tintanya air mata, jeluangnya serpihan hati. Merangkai diksi dengan hati-hati. Penuh arti namun tetap tersembunyi. Perempuan itu tahu, tak mungkin bebas dari terungku. Tidak saat ini, disaat masih memperjuangkan buah hati. Entah nanti, meski dia tahu mungkin itu artinya mati. Perempuan itu lelah. Perjalanan melelahkan ini tak pernah terangan-angan olehnya. Namun semua  sudah tertulis, tiada daya kecuali berprasangka baik bahwa inilah yang terbaik. Perempuan itu juga sadar, dirinya tangguh, harus begitu. Tak boleh luluh. Tidak saat ini, saat cita-cita hampir diraih. *** Di sudut lain kota, hanya berjarak sekian depa, lelaki ini terlucuti. Membaca cerita yang penuh drama. Seolah tak nyata namun penuh fakta. Ada tawa di sana, banyak juga air mata. Bagai piala, berpindah-pindah di tangan sang jawara. Lelaki ini terkadang bahagia, dirinya bukan satu-satunya. Tapi kisah-kisah itu memaksa untuk percaya bahwa dia-lah penyebab semua malapetaka. *** "Kamu ...

Sorganya Sederhana

Suatu senja,, Binar Cahaya anak nomor lima tergopoh cerita, tentang sorga, yang didengar dari ustadzah di madrasah samping rumah sorga itu katanya negeri di mana terjawab damba tanpa tunda terkabul pinta  tanpa jeda maka katanya, kelak di sana dia minta  hape saja, biar segala waktu bisa nonton nastya dan ayahnya tanpa tunda tanpa jeda #menjaga cahaya #binar