CADONG DATANG
“siapa yang kamu maksud sih, Meyr? Brent apa Amri?” “Amri lah..” “bohong. Dulu kau juga tergila gila sama Brent kan.” “Iya, tapi tidak lagi sejak Amri datang. Haha, haduh bodohnya aku pernah menggilai Brent yang kasar itu.” “Apa kabar dia ya Meyr?” Kim menelisik ke dalam matanya. “Dasar kepo..” Meyr menimpuk Kim dengan bantal. Kim mengomel karena bantal itu merusak masker madunya. Meyr mencari seasalt yang dibelinya beberapa hari lalu. Sayangnya ia tidak mendapatkannya dan malah menemukan sesuatu di laci. “Kim...! kemarilah..” Yang dipanggil cuek dan sibuk dengan body scrubnya. “Seminggu hanya boleh tiga kali Meyr.. dan ini jadwalku..” “Kim... ini milik Brent..” “Eh, Eine Katastrophe?” Kim meledek Meyr yang memandang serius pada sesuatu di tangannya. “Aku ingin menjenguk Brent. Aku harus.” Meyr bersegera mandi dan bersiap pergi. Ia lupa dengan sakit lambungnya. Pemandangan di kantor polisi tidaklah menyenangkan. Beberapa polisi memandang seakan akan Me...