Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 4, 2017

Mosaik Mimpi

Gambar
Senja di padang rumput savana Kotak telepon umum Di dalamnya aku, sendiri Mendengarkan suara ayah dan ibu Malam terang bulan Aku dan teman-teman Berlarian di antara atap perumahan Melompat, terbang ... bagai pegas di tenda sirkus Pagi di pedesaan Mentari lembut menembus kaca jendela Memenuhi sudut ruangan kecil ini Kududuk di atas dipan, tercium aroma sisa air hujan Dan rumput dan bunga yang masih basah Siang benderang di tepi pantai Pasir putih sejauh mata memandang Nyiur melambai, angin bertiup Aneka kerang indah ditinggalkan penghuninya Kulekatkan telinga kepadanya Terdengar deru angin dan dasar samudera

Hempaskan saja ke udara..

"nduk... jadi perempuan itu harus banyak bersabar. Berani mengalah.." "Emang perempuan doang Bu? Laki laki kan juga harus menghormati perempuan.." "Iya.." "Ibu kenapa sih, bisa sabar banget sama ayah yg galak begitu? Sukanya maksa.." Ibu hanya tersenyum, seperti biasa..ia mengatur nafas sebelum berbicara. Wajahnya yang cantik tak lekang oleh usia. Hatinya yang lembut tak kabur oleh umur. "Kalau ibu boleh bercerita..tentang masa lalu.." "Gimana Bu maksudnya? Tentang ayah?" Ibu membetulkan posisi duduknya. Menatapku lekat..melipat tangan di atas meja makan di hadapan kami. Seakan akan ia ingin mengatakan sesuatu yang teramat penting. "Dulu... ibu tidak menikah dengan ayahmu karena cinta." Aku memberhentikan kunyahanku sebentar. Menanti apa yang akan ibu sampaikan berikutnya. "Ayahmu..adalah pegawai negeri yang ngekos di samping rumah eyangmu, orang tua ibu." Wajah ibu bertambah serius. Aku jadi sa...

Tak Ingin Kaya (Bagian-1)

Pagi itu jalanan sudah mulai ramai dengan lalu lalang kendaraan. Meskipun lebarnya hanya pas untuk dua mobil simpangan dalam posisi yang sangat mepet, jalanan Kampung Rawa jadi favorit para pengendara yang ingin mencari jalur alternatif menuju jalur utama. Di salah satu pertigaan, terdapat pos ronda yang kini juga terpampang papan kecil bertuliskan "Sedia Ojek Offline". Dulunya jumlah tukang ojek yang mangkal di situ cukup banyak. Jika skuadnya lengkap bisa hingga delapan orang yang nongkrong menunggu penumpang. Namun seiring perkembangan ojek online yang menjamur parah dewasa ini,  jumlahnya berkurang signifikan. Tiap harinya paling banyak hanya tampak tiga pengojek saja yang mangkal. Sebagian besar yang lain sudah beralih menjadi tukang ojek berseragam yang mengandalkan telepon pintar dalam berburu penumpang. Dari segelintir tukang ojek pangkalan yang tersisa itu, ada sosok pria yang dari rambut putihnya sudah tak bisa membohongi lagi berapa usianya. Namany...

Es Kelapa Muda dari Langit

Beberapa menit menjelang waktu istirahat, telepon yang ada di ruang kerjaku berdering. Ada masalah aplikasi apa lagi nih . Pikirku ketika berjalan mendekat untuk mengangkatnya. Waktu itu satu-satunya alat komunikasi antara pengguna dan tim aplikasi hanya melalui telepon, tidak seperti sekarang yang bisa juga melalui SMS, WA atau layanan online lainnya. "Yah, ada om Luki ke rumah", kabar yang aku terima dari istriku setelah sebelumnya kami saling berbalas salam. Aku sudah lama tidak bertemu adikku meski jakarta dan bandung bukan jarak yang jauh untuk saling berkunjung mempererat tali silaturahim. Tentu ini kabar yang sangat menggembirakan. Memang sejak senin tiga hari yang lalu adikku ada tugas kantor selama lima hari di Bandung, dan pada hari kamis ini sepertinya baru sempat main ke rumah. Aku segera pulang ke rumah yang kebetulan jarak rumah kontrakan kami tidak jauh dari kantor. Jalan kaki kurang lebih sepuluh menit juga sudah sampai. Tapi perjalanan pulang kali ini teras...

Diplomasi Kuliner

Gambar
Malam itu untuk pertama kalinya aku bertatap muka dengan sesama pelajar Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan tinggi ke Swedia. Duta Besar di Jakarta secara resmi mengundang semua mahasiswa dan alumni untuk makan malam dan halal bihalal di kediamannya pada tanggal 14 Agustus yang lalu. Seperti kata pepatah "lain padang lain ilalang" atau "tak kenal maka tak sayang", inilah kesempatan pertamaku untuk melihat dan merasakan sendiri suasana interaksi masyarakat Indonesia-Swedia. Kedatanganku disambut oleh petugas keamanan yang sibuk membuat cek list nama-nama undangan di selembar kertas. Dari luar pekarangan, suasana rumah terasa sepi dan steril. Beberapa waktu kemudian aku diantarkan ke teras. Setelah kudorong pintu besar berwarna putih itu, terdengar suara-suara denting gelas, gumaman anak-anak muda yang mengobrol dan tertawa sambil berdiri di dalam kerumunan kecil. Entah kenapa aku seolah seperti lebur ke dalamnya. Suasana ini terasa sedikit...

Gawai

Bentukmu sangat mudah digemari oleh semua kalangan Bentukmu sangat cepat berubah sesuai dengan jaman dan kebutuhan Bentukmu sangat fashionable makanya banyak kaum hawa menggemari Teknologimu berusia sangat pendek hingga setiap saat bisa berubah Teknologimu menjangkau seluruh dunia bahkan luar angkasa Teknologimu digunakan untuk kebaikan terkadang ada juga untuk kejahatan Adanya dirimu dapat melupakan hubungan sosial dan pertemanan Adanya dirimu memudahkan akses informasi dunia Adanya dirimu memudahkan travelling dengan ala backpacker Ketiadaanmu lebih berharga daripada sebuah surat perjanjian pernikahan Ketiadaanmu dapat mengembalikan langkah yang sudah jauh untuk kembali Ketiadaanmu dapat menyurutkan status di dunia maya Namun bagaimanapun bentuk, teknologi, keberadaan dan ketiadaan mu telah memberikan warna dalam sebuah kehidupan di dunia ini #terinsipirasigawai ##edisilamunansore Puisi ini dapat dilihat juga pada laman https://rulyardi...

Petualangan Damar – Flashback

Perjalanan jauh yang ditempuh dengan kecepatan tinggi dengan motor hingga menuju tepi pantai di perbatasan kota, telah membuat Damar sadar bahwa segala sesuatunya tidak bisa dilakukan dengan emosi sesaat. Hal ini dilakukan Damar setelah bertengkar hebat dengan sahabat, pasangan hidup, rekan kerja, mantan pacar dan idolanya, Tiara. Hal sepele yang dipertentangkan dalam pertengkaran itu. Damar sekarang cenderung lebih memperhatikan motor tuanya, Vespa 125 (VNA2) diproduksi tahun 1958 dibandingkan dengan dirinya. Terkadang Tiara merasa menjadi seorang diri ketika Damar sedang sibuk dengan si Vespa. Bahkan saat vespanya sedang sakit dan butuh perawatan, Damar rela meluangkan waktunya untuk si vespa, sehingga Tiara pergi sendiri dengan kendaraan keluarga yang dimiliki oleh Damar. Pernikahan Damar dan Tiara telah berjalan kurang lebih 12 tahun lamanya. Mereka dikarunia 2 orang anak. Anak lelaki pertama bernama Pujangga Anak Damara dan sudah duduk di kelas 7 SMP. Anak perempuan kedua be...

Antara Pesan Ibunda dan Tanggungjawab Moral

Gaung “ujian nasional’ beberapa minggu terakhir melanda beberapa kota di Indonesia tidak terkecuali Bekasi. Gaung ini berlaku untuk tingkatan sekolah menengah pertama. Setiap pelajar kelas 9 mempersiapkan dengan matang datangnya  sudden death   bagi beberapa siswa ini. Meskipun hanya 4 pelajaran yang diujikan yaitu IPA, Bahasa Inggris, Matematika dan Bahasa Indonesia, namun hasil dari “ujian nasional” ini akan merubah 360 derajat semangat, perilaku dan nasib para pelajar ini. Sekolah juga tidak kalah sibuknya mempersiapkan para pelajarnya dalam menghadapi “ujian nasional” ini hingga mempersiapkan beberapa kali  try out . Pihak sekolah perlu menjaga kredibilitas berdasarkan tingkat kelulusan para pelajarnya. Makanya pihak sekolah sangat berkepentingan terhadap tingkat kelulusan. Karena jika tingkat kredibilitas ini terjaga, maka sekolahnya bisa menjadi acuan dan pilihan bagi para calon pelajar yang lulus dari sekolah dasar. Meskipun pemerintah menjalankan program waj...

Monolog : Anak Burung yang Ingin Berenang

Pagi ini cerah. hemmm....aku baru saja keluar dari lengan mama yang besar, yang telah melindungiku dari udara dingin semalaman. "Mama, aku lapar...aku ingin makan...mamaa...." Tiga saudaraku berteriak-teriak riang, teriakan kami itu...sayup....terdengar dari bawah seperti nyanyian alam dari sebuah pohon yg rindang. "Baiklah......"   mama tersenyum, memandang kami, "Tunggu sebentar, mama akan cari makan buat kalian" Mama mengembangkan kedua lengannya, dan pergi... Setelah mama pergi, kami kembali bernyanyi lagi. Sepasang kaki besar hinggap di rumah kami,,,.ooh tidak, itu bukan kaki mama...kakinya besar sekali dan....manakah ujungnya.....?? Mataku melihat keatas, dan bertatapan dengan sepasang mata hitam yg tajam menatap kami. Ketiga saudaraku berteriak ketakutan dan... aku terbang...dalam sekejap mata ke angkasa... "Mau kau bawa kemana aku? turunkan aku, kataku....tau gak sih cengkeraman tanganmu menyakiti aku.......

Ki Dalang Lurah

Marni memandangi wajah suaminya yang berpeluh. Marni memegang dahi suaminya. Hati Marni berdegup kencang karena suhu badan suaminya panas, tapi sedingin es ketika Marni memegang telapak kaki suaminya. Marni bingung karena hari sudah sangat larut. Hanya bunyi jangkrik yang terdengar. Bunyi jangkrik yang bagi Marni terasa sedang berpesta pora membuat Marni kesal karena dia menganggap jangkrik itu sedang menertawakan ketidakberdayaannya . Tak seorangpun yang bisa dimintai tolong oleh Marni malam itu. Kedua anaknya sudah tidur sejak sore tadi. Anaknya masih berumur sembilan dan lima tahun, belum bisa membantu Marni. Marni juga tak mau mengganggu tetangganya yang sepertinya sudah terlelap dalam tidur karena kelelahan bekerja sepanjang hari. Saat itu, Marni merasa jadi orang yang paling sengsara di muka bumi. Akhirnya Marni hanya bisa mengompres dahi suaminya. Diulanginya terus sampai ayam berkokok di kala pagi. *** “Bu… Bapak kenapa, sakit?” tanya Banu anak Marni yang pertama. Ma...

WE CARE

Pada saat bekerja di hotel Hilton Adelaide, saya pernah mendapatkan training "We care" . "We care" ini adalah program kepedulian lingkungan yang dicanangkan oleh jaringan Hilton hotel Australia. Saya tidak tahu apakah program ini merupakan "worldwide program" -nya mereka atau bukan. "We care" bukanlah suatu program yang rumit, yang butuh banyak dana untuk menjalankannya, sangat sederhana. Pemicunya "hanyalah" keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang banyak tercemar. Keprihatinan akan semakin langkanya sumber daya alam. Kekhawatiran akan kehidupan generasi mendatang. Program ini mungkin bukan murni program internal Hilton hotel dan jaringannya, karena pemerintah Australia juga memiliki kebijakan yang relatif sama. Apa yang dilakukan di Hilton juga dilakukan di kehidupan sehari-hari masyarakat Australia. Suatu pekerjaan yang sangat sederhana, namun butuh kesadaran dan konsistensi yang tinggi.  Inovasi yang dilakukan di Hi...

Karena Satu Ampulnya Begitu Berharga

Gambar
Pertama kali saya mendengar kata donor darah saat tingkat dua kuliah di STAN. Waktu itu, idealisme sebagai mahasiswa sedang tinggi-tingginya. Kayaknya, keren bangettt nih bisa memberi sesuatu buat kemanusiaan. Walaupun membayangkan jarum akan masuk lamaaaa menembus kulit dan pembuluh darah, lalu darah itu mengalir keluar dari tubuh, sempat membuat lemas sekaligus cemas. Apa gue ga bakal pingsann yaa? Alhamdulillah, pengalaman pertama (dan ternyata jadi pengalaman terakhir donor di kampus) ga bikin paranoid. Proses pengambilan darah lancar jaya. Sang jarum tidak perlu ditusuk, tapi dicabut lagi, untuk kemudian ditusuk lagi di tempat berbeda, demi mencari pembuluh darah yang bisa lancar mengalirkan darah. Setelah bekerja, kadang-kadang motivasi donor lebih materialistis. Supaya dapat sarapan gratis lah, suvenir unik lah, atau koleksi penghargaan 10 kali donor, 20 x donor, dst. Anehnya, ketika niat saya bener-bener ingin sarapan gratis atau suvenir, adaaaaa saja halangan sehingga ...