Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 27, 2017

Nasionalisme & Sportifitas (???)

Gambar
Di sela-sela menonton semifinal sepak bola SEA Games antara Indonesia melawan tuan rumah Malaysia, terjadi dialog antara si adek (ad) dan ayahnya (ay) : Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan sebelum kick off : (ad) : Yah, kenapa pemain itu (menunjuk yabes roni, pemuda asal Alor Nusa Tenggara Timur) nangis saat menyanyikan lagu Indonesia Raya? (ay) : karena kak Yabes Roni (dan yang lain) itu sangat mencintai negara kita dek. Melalui lagu Indonesia Raya, rasa cinta tanah air mereka makin bertambah dan makin besar keinginan untuk membela Indonesia sekuat tenaga. Mereka akan berjuang habis-habisan membela tim Indonesia. (ad) : nangis gitu cengeng gak, yah ?? (ay) : orang kalau cinta, hati dan jiwa mereka akan mudah tersentuh. Cinta kepada Nabi, cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia..juga cinta kepada negara kita....  Jadi kak Yabes Roni dkk itu bukan cengeng, tapi mereka saking cintanya dengan Indonesia, hati dan jiwa mereka jadi terharu saat menyebut nam...

Perlukah Anggaran Pendidikan 20% Terhadap APBN?

Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab tulisan rekan saya  disini . Pengkavlingan anggaran dalam APBN memang menjadi masalah bagi pengganggaran kita. Apalagi jika pengkavlingan itu merupakan mandat dari sebuah undang-undang bahkan dalam konstitusi kita. Saya yakin apabila kita ingin mereview kebijakan ini, akan ada pembahasan yang sangat-sangat alot di senayan, mungkin di ikuti dengan beberapa demo sampai kepada penandatangan petisi online. Tapi sebelum saya jelaskan lebih panjang mari kita lihat dulu hak dan kewajiban warga negara terkait pendidikan yang tertera dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas yaitu “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu” (Pasal 5 (1)) serta prinsip pendidikan di Indonesia yaitu “pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa” (Pasal 4 (1)). Oleh karena itu, daripada kita be...