Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 21, 2017

Tanda

Tidak ada satu pun peristiwa fisika di alam semesta yang membedakan hari Senin, Kamis, atau Minggu. Maka, yang menandakan bahwa hari ini Jumat adalah al Kahfi, sholawat, dan khotbah. Oh, tapi kamu boleh juga sih menandainya dengan bike to work , senam, atau nongkrong lebih lama di kantin kantor. Rayakan saja Jumatmu, apapun pendapatmu tentangnya: hari raya umat Islam, hari terakhir bekerja pekan ini, sehari lagi malam minggu dan sepi, atau sekedar ya pokoknya besok bisa jalan-jalan bareng keluarga. Hari-hari adalah kesepakatan, sedang waktu adalah kesempatan. Pagi berulang, tapi waktu tak pernah pulang, walau sebenarnya tak juga hilang. Waktu adalah pita panjang dari awal yang tak kelihatan dan akhir yang tak dapat ditebak, tapi ia digulung sama panjang dengan ukuran satu putaran bumi terhadap dirinya sendiri bernama hari. Saya pikir ini sebuah keajaiban, bahwa semua agama-agama samawi (agama yang ‘diturunkan dari langit’) setuju kalau seminggu ada tujuh hari. Padahal tidak ada ref...

Ramadhan

Wah, sebentar lagi Ramadhan tiba nih! Ada yang kangen? Rindu suasananya? Atau jatuh cinta dengannya? Yuk kita simak kisah kisah Ramadhan dari pegawai di lingkungan DJA. Bukan hanya bikin tambah kangen Ramadhan, tapi juga kangen ibadah tarawih dan keluarga di kampung halaman. Check these out  ! 😉😉😉 ***************************** Handojo, Direktorat PAPBN Terkenang aku pada Romadhon masa kecilku. Teh manis hangat dan kolak pisang buatan Ibu menjadi menu spesial buka puasa. Saat kurasa belum puas kadang kuminum milik kakakku dan dia hanya tersenyum melihat tingkahku. Setelah menyantap menu buka puasa, masjid menjadi lokasi favorit. Sholat berjamaah diiringi canda ria, dari maghrib hingga tarawih menjadi kegiatan rutin, diakhiri momen paling menyenangkan, pembagian 'jaburan'. Tak jarang aku dan kawan kawanku berebut sekedar mendapatkan jaburan. Saat sahur menjadi saat yang ditunggu tunggu bila Ibu menggoreng dendeng sapi, makanan favorit  yang hanya kutemui ...

Review Buku: Physics of The Impossible

Gambar
Sejak awal peradaban, manusia diciptakan berbeda dengan makhluk hidup lainnya karena adanya impian atau cita-cita. Di dalam bukunya "The Evolving Self," Mihalyi Csikszentmihalyi memperlihatkan betapa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang berpikir tentang hari esok. Adapun mamalia lainnya hanya mengolah informasi yang dijumpai seketika pada lingkungan di sekitarnya saja. Hanya manusia yang bisa mengangankan ingin punya pasangan hidup seperti apa, pekerjaan seperti apa, atau kegiatan apa saja yang ingin dilakukannya bila ia mempunyai keleluasaan dalam hal waktu atau kesempatan.  Tengoklah anak-anak kecil, mereka adalah contoh paling tepat yang menggambarkan betapa kita semua pada mulanya (dan fitrahnya) adalah pemimpi. Anak-anak akan mengkhayalkan kehidupan yang paling menarik yang mungkin terbayangkan sejauh pengetahuan atau kosakata yang mereka miliki saat ini. Keponakan saya mengkhayalkan bila dewasa nanti ia akan mengelola dua toko cupcakes (kue mangkok de...

Pagi Cerah di KRL

Mengangguk angguk sambil duduk Wajahnya ditutupi buku Tak kuasa menahan kantuk Sampai badan jadi membungkuk Tak peduli tatapan sinis seorang ibu Berdiri pegal kaki membiru Tak dinyana ada gadis imut Membuat hati jadi terbelenggu Hilanglah segala kantuk Senyum manis menawarkan duduk Berharap suatu saat kembali bertemu Berangan angan kasih kan terpadu Mendadak hati mengkerut Terkesiap ketika tahu Gadis imut anak si ibu Tak mungkin jadi menantu

Diari Saya: Kelahiran Yahya

Sebenarnya setiap saat Allah memberi 2 pilihan ketika disana seakan tidak ada lagi pilihan untuk dipilih; Sabar dan Tawakal U.NAI- --------------------------- Saat itu suamiku mungkin panik. Seingatku hari itu ia  bekerja tidak membawa uang cash yang cukup, atm pun tidak. Bagaimana harus dibayar biaya RS nanti? Ternyata ia membawa segepok uang. Baru saja dibayar salah satu proyeknya, secara cash. Allahuakbar. Ya.. tidak segepok juga sih, tetapi sangat cukup untuk membayar biaya RS waktu itu. Aku menangis di pelukannya. Dokter Caroline tidak hanya mempertanyakan apa aku benar-benar hamil (lalu keguguran), ia juga mengatakan adanya kemungkinan kehamilan di luar kandungan yang harus di operasi kemudian apabila benar terjadi. Tidak sakit badanku, tetapi hatiku yang hancur. Aku sampai di rumah dengan banyak noda darah di terusan merah jambuku dan tatapan sedih keluarga.  Alhamdulillah, mendung segera berganti cerah. Aku menerima kabar bahwa aku diterima di Kementerian Keua...

Aku Suka Sepi Ini

Aku suka sepi seperti ini Ketika bintang-bintang mulai lelah berkedip dan angin menanan hembus. Saat dunia terlihat redup bersama waktu yang seakan terhenti. Karena dalam sepi begini Kita bisa berbincang. Tidak ... bukan kita yang nerbincang. Tapi aku yang mengeluh, meminta, beberapa kali berterima kasih dalam tunduk, dengan takzim. 🌾

RUMAH HARAPAN, Dia Yang Mengikuti Angin

“Tempat saya tinggal digusur, ndi!” Fadli berkata sambil menyeruput kopi yang disuguhkan untuknya. “Sudah sewajarnya, bertahun-tahun lu menempati tempat itu tanpa biaya sewa,” jawabku tanpa perasaan. Fadli adalah teman masa kecilku. Bertahun-tahun dia menempati bedeng di tanah milik Pemerintah Daerah. Fadli membangun bedeng seluas 2X2 meter di tanah yang bukan miliknya. Bedeng itu berdiri tepat didepan tempat pemakaman umum. Semua orang di kampung Dukuh sudah menganggap bahwa bedeng itu adalah rumahnya Fadli. Setiap malam, lokasi di sekitar bedeng sering dijadikan tempat berkumpulnya para preman. Biasanya Fadli dan teman-temannya mabuk-mabukan sampai pagi. Fadli bertahan hidup dengan memalak setiap orang yang lewat di kuburan. Apa yang dilakukan Fadli dan teman-temannya sangat mengganggu ketentraman para penduduk kampung Dukuh. Namun tak ada seorangpun yang berani menegur Fadli dan kawan-kawannya. “Rencana lu apa, dli?” Kuseruput teh yang menurutku kurang manis. “Nggak tahu...