Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 31, 2021

Kesedihan Akan Membunuhnu

Kesedihan itu seperti psikopat. Dalam kelembutan dia masuk menembus rongga dada,  bermain  senyap diantara rusuk yang berjajar rapi bagaikan pasukan penjaga,  tapi tak mampu menahannya  dan akhirnya kesedihan menguasai hati,  mencabik-cabiknya sampai kita lupa arti sebuah bahagia. Saat aku tertawa, dia hadir dan aku hanya bisa tetiba terdiam.  Desakannnya memaksaku menutup bibirku yang terbuka,  tekanannya memaksaku mengeluarkan butiran air yang kusimpan lama dalam dua bola mata.  Saat aku berdiri, dia hadir dan aku harus jatuh terduduk dan tertunduk. Disana sesosok makhluk bertanduk tertawa dengan aroma yang sangat busuk. Kesedihan..  mengapa kita harus berjumpa saat aku sedang mencoba menata istana bahagia,  saat aku sedang belajar tertawa  dan saat ku bertahan jauh dari dia.  Kesedihan ijinkan aku membencimu..  Aku juga berhak bahagia.. Ya kaan.. ?? KOS di WBC (Kumpulan Obrolan Santuy di Warung Bang Casman)

Udin dan Gelembung Sabun

Sengatan sinar matahari pada pukul dua belas siang terasa panas menyentuh kulit. Siapapun yang tidak mempunyai keperluan mendesak untuk keluar rumah, lebih memilih berdiam diri di dalam rumah sambil menikmati hembusan udara segar dari mesin pendingin udara/mesin kipas angin, kipas-kipas dengan kipas tradisional dari anyaman bambu, atau bahkan ada yang berteduh dibawah pepohonan yang berada di halaman rumah. Bagi sebagian yang lain khususnya para Ibu, sinar matahari yang terang benderang menjadi kebahagiaan tersendiri, karena jemuran pakaian yang memenuhi seluruh tali jemuran bisa kering lebih cepat sehingga sebagian pekerjaan rumah bisa selesai lebih cepat dari biasanya. Di musim penghujan, pakaian yang dijemur lebih lama keringnya. Bahkan, jika telah selesai mencuci kemudian menjemur pakaian lebih pagi, menjelang sore atau malam bahkan esok harinya pakaian masih terasa lembab, sehingga apabila dipaksa untuk di angkat pakaian yang lembab tadi dan ditumpuk selama beberapa jam, pakaian-p...