Kisah Para Doa
Satu petang, ia menjumput doa di bintang paling rendah Doa yang masih baru selalu berlendir dan basah Lalu ia lekatkan doa itu di atas ranting muda Doa yang menyala pertanda terkabulnya suatu asa Dulu ibunya mengajari begitu. Kata Ibunya, Doa adalah leluhur mimpi Yang dipetik dari tangis bayi dan tawa matahari Untuk digenangkan bersama kumpulan cahaya terang Kata Ibunya, Doa menjaring semua nyawa Nafas yang membentuk irama di muka semesta Doa adalah syair yang menggema di relung jiwa Maka bersyukurlah mereka yang diselimuti doa Sejak ketuban meletup hingga nyawa tiada Barangkali tak ada kisah yang lebih spektakuler dari terciptanya doa Melebihi terciptanya kunang-kunang dari percikan lentera Karena Tuhan mencintai doa doa dengan sepenuh hatinya Mendengar cerita itu, dia tersenyum sambil memanjat pundak ibunya seraya berkata lirih.... " barangkali aku adalah doamu yang paling bercahaya... bukankah begit...