Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bang Midoen

Aku Bukan Lelaki Sempurna

Pagi itu rasanya enggan sekali untuk bangun dari tempat tidurku. Kepala terasa berat seperti ditindih berkarung-karung pasir. Cakrawala terlihat kelam bergelayut awan yang semakin hitam, sementara sisa rintik hujan dari semalam seperti tak pernah bosan membasahi bumi. Aku tertelungkup dengan guling di atas kepala ku. Sementara itu, istriku sudah berdandan rapi menungguku untuk pergi ke suatu pengadilan. Pikiranku menerawang jauh ke masa lalu, teringat saat awal perjumpaan dengan istriku,   sama-sama menjadi calon mahasiswa di suatu perguruan tinggi di Jawa Barat. Kala itu mukanya tampak polos tanpa make up , dengan pakaian sederhana namun serasi dengan postur tubuhnya, tak salah jika ku sematkan, kamu adalah bunga desa.     Sama-sama berangkat dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Perjumpaanku dengannya seperti sebuah takdir yang tak bisa ku tolak. Dari saling memandang, bertegur sapa, jalan bersama, lalu merajut asmara, semua seolah berjalan begitu sempurna. Hingg...

Nenek Penjual Kantong Kresek

Oleh : Bang Midoen Hari Jum’at itu Matahari bersinar cukup menyengat. Ahmad bergegas menyelesaikan sisa pekerjaan menjelang waktu suara Adzan berkumandang memanggil   untuk menunaikan sholat Jum’at.   Setengah berlari, dengan sigap Ahmad mengganti sepatu dengan sandal jepitnya, yang setia menemani menapaki jalan ketaqwaan menuju arah Masjid Raya, yang biasa jadi pilihan   untuk sholat Jum’at, jika waktu dan pekerjaan di kantor agak sedikit longgar. Maklum antara Kantor tempatnya bekerja dengan Mesjid Raya kurang lebih berjarak satu setengah KM, cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki . Mesjid untuk sholat jum’at memang tersedia di lingkungan kantor, tapi hari itu Ahmad terasa rindu untuk Sholat Jum’at di Mesjid Raya, sudah satu bulan lebih sibuk dengan pekerjaan, sehingga baru kali ini sempat untuk sholat Jum’at di Masjid Raya. Jarak yang harus ditempuh menuju Masjid Raya kurang lebih 20 menit dengan berjalan kaki, melewati taman kota yang siang itu ramai kar...