Postingan

Menampilkan postingan dari September 15, 2019

Badarawuhi (2)

Di ujung lelah, Di antara rebah Penari itu, Datang padaku Dengan Pesona yang menjerat, Bagai  kanak kanak,  aku  menemu  riang Dari bermain bayang bayang, hadirnya yang ada dan tiada Sesekali pernah ingin ujung jarinya ku sentuh , gemetarkan tubuhku seluruh, tapi pelahan bayangnya luruh, Hilang, kian menjauh Aku pun diam, bersimpuh antara rela dan luka Mengharap dia benar adanya Menyadari dia benar tiadanya ---------Catatan KKN Bima------ Sutikno Slamet, jelang pulang 19 Sept 2019 Catatan Lanjutan  setelah baca cerita H orror umor KKN di Desa Penari

Demi Masa

Pukul 7.30 Adnan duduk menghadapi layar monitor di ruangan kerjanya. Pada waktu ini  seharusnya para stafnya yang berjumlah dua orang sudah duduk di kursinya masing-masing. “Assalamualaikum.” “Waalaikum salam,” Adnan menjawab sapaan Tina, salah satu stafnya yang baru saja muncul di ruangan. Tinggal Ponco yang belum datang. Adnan sangat mengharapkan kehadiran Ponco karena ada satu pekerjaan yang harus diselesaikan Ponco dan harus selesai besok. “Kamu nggak bareng Ponco, Tin?” “Nggak, pak. Paling dia lagi nongkrong di kantin. Ngopi,” jawab Tina. Satu jam berlalu, Ponco belum juga menampakkan diri di hadapan Adnan. Adnan mulai was-was. Ia mengirimkan pesan kepada Ponco agar segera masuk ke ruangan. Sampai setengah jam berlalu tak ada jawaban dari Ponco. Sebenarnya ini bukan kali pertama Adnan dibuat khawatir oleh Ponco. Banyak sekali pekerjaan yang akhirnya harus diselesaikan oleh Adnan sendiri karena Ponco tak sanggup menyelesaikannya. Pukul 9.30 Ponco muncul di ruangan...

Tuan-tuan Yang Lupa,

Tuan, kalau kau lupa Biar ku ingatkan lagi, Kau duduk di sana Sebagai wakil kami Pembawa mandat yang kami titipkan Melalu pemilu penuh legitimasi Melaluimu, Telah kami titipkan aspirasi dan mimpi, Sebuah negeri bebas dari korupsi, kejahatan serius  Yang tak cukup ditangani Oleh jaksa dan polisi Bertahun  lalu atas nama konstitusi, Pendahulumu dan  pemimpin negeri berkongsi Lembaga superbody dibidani Diberikannya fasilitasnya  mumpuni, sumberdaya yang mencukupi, cegah, tangkal dan tindak prilaku korupsi Aku  dan engkau sama sama menjadi saksi, betapa kiprah lembaga itu   telah teruji, dari ujung barat sampai timur negeri, Ketua mahkamah konstitusi, anggota legislatif, aparat pajak,  bupati, menteri dan polisi , Pelaku pelaku korupsi dilibas tanpa kenal jeri, Lalu kemana akal sehatmu pergi? Mengatas  namakan konstitusi, Tetiba rancangan undang undang kau inisasi, rumusan omong kosong, tentang urgensi pengaturan ...