Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sedardjuningsih

Tuhan Mengambil Dengan CaraNya

Satu per satu diambilNya Apa yang masih lekat dalam dirimu Semata karena kasih sayangNya Untuk orang yang merindu Beratmu akan terasa ringan Bila kau ikhlas melepaskannya Sadar semua hanya titipan Suatu saat diambil pemilikNya Milikmu bukanlah sepenuhnya punyamu Itu hanya rasa yang membelenggu Fikirmu dipengaruhi perasaanmu Jangan sampai semua itu mengganggu Lepaskan dengan ikhlas Pintu-pintu akan terbuka Aliran cahaya akan memancar Aliran ilmu juga terpancar Lepaskan dengan ikhlas Agar nol selalu mizanmu Neraca seimbang, alat ukur yang pas Adil dan bijak tidaklah semu Lepaskan dengan ikhlas Nuranimu akan berkata Hadapi semua tanpa was was Yakin dengan tuntunanNya Lepaskan dengan ikhlas Berdengung dalam dada bertalu-talu Melepas rasa yang membelenggu Butuh kesadaran dan perjuangan Lepaskan dengan ikhlas Terus ditanam dalam tindakan Bukan ucapan di bibir saja Semua harus dalam kenyataan Lepaskan dengan ikhlas Menjadi pondasi hati yang tenang Menerima ketentuan dan ketetapan Tanpa gejola...

Benih Kesombongan

Merasa lebih teliti Dari orang di sekitarku Benih kesombongan di dalam diri Perlahan menyeruak dalam kalbu Merasa di atas angin Saat menemukan kesalahan orang lain Rasa puas menyelinap perlahan Aku lebih teliti darimu, bersahutan Rasa sesal memenuhi relung kalbu Masih banyak kotoran melekat di hatiku Aku mohon cabutlah sifat burukku Tuhan Agar kefitrahan kembali aku dapatkan Benih kesombongan mencari celah untuk tumbuh kembang Bentuknya bisa bermacam-macam Tumpaslah sampai ke akarnya Gantilah dengan benih ketawadhuan Tawadhu mudah diucapkan, Namun sulit dilakukan Seratnya halus berlapis-lapis Prosesnya terus hingga akhir nanti Yogyakarta, 13 September 2019

Kebenaran Terungkap

Entah berapa lama tersimpan cerita kelamnya Satu kisah dalam balut dua versi berbeda Akhirnya dipilihnya jalan itu Entah apa yang ada di benaknya saat itu 30 tahun berlalu tak terasa Kebenaran terungkap tanpa rencana Menjadi saksi dari kisah anak manusia Semakin yakin suatu saat kebenaran mengemuka Entah bagaimana kelanjutan ceritanya Aku dihadirkan Tuhan untuk menjadi saksi Atas peristiwa yang terjadi Untuk kuambil hikmah dan pembelajarannya Manusia, kadangkala lalai dan lupa Disaat masalah mendera Ada dua jalan tersedia Kebenaran atau kesalahan, semua ada konsekwensinya Semoga Tuhan memberi hidayah Bertaubat di sisa umurnya Menghapus kelam menjadi putih Agar hati tak terasa perih Apakah aku berkesempatan? Mengingatkannya sebagai teman Biarkan Tuhan persiapkan jalan Biarkan Tuhan persiapkan bimbingan Yogyakarta, 13 September 2019

Herang Caina Beunang Laukna

Pepatah Sunda mengatakan Herang caina beunang laukna (Bening airnya, dapat ikannya) Tujuan tercapai, tanpa mengeruhkan suasana Kritik disampaikan dengan cara santun Tujuan yang tulus untuk membangun Bukan untuk mematahkan semangat Apalagi menghina upaya dan tekad Kritik disampaikan melalui seni Pesan tersampaikan, hati tak tersakiti Bila tak digubris, tak perlu resah Tugas kita hanyalah menyampaikan Teladan kita adalah Rasulullah Tugas Rasul pun hanyalah menyampaikan kebenaran Bukan untuk memaksakan kehendak Maka orang pun sukarela mengikuti nasihatnya Jakarta, 13 November 2018 Tantangan puisi bertema “Kritik” dari Komunitas Sastra Kemenkeu

Rasa Sakit Yang Indah

Membaca karya sastra dari berbagai sumber, baik dalam bentuk puisi, pantun, pupuh, gurindam, prosa maupun dalam bentuk lainnya membuat saya merenung, mencoba memahami apa yang hendak disampaikan oleh para penulis. Mencoba mencari pesan Tuhan yang ingin disampaikan lewat berbagai tulisan tersebut. Ketika metafora disampaikan dari bentang bumi makro, maka saya pun mencoba merenunginya dalam bentang bumi mikro saya. Matahari, Bulan, Bintang, dapatkah saya melihat semua itu dalam bumi mikro saya? Ataukah masih tertutup awan yang kelabu sehingga saya belum mampu menyaksikannya? Apakah semua itu karena uap-uap yang menggulung membumbung tinggi menyesakkan dada karena ukurannya telah melebihi dari yang sudah ditetapkan Tuhan? Untuk hal-hal tertentu, penyampaian secara mutasyabihat memang lebih pas dibandingkan bila kita sampaikan secara muhkamat. Berbagai pesan dapat kita sampaikan tanpa menyakiti seseorang. Teguran yang disampaikan dalam balutan kata indah, kadang mampu membuat sese...

Berproseslah

Bila benturan dalam diri masih sering terjadi Dampaknya mengemuka ke luar diri Sulit untuk bisa menyumbang solusi Yang ada hanyalah menjadi  pencetus kelahi Mari sudahi dengan mengenal diri Mengenal jati diri dan mengenal Illahi Robbi Mana mungkin bisa menyelesaikan tugas Bila tak kenal Sang Pemberi Tugas Bila tak segera berproses, kapan kita akan mulai Waktu berjalan terus berlari Bak anak panah terlepas dari busurnya, tak dapat ditarik kembali Bila tak dipeduli, sesal kemudian tak berarti Bila tak mampu berproses sendiri Mintalah bantuan dari sang ahli Bukan berarti berdiam diri Seolah semua bisa dikerjakan sendiri Bila mahar dan amal sudah mencukupi Tentu ada masanya dipertemukan dengan sang ahli Mendapat petunjuk illahi Rabbi Agar berjalan lalu mendaki Siapa mencari akan mendapati Siapa berupaya hasil diberi Siapa tak peduli kerugian menanti Siapa hidup sesuka hati kegamangan menyelimuti Jakarta, 7 November 2018

Ilmu Laduni

Ilmu laduni ilmu yang tinggi Diberikan Allah kepada hamba yang disukai Bukan hanya mengajarkan teori Pengamalannya harus dipenuhi Yang dituntut adalah diri sendiri Bukan menuntut ke luar diri Terus mengupayakan perbaikan di dalam diri Suatu saat bangkit dan menerangi Penjajah takut pemegang ilmu ini Perkembangannya dihabisi Devide et impera digencarkan Agar terpecah persatuan Kelipatan 7 abad adalah tonggak Awal dari suatu kebangkitan Satu hati penerang 1000 manusia Bagi yang sudah bangkit dan tercerahkan 265 juta penduduk Indonesia Memerlukan 265 ribu orang penerang Agar Indonesia bangkit dari keterpurukan Yang sudah berkelindan, perlu diterjang Jakarta, 7 November 2018

Kata-Kata

Kata-kata kadang meluncur begitu saja Saat eforia melanda Lupa, bisa jadi ada yang terluka Kadang akibatnya tak terduga Kata-kata bertebaran di mana-mana Tak perlu kau ambil semua Mana yang diingat mana yang dilupa Pilihlah dengan bijaksana Kata-kata bisa jadi penyemangat jiwa Saat diri lemah tak berdaya Perlahan hangat mengalir di jiwa Memberi amunisi bagi diri tuk berkarya Tangis adalah kata-kata tak terucap Berjuta makna dapat diungkap Bagi yang mampu memahaminya Cukuplah sudah penjelasannya Katamu begini, kataku begitu Berupaya mencari titik temu Berbeda pendapat kadang perlu Tapi tak perlu terus beradu Jakarta, 28 Sep 2018

Selamat Menempuh Hidup Baru

Selamat menempuh hidup baru kawan Hari ini kau ucap janji suci dihadapan penghulu Disamping wanita pilihanmu Semoga dapat menjalin hidup lebih bermakna Suka dan duka akan datang menghampiri Bersama mengarungi bahtera Menjalani hidup sampai akhir nanti Membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah Jadikan dia teman seperjalanan Menapaki jalan lurus yang kau pinta Carilah penerang jalan dan rambu-rambu Agar selamat sampai di tempat yang dituju Banyak godaan, cobaan dan ujian Semua harus dihadapi dengan ilmu Tanpa ilmu, gamang menyergap sepanjang masa Tak tau arah mana hendak dituju Menjalani hidup apa adanya Menuntun kepada kebenaran Menjalani hidup penuh kepura-puraan Dapat menuju jurang kehancuran Tak ada manusia yang sempurna Terimalah dia apa adanya Bersama memperbaiki diri Saling mengisi dan bersinergi Jakarta, 10 Oktober 2018

Terjebak Jargon

Banyak jargon berseliweran di sekitar kita. Bila tak pandai menyikapinya maka kita dapat terjebak di dalamnya. Misal jargon : ‘Pembeli Adalah Raja’. Tulisan ini akan mengulas dari kacamata konsumen saja. Sebagai konsumen, maka reaksi tiap orang tentu saja beragam ketika ada ketidakpuasan dari barang / jasa yang diterima oleh konsumen. Ada yang biasa saja, seolah tidak mengindahkan adanya jargon tersebut. Ada pula yang menyikapinya dengan : ya sudah…. mari kita coba menanyakan ini kepada produsen atau penyedia jasa tersebut. Selain itu ada pula konsumen yang cukup reaktif menanggapi ketidakpuasan tersebut. Untuk tipe konsumen no 3 ini, maka sebaiknya berhati-hati dan lebih mawas diri, karena bisa jadi reaksi yang ditimbulkannya malah merugikan dirinya sendiri. Bisa jadi dia menyikapinya dengan marah-marah, bisa jadi dia menyikapinya dengan gaya ‘bossy’ nya karena merasa “Pembeli adalah Raja”, merasa uangnya bisa membeli apa saja, merasa dia sedang memperjuangkan hak yang seharu...

Pantun Pengingat

Bunga melati bunga kamboja Warnanya putih menarik hati Belajar bisa dari mana saja Salah satunya dari grup ini Ada yang mekar ada yang kuncup Tersusun indah tertata di dahan Sekolah kehidupan tak pernah tutup Bagi  mereka yang membutuhkan Inilah tenun si tenun ikat Dibuat orang dengan indahnya Ilmu dunia ilmu akhirat Semua itu ada porsinya Burung pelikan unik paruhnya Ikan disimpan dalam paruhnya Usia kita ada batasnya Pilihlah ilmu sesuai porsinya CL Pondok Ranji - Tanah Abang, 7 September 2018

Uang

Uang, uang, semua orang butuh uang Tapi, berbeda orang, berbeda pula cara menyikapinya Berbeda orang, berbeda pula cara menyimpannya Berbeda orang, berbeda pula cara memperolehnya Ada yang sangat ketakutan bila uangnya hilang Padahal semua hanya titipan Tuhan Ada yang biasa saja bila uangnya hilang Karena tahu ia hanya menyalurkan titipan Ada yang menyimpannya di berbagai rekening bank Ada yang menyimpannya di dalam dompet dan celengan Ada yang menyimpannya di saku baju atau celananya Yang penting jangan menyimpan uang di dalam hati Karena hati bukanlah tempat menyimpan uang Karena hati bukanlah tempat menyimpan jabatan Karena hati bukanlah tempat menyimpan pernak pernik dunia Karena hati seharusnya menjadi Baitullah Karena uang kadang orang melanggar Karena uang kadang orang meradang Karena uang kadang orang menikam Karena uang kadang orang lupa ingatan Sungguh memabukkan pesonamu uang, Sungguh banyak tipu daya yang kau mainkan Me...

Pemuda Pemudi Harapan Bangsa

Pemuda pemudi harapan bangsa Tumbuh dari bibit berkualitas Disiram dan dirawat dengan ikhlas Oleh kedua orang tuanya Tumbuh kembang dengan subur Melihatnya kita akan terhibur Santun tiap kali bertutur Pandai melebur dan berperilaku lentur Pemuda pemudi harapan bangsa Pandai mengelola dirinya sendiri Memberi contoh dengan nyata Untuk meningkatkan kualitas diri Pemuda pemudi harapan bangsa Makin berilmu makin tawadhu Tak ingin mendongak karena congkak Tak ingin menipu karena malu Pemuda pemudi harapan bangsa Generasi pembawa tongkat estafet Tugas dari generasi sebelumnya Yang masih berderet-deret Jiwa mudamu yang menggelora Membakar semangat untuk berkarya Tak kenal lelah dalam mencoba Hasilkan sesuatu yang berharga Pemuda pemudi harapan bangsa Berada dalam titik kulminasi masa Berada di puncak kekuatan raga Gunakan ini sebelum semua sirna Pemuda pemudi harapan bangsa Satukan rakyat dengan semangat Jangan biarkan ...