Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 19, 2020

Trauma

Ketika matahari baru menampakkan diri, ia berjalan menuju pantai seraya mengukur batas cakrawala. Hari ini cerah, batinnya. Sedikit sisa angin malam melewatinya lalu pergi terusir matahari yg kian tinggi. Ombak datang dan pergi mengiringi langkah laki-laki itu. Setiap kali ia menjejakkan kaki, ombak datang menghampiri, menghapusnya. Sesekali ia menoleh ke belakang menyaksikan jejak-jejaknya yg hilang. Dalam diam pikirannya berkata, 'Ah, seandainya semudah itu menghapus semua kenangan ini' Pantai itu indah, juga tenang. Sedikit sepi karena tempatnya yg tersembunyi. Tempat yg cocok untuk menentramkan diri atau mencari inspirasi. Namun laki-laki itu sepertinya bukan berada diantara keduanya karena ia hanya berjalan tak lama lalu pergi entah kemana. Sorenya ia kembali. Tak lagi berjalan, ia hanya duduk di pinggir pantai. Hanyut dalam lamunan. Terkadang bibirnya terlihat bergerak mengucap kata yg entah apa. Tampaknya ia tengah membiarkan berbagai kenangan muncul bergantian di layar ...

Mungkin Ya, tapi Tidak..

Mungkin Ya, tapi Tidak.. Ketika kau katakan bahwa kamu adalah wanita biasa.. Maka ijinkan ku katakan, mungkin ya, tapi tidak.. Bagiku kau luar biasa.. Ketika kau katakan bahwa kamu adalah sama dengan wanita lain pada umumnya.. Maka ijinkan ku katakan, mungkin ya, tapi tidak.. Bagiku kau berbeda.. Bahkan kalau kau merasa tak indah rupawan.. Maka ijinkan ku katakan, mungkin ya, tapi tidak.. Bagiku kau cantik jelita.. Dengarlah bidadariku.. Aku tak peduli pada, mungkin ya bagi orang lain.. Resapi dan peganglah, tapi tidak bagiku.. Dengarlah pujaanku.. Dengan sentuhan cinta, yang biasa bisa jadi luar biasa.. Dan dengan sentuhan yang sama, yang sama jadi berbeda.. Cinta membuat kau cantik jelita.. Maka cukuplah kau berkata tentangmu.. Biarkan aku yang meraba dan merasa.. Biarkan kau dan aku terbang, melayang, kepayang.. Dan nikmatilah cinta kita.. Jakarta, 220120

"Cinta + Nafsu = + 1"

"Cinta + Nafsu = + 1" Suatu ketika, kala itu.. Berpacu rindu dalam waktu.. Di peraduan mengharu biru.. Samar kulihat tatap sayu.. Detak jantungku kian berpacu.. Seiring detik yang terus berlalu.. Seketika, lalu.. Kuciumi aroma alami tubuhmu.. Bangkitkan cinta-nafsu.. Seketika lalu.. Cinta-Nafsu, mengalun syahdu.. Cinta-Nafsu, malu-malu.. Cinta-Nafsu, mengebu-gebu.. Simponi birahi, bernyanyi-nyanyi.. Membangkitkan gairah insani.. Cinta-Nafsu, ingin menyatu.. Cinta-Nafsu, akhirnya nambah satu..

Spoiler Hidupmu ...