Postingan

Menampilkan postingan dari September 9, 2018

Perempuan Hadirnya dinanti

Perempuan hadirnya dinanti Di garis batas panggung, lelakinya jalani perang, Perani lakon, langkahi tanding Perempuan hadirnya dinanti, Kerlip matanya Menyimpan bara, membakar semangat Berkobar kobar hinga lelah takkan membuat menyerah, Letih takkan  membuat menepih Sebaris senyumnya Percik nyala memantik hasrat berjuang Melebar bentang Hingga tak berpantang pada rintang Tak merapuh karena jenuh Lengking suaranya Sulur penghela menguatkan langkah jelajah gelanggang, Menang hadirkan riang Kalah pun dendangkan senang, Perempuan hadirnya di nanti, Akankah dia datang lagi? Lapas Dhanapala,  5 September 2018

Tentang sapardi, adalah tentang

Berjumpa sapardi,  Selepas pagi Tidak untuk semata Petik nukil puisi,  Pemanis lembar basa basi  Atau ungkap puja puji  Yang kerap kita saji,  Berjumpa sapardi,  Selepas pagi Adalah tentang literasi, Tentang mereka yang menulis karena membaca, Tentang mereka yang berkata setelah membuka telinga  Tentang tulisan kumpulan sastra  Atau kalimat formal penuh angka dan kata,  Tentang buku buku,  Tulisan digital pada gawai di saku  bahkan suara di audio buku,  Sesebuah metode literasi baru  Berjumpa Sapardi ,  Selepas pagi  Adalah tentang Inspirasi,  Tentang mengumpulkan yang berserak dari perjalanan diri, Menuliskannya sebagai fiksi dalam banyak versi, Bisa novel prosa atau puisi  karena fakta hanya ada sekali,   Berjumpa Sapardi , Selepas pagi Adalah tentang kreasi  Adalah Tentang sastra yang bukan sebagai rumit dan lebaynya diksi  tapi tentang seni menggunakan da...