Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 3, 2019

Cantik

Kalau aku perhatikan, iklan yang menawarkan berbagai produk kecantikan selalu menggambarkan bahwa cantik itu identik dengan kulit yang berwarna putih. Bertebaran iklan produk kecantikan yang menjanjikan para perempuan akan memiliki kulit putih hanya dengan memakai produknya. Bahkan ada iklan produk pelembab kulit yang membandingkan kulit wajah seseorang yang belum memakai produk dengan mengotori lengan sang model sehingga warna kulitnya menjadi gelap dan setelahnya menjadi putih merona. Akhirnya semua orang digiring untuk memiliki kulit yang putih. Coba deh pergi ke toko kosmetik, pasti produk yang ditawarkan selalu ada bahan untuk memutihkan kulit baik wajah maupun tubuh. Akhirnya banyak sekali produsen yang menawarkan krim pemutih kulit dengan instan. Itu sudah terjadi dari jaman aku masih sekolah dulu. Diawali dengan   kemuculan sebuah produk kosmetik yang menjanjikan kulit perempuan menjadi putih hanya dalam hitungan seminggu. Remaja-remaja perempuan seusiaku berlomba-lomba ...

Bertepuk Sebelah Tangan

Malam itu Santi mandi dan berdandan. Santi kangen kepada suaminya, Daniel. Sudah lama mereka tidak ngobrol panjang. Biasanya mereka berdua sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka bekerja pada siang hari. Bertemu di rumah ketika mentari sudah kembali ke peraduannya. Setiap malam mereka disibukkan oleh dua anak lelakinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dua anaknya itu berebutan mencari perhatian Santi dan Daniel. Sampai kedua anaknya kelelahan bermain dengan ayah bundanya, energi Santi dan Daniel sudah terkuras habis. “Mas,” Santi berbaring di samping suaminya. “Hmm,” jawab Daniel sambil memegang ponselnya. “Udah lama deh kita nggak nonton film berdua.” “Iya,” singkat Daniel menjawab. Matanya terus menatap layar ponselnya. Sesekali senyum tersungging di bibirnya. “Kita jadwalkan yuk.” “Iya,” kembali Daniel tersenyum sendiri. “Mas.” “Iya.” Iya apa?” “Eh iya, aku ikut maunya kamu aja deh.” Santi mulai kesal. Apalagi dilihatnya Daniel terus-terusan senyu...

Tije ...

Naik Tije J a k ar t a  Bekasi baru tiga kali Setelah tau jadi tidak apriori Ternyata naik tije itu cukup penuh arti Meski diri harus sabar mengantri Suasana bis nyaman dan sepi Meski di halte masih perlu antri Rasanya ingin selalu berganti Antara KRL dan bis tije masa kini Selain murah dan nyaman Tije juga cukup ramah bagi penyandang disabilitas Meski jam sibuk tidak berdesakan Pengguna tetap saling jaga moralitas Jalurnya lancar tanpa hambatan Penumpang bisa tidur dengan pulas Meski masih macet sekitar BNN Namun tenaga tidak akan terkuras deras Tije Tosari-SMB, 2 Oktober 2018 Puisi ini dapat juga dilihat pada laman berikut :  https://rulyardiansyah.blogspot.com/2019/01/tije.html

Lah …

Tak apalah … Tak hadir dalam bincang dengan kang Abik Tak bisa bersua langsung dengannya Tak bisa menjiwai pengalamannya Biarlah … Acara berjalan seperti seharusnya Semua sesuai dengan suratannya Pun saya bisa membaca hasil karyanya meski tanpa tandatangannya Kalaulah … Jiwa-jiwa yang haus literasi itupun tetap semangat Waktu akan mendewasakan semua BnD akan tetap hidup meski tiada yang peduli Akhirnya … Saya pun tetap jauh dari kehadiran kang Abik Terngingang puisi-puisi cintanya beliau Tertegun untuk menjadi bagian dari kisah beliau  Puisi ini dapat dilihat pada laman :  https://rulyardiansyah.blogspot.com/2018/09/lah.html

Obrolan Pagi di KRL

Seperti biasa, awal hari di dalam sepekan, para pekerja, pelajar, pengusaha dan pengguna kereta  commuter line  ( cl,  dibaca :  ce – el)  selalu bergegas untuk naik  cl  yang sedang singgah di peron. Saat itu Senin pagi masih menunjukan pukul 05.45 WIB (Waktu Indonesia di Bekasi). Ada yang berlarian hingga saling bersenggolan dengan penumpang lain, ada juga yang masih berjalan santai karena ingin duduk di kereta dengan jadwal berikutnya. Saat itu ada 2 kereta yang parkir di peron dengan jadwal keberangkatan yang berbeda, kereta dengan jadwal berangkat jam 06.02 dan 06.30. Para pengguna kereta hari itu sangat antusias sekali dalam menyambut aktifitas yang akan dilakukan. Entah kebetulan, saya jadi ikut antusias menyambut hari saat itu. Dengan langkah tegap ala pasukan baris – berbaris, saya memantapkan langkah naik  cl  dengan jadwal 06.02 WIB. Hari itu memang tidak seperti beberapa hari sebelumnya. Kereta yang biasa saya singgahi di gerb...