Makan Malam Bersama Ayah
Dinginnya suhu ruangan membuat jemariku terasa beku. Sebagian rekan kantor sudah pulang sejak pukul lima sore tadi. Aku menatap jam tangan yang angkanya menunjukkan pukul tujuh malam. Belum ada tanda-tanda kalau nota dinas yang beberapa menit lalu masuk ke ruangan Direktur disetujui atau mendapat koreksi. 15 menit berlalu, tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunanku. "Mas, ada catatan dari Ibu!", katanya sambil menyerahkan berkas nota dinas. "Ok, terimakasih ya", jawabku sambil mengamati tulisan dari catatan tersebut. "Oh...hanya diminta menambahkan prosentase realisasi terhadap pagu pada lampiran nota dinas", kataku dalam hati. Beberapa menit kemudian lampiran nota dinas yang mendapat catatan Direktur selesai dikerjakan, dicetak kembali dan langsung aku serahkan kepada Sekretaris Direktur. Setelah memastikan tidak ada lagi pekerjaan yang harus diselesaikan segera, aku merapihkan meja kerja, memakai jaket, mengambil tas lalu izin kepada ...