Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 26, 2017

Jalankan Nasib seperti Menjalankan Sepeda

Jalani Nasib Seperti Kau Mengendarai Sepeda Sudah banyak filosofi kehidupan dengan analogi bersepeda. Menurut saya ini sangat subyektif karena hanya orang2 yang suka bersepeda yang (kemungkinan) memahaminya. Sah-sah saja lah, toh yang hobi catur pun bisa membuat filosofi kehidupan dari hobinya. Atau hobi-hobi lainnya, bebas. Salah satu filosofi hidup yang terkenal adalah quote dari Albert Einstein yang berbunyi "life is like riding bicycle, to keep balancing you have to keep moving" atau banyak lagi yang lainnya. Sekarang saya ingin menambahkan filosofis subyektif: menjalankan nasib sama seperti menjalankan sepeda; cepat-lambat, berat-ringan, semua tergantung pada pikiranmu, tangan dan kakimu. Tak sesederhana quote-nya Einstein memang, karena saya tak sejenius beliau, tapi percayalah, quote ini baru saya dapatkan ketika saya gowes pagi sampai siang tadi. Sepeda modern, umumnya memiliki multi-speed yang dihasilkan dari kombinasi sprocket dan chainring. Untuk yang awa...

Di Sini

aku masih di sini dipenuhi ingatan sapa yang pertama datang aku masih di sini entah pada siapa akan kutitipkan pada siang yg terburu-buru menjadi petang atau pada malam yang berlari menjadi pagi aku tetap di sini masih terpegang erat keinginan yang tersipu malu untuk menampakkan diri

Kirimkan Saja Alif Doa, Bu

Waktu akan ditinggal ibunya sekolah lagi di tahun 2009, Alif yang belum genap berusia 7 tahun adalah anak kecil yang sangat bergantung pada ibu. Kegagapannya dalam mengekspresikan rasa sayang kepada sang adik, membuat dia cenderung cengeng dan pencemburu, sehingga kurang cocok dengan ayahnya. Jadilah ibu sebagai pelabuhan kegalauan dan pencurah perhatian buatnya. Ibu hanya marah besar, sampai kepalanya berasap dan keluar tanduk, kalau Alif tidak mau makan dan susah mandi. Kalau Alif tidak mau sholat, ibu cuma berkata,”Lihat, Kak! Tabungan pahala kakak di pojok kamar sana berkurang banyak sekali.” Dan kadang-kadang sugesti imajinasi ini lebih berhasil daripada gelegar suara tegas sang Ayah. Atau kalau Alif pulang dari sholat berjamaah bersama Rozi di mesjid, sesampainya di rumah dan mencium tangan ibu, ibu dengan ekspresif membentangkan tangannya satu ke atas dan satu ke bawah seolah-olah membawa tumpukan barang yang banyak dan berat. Lalu ibu berkata,”Aduh lihat, kak! Pahalanya b...

Jangan Disatukan Si Pintar dan Si Bodoh

Saya baru memahami mengapa negara-negara maju semakin maju saja dan negari miskin semakin terpuruk. Itu kesimpulan dari pemahaman saya setelah membaca teori yang dikemukakan Maskin. Sebenarnya tulisan ini merupakan rangkuman dari tajuk tokoh di harian Kompas , Jumat, 20 Januari 2017. Judulnya sudah lupa tetapi berkisah mengenai Teori Desain Mekanisme yang dikemukakan Eric Stark Maskin, peraih Nobel bidang Ekonomi 2007. Dalam skala negara, perbedaan negara maju dan negara miskin adalah dari sisi produktivitasnya. Ukuran produktivitas dalam makroekonomi adalah pertumbuhan ekonomi. Mudah-mudahan masih ingat dengan rumus yang paling diingat oleh orang ekonomi   Y = I + C + G + (X-M). Teori maskin tidak menjelaskan soal ini tetapi ada kaitannya secara tidak langsung. Untuk menghasilkan ‘Y’ atau pendapatan nasional tersebut, faktor yang sangat menentukan adalah produktivitas orang atau masyarkatnya (logis). Maskin mengemukakan bahwa kesenjangan, baik secara ekonomi maupun sos...

Aaaahh...gak bakat gue..!!

"Aaah..gak bakat gue..!!" Keluhan ini sering banget kita dengar atau keluar dari mulut kita pada saat kita gak berhasil melakukan sesuatu. Ya semacam justifikasi atas ketidakmampuan kita. Semuanya kita salahkan si "bakat" dan "bakat" yang tidak tahu apa-apa dengan pasrah menjadi kambing hitam hihihi.

Bunuh Diri Bukanlah Suatu Pilihan, Kecuali Bagi Orang-orang yang ... ??

Gambar
Bunuh diri merupakan suatu tindakan yang seringkali dilakukan orang tertentu untuk menyelesaikan masalahnya. Seperti kasus baru-baru ini terjadi, yang menimpa manajer JKT 48 yaitu Inao Jiro (48 th) tewas gantung diri di rumahnya di Pondok Aren, Tangerang Selatan.  Dan penyebabnya disinyalir adalah karena beban pekerjaan yang terlalu berat. Beban yang terlalu berat inilah yang membuat seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, dengan harapan agar mereka bisa terbebas dari masalah pekerjaan, rumah tangga, ekonomi, dll. Ingat artis Marlyn Monroe?  Artis yang banyak dipuja-puji karena kecantikannya ini ditemukan tewas pada tahun 1962 akibat over dosis menelan pil tidur dalam usia 36 tahun, dan kematiannya akibat bunuh diri masih menggema sampai sekarang. Menurut para ahli ada beberapa penyebab dan tanda-tanda orang yang bunuh diri ini. Antara lain karena depresi, penyakit psikologis, dan adanya gangguan kejiwaan. Sedangkan menurut ahli dadakan dalam so...

Naik Kreta Juga Butuh Rex*na

Another rules you probably need to know when you're riding KAI Commuter Line : 1. Jangan main HP mulu dan lupa sama dinamika dunia. Jadi ya Mas, Mbak, selama naik kreta itu turbulence nya banyak, kalo kamu main hp mulu, ga pegangan, trus nyenggol2 sekitarmu tanpa kontrol, jadi sangat mengganggu. Bukan sexis ya, tapi kebanyakan mbak2 ni. Yg nyenggol2 orang seenaknya giliran kesenggol dikiiit langsung mecucu. Kan kamu yg lucu jadi ga lucu lagi .... :3 2. Jangan memaksakan pegangan pada tiang atau tali pegangan (apasik namanya) yang unreachable. Selama kamu nyata2 belum teken kontrak exclusive dan jadi brand ambassadornya Rex*na Deo Lotion ala Ayu TungTing, atau seenggaknya belum jadi bala jaer, jangan terlalu optimis ketekmu wangi, kering dan aman dari jangkauan anak-anak. Gaes ... Plis ... 3. Jangan buru2 menyerbu kreta yang baru dateng. Ok ok yg ini udah ada tanda larangannya. Tapi plis gaes, apa susahnya si nunggu sebentar dan mempersilakan penumpang turun terlebih dahulu...

Warna Warni Kita

Wahai kawan, Pernahkah kau tapaki Gurun tandus gersang Pernahkah kau lewati Taman tanpa bunga bermekaran Lihatlah kawan, pandanglah ke langit biru Selepas hujan saat mentari masih benderang Adakah disana, lengkung busur pelangi? Dalam kemegahan aneka warna  Ada merah, ada jingga, ada kuning Ada hijau, ada biru, nila, dan ungu   Akankah ia sama cantiknya Jika hanya berbalut selembar warna? Tidak kawan..  Ragam warna itulah Yang buatnya indah  Seperti kita, indah dalam masing-masing warna Indah dalam masing-masing agama Dan dalam kebersamaan, kawan Keindahan kita..justru bertambah! Karena itu kawan, Mari.. Mari kita berjalan, Bersama-sama di atas awan Dalam kebersamaan Dalam persatuan Dalam kesatuan Dalam pelangi kita,... Indonesia!

Nama Baru Cama Cami : LOCOM... !!!

Hari pertama mahasiswa/i baru dikumpulkan untuk diberi pengarahan betul-betul menjadi hari yang penuh ketegangan. Yang pertama adalah bahwa kita ternyata belum bisa menjadi mahasiswa/i, masih calon !!! Makanya kemudian kita dipanggil  ‘cama’  dan  ‘cami’ , calon mahasiswa dan calon mahasiswi. Untuk bisa menjadi mahasiswa/i, harus melewati dulu masa orientasi MPK (Masa Pengenalan Kampus) yang penuh dengan ‘teror’, dan waktu dikumpulkan pertama kali itu lah ‘teror’ itu dimulai…

Pantas atau Tidak Pantas ?

Sering kali saya melewati stasiun kereta baik saat berangkat kantor, pulang kerja, jalan bersama dengan keluarga naik kereta (emang gak ada kendaraan ? - saat itu sensasi naik kereta lebih menyenangkan) atau hanya untuk memenuhi perintah atasan melalui diklat dan ijin lainnya. Stasiun saat ini, berbeda dengan stasiun sebelum masa kepemimpinan Ignasius Jonan. Masyarakat dirubah cara pandangnya terhadap stasiun. Kalau dulu stasiun terkesan kumuh, tidak teratur, jorok, tidak nyaman, tidak aman, dan banyak hal negatif lainnya. Namun pak Ignasius Jonan telah merubah paradigma atau stigma itu. Saat ini stasiun itu lebih teratur (tidak semrawut), tertib, rapih, bersih, nyaman dan aman. Bahkan kalau pun harus keliling Jabodetabek dari stasiun ke stasiun, cukup enak dan nyaman sepanjang tidak melakukan  tap out  dari  barier gate  nya. Arena food court dekat stasiun juga lumayan enak. Namun ada hal aneh yang belum bisa berubah dari masyarakat kita meskipun sudah melek den...

Mimpi dan Kenyataan

Gambar
Haga Kyrkogata, October 2013  (foto: koleksi pribadi) Sewaktu kecil, mimpi saya adalah menjadi ibu rumah tangga. Belajar memasak, menghias rumah, menunggu suami pulang sambil bercengkerama dengan anak-anak yang manis dan menyenangkan di rumah.  Apa daya sampai usia melewati kepala tiga, saya belum mendapatkan jodoh. Dan tentu saja banyak hal yang terjadi sejak impian masa kecil saya sampai menginjak usia dewasa. Kalau boleh jujur, apa yang terjadi sepanjang hidup ini banyak yang tidak sinkron dengan karakter asli saya. Namun demikian, bukan berarti saya tidak menikmatinya ... dan mensyukurinya.  Selama lebih dari 10 tahun, saya adalah wanita karir, dengan lingkungan pekerjaan yang sangat maskulin. Bila saya hanya mengikuti naik-turunnya perasaan, mungkin dunia karir sudah saya tinggalkan sejak lama. Ini adalah tantangan untuk seorang introvert yang cita-cita mulanya adalah ibu rumah tangga, setelah mentok menyadari bahwa bolak-balik ke planetarium tidak serta...

Pencapaian...Pemahaman...Titik Akhir Suatu Perjalanan

Suatu pagi, disaat 'kesibukan' rutin keluarga, tiba-tiba si Adek (panggilan kami buat si bungsu) mengambil kuas make-up mami-nya dan menjadikannya semacam 'mic'. Dengan 'mic' tersebut adek berlagak sebagai wartawati mewawancarai saya; Adek: "Nama bapak siapa?" Saya: "Indra" Adek: "Hobi Pak Indra apa?" Saya: "Taekwondo" Adek: "Wow... interesting , sabuk apa?" Saya: "Sabuk merah" Adek: "Kan sudah lama latihannya, kok nggak sabuk hitam?" Saya: "Papi emang gak mau dek" Adek: (sambil ngeloyor pergi) "ah gak selesai itu namanya"

Transformasi Bukan Roda Besi

Ide untuk "menghidupkan" Pojok Transformasi oleh para Duta Transformasi DJA patut diacungi jempol. Bagaimana tidak? Pojok Transformasi yang berlokasi di salah satu sudut lobi gedung Sutikno Slamet tersebut selama ini "mati suri", tidak ada tanda-tanda "kehidupan". Jangankan mengundang minat orang untuk mampir melihat apa yang ada disana, keberadaannya pun mungkin diabaikan. Makanya ketika salah satu Duta mem- posting  undangan "mampir ngopi dan diskusi" di Pojok Transformasi, saya sempatkan mampir. Rugi kalau tidak hehehe, pertama karena 75% dari duta transformasi tersebut adalah wanita cantik, yang kedua karena ada kopi gratis hahaha.

Hijaukan mata, tenggelamkan warga

Coba perhatikan rumah kita, komplek atau  cluster  perumahan kita, seberapa banyak kita menemukan pohon dan rerumputan di sana?. Masih seringkah kita mendengar suara burung berkicau yang hinggap di ranting-ranting pohon seputar tempat tinggal kita? Alhamdulillah kalau masih banyak hijau-hijaunya, kalau masih ada suara burungnya. Mungkin ada yang berpendapat wajar karena kita kan hidup di Ibukota ataupun pinggiran kota yang terimbas pesatnya pembangunan Ibukota. Kalau mau lihat hijau-hijau atau mau mendengar suara burung berkicau, ya pergilah ke desa.

Shalat itu boleh di langgar

Kalimat di atas tentu akan mengagetkan banyak orang karena dalam tradisi keberagamaan tidak mengenal istilah ' langgar '. Dalam ungkapan lisan memang ini cukup menarik karena terdengar tanpa beda antara ' di ' yang dipisah dengan ' langgar ' yang menunjukkan keterangan tempat dan ' di ' yang digabung dengan kata ' langgar ' yang menunjukkan kata kerja.

Mabuk Durian : Mitos atau Fakta ?

Durian selalu menjadi topik menarik karena rasanya yang sanggup memberi sensasi hebat bagi para penikmatnya. Buah ini sangat pupoler terutama pada saat musimnya, bahkan saking populernya tak jarang kita temukan kata durian ini di beberapa peribahasa kita.