Demi Masa (3), Pegawai Baru
Pukul 22.00 Tina membaca ulang pekerjaannya. Matanya terasa berat karena dari sore ia fokus mengerjakan tugas yang dititipkan oleh Ponco kepadanya. Dibawanya kertas kerja yang telah diselesaikannya ke cubicle Adnan. Setelah dipersilakan, Tina duduk menghadapi Adnan. Kertas yang dipegangnya beralih ke tangan Adnan. “Pak, boleh saya bicara dulu?” tanya Tina. “Boleh-boleh aja sih, cuma kan ini udah larut, kamu nggak pengen pulang?” “Ah, Bapak. Biasanya juga nggak peduli kok saya pulang malam atau bahkan pagi,” sindir Tina “Hehehe, ya nggak gitu juga kali,” Adnan tertawa kecil. “Oke…oke, apa yang mau dibicarakan?” sambung Adnan. “Masalah sensitif sih pak. Bapak jangan marah ya…..,” Tina agak ragu melanjutkan bicara. “Kamu hamil?” mata Adnan melotot ke arah Tina. “Makanya jangan bergaul bebas gitu, Tin. Nanti jadi aib semuanya. Kan saya juga…..,” belum sempat Adnan melanjutkan omongannya Tina memotong perkataan Adnan. “Ya Allah, Pak. Tega ya Bapak nuduh sembarangan. ...