Postingan

Menampilkan postingan dengan label Demi Masa

Demi Masa (3), Pegawai Baru

Pukul 22.00 Tina membaca ulang pekerjaannya. Matanya terasa berat karena dari sore ia fokus mengerjakan tugas yang dititipkan oleh Ponco kepadanya. Dibawanya kertas kerja yang telah diselesaikannya ke cubicle  Adnan. Setelah dipersilakan, Tina duduk menghadapi Adnan. Kertas yang dipegangnya beralih ke tangan Adnan. “Pak, boleh saya bicara dulu?” tanya Tina. “Boleh-boleh aja sih, cuma kan ini udah larut, kamu nggak pengen pulang?” “Ah, Bapak. Biasanya juga nggak peduli kok saya pulang malam  atau bahkan pagi,” sindir Tina “Hehehe, ya nggak gitu juga kali,” Adnan tertawa kecil. “Oke…oke, apa yang mau dibicarakan?” sambung Adnan. “Masalah sensitif sih pak. Bapak jangan marah ya…..,” Tina agak ragu melanjutkan bicara. “Kamu hamil?” mata Adnan melotot ke arah Tina. “Makanya jangan bergaul bebas gitu, Tin. Nanti jadi aib semuanya. Kan saya juga…..,” belum sempat Adnan melanjutkan omongannya Tina memotong perkataan Adnan. “Ya Allah, Pak. Tega ya Bapak nuduh sembarangan. ...

Demi Masa (2)

Pukul 17.00 “Tin, gue tunggu di kafe  Mawar ya.” “Iya Mas, segera meluncur,” Tina mengambil  tasnya. Ia bercermin ke ponselnya sambil menambahkan gincu di bibirnya. “Yup, aku udah cantik.   Wait for me , Mas Agung  sayang…..,” Tina beranjak dari tempat duduknya. “Tina…..,” “Ya, Pak?” Tina berbalik mendengar Adnan memanggil namanya. “Kamu jangan pulang dulu ya. Bantu saya selesaikan laporan penjualan. Walau ini sudah agak terlambat, nggak apa-apa yang penting laporan selesai. Bahannya sudah saya email ya. Pak Charles udah marah-marah. Please.” Kedua tangan Adnan dikatupkan di dada pertanda ia sangat membutuhkan bantuan. Tina merasa serba salah. Sudah sering ia membatalkan janji dengan Agung, kekasihnya karena banyaknya tugas yang diberikan Adnan kepadanya. Sebagian besarnya adalah menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan Ponco, teman kerjanya. “Memangnya Ponco ke mana, Pak?” antara kesal dan bingung Tina bertanya kepada Adnan. “Dia nggak masuk hari ini k...

Demi Masa

Pukul 7.30 Adnan duduk menghadapi layar monitor di ruangan kerjanya. Pada waktu ini  seharusnya para stafnya yang berjumlah dua orang sudah duduk di kursinya masing-masing. “Assalamualaikum.” “Waalaikum salam,” Adnan menjawab sapaan Tina, salah satu stafnya yang baru saja muncul di ruangan. Tinggal Ponco yang belum datang. Adnan sangat mengharapkan kehadiran Ponco karena ada satu pekerjaan yang harus diselesaikan Ponco dan harus selesai besok. “Kamu nggak bareng Ponco, Tin?” “Nggak, pak. Paling dia lagi nongkrong di kantin. Ngopi,” jawab Tina. Satu jam berlalu, Ponco belum juga menampakkan diri di hadapan Adnan. Adnan mulai was-was. Ia mengirimkan pesan kepada Ponco agar segera masuk ke ruangan. Sampai setengah jam berlalu tak ada jawaban dari Ponco. Sebenarnya ini bukan kali pertama Adnan dibuat khawatir oleh Ponco. Banyak sekali pekerjaan yang akhirnya harus diselesaikan oleh Adnan sendiri karena Ponco tak sanggup menyelesaikannya. Pukul 9.30 Ponco muncul di ruangan...