Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 1, 2023

Diary Umbi

 Dear diary, Hari ini ada yang mutasi, Ada yang ke sana, ada yang ke sini, Para petinggi hilir mudik cari informasi Bagimana si itu, bagaimana si ini bergegas lekas atur strategi Jangan sampai si itu, ke sini, Agar kita tak terbebani nanti Jangan sampai si ini ke sana Enak banget mereka, kita dapat sisa Kita para umbi,, Kadang seperti komoditi Yang bisa di tawar ke sana ke mari Sedang  kita tak pernah punya opsi Selain menerima siapapun teman atau petinggi, Anggap saja kalau kebetulan dapat yang baik,  itu rejeki  kalau dapat yang galak,  menjadi uji kita hanya perlu bersabar,  karena untuk itu juga, Salah satu alasan kita umbi diberi gaji Baik atau buruk kita, Baik atau galaknya mereka, Tak ada yang abadi Cepat atau lambat,  kita atau mereka  aka pergi  dan terganti,  kita hanya perlu bersabar,  karena untuk itu juga, Salah satu alasan kita umbi diberi gaji (Iseng pagi pagi, semua ini fiksi, kalau ada kesamaan  cerita, hanya...

Hikayat

(untuk tetehnumaketiung : Mahadewi) ku selalu ingin ke sini, Suatu tempat di ujung jalan paspati Merawat ingatan tentang masa itu, Kita yang duduk berhadapan  Terpisahkan oleh meja panjang, Makanan pesanan  yang dibiarkan dingin, oleh percakapan dan tatapan yang hangat Sesekali waktu itu  Kali kaki kita yang berayun  Di bawah kaki meja saling bertubrukan, Lalu kitapun tertawa bersama Seperti kanak yang baru tahu cinta Aku selalu ingin ke sini, Mengingat caramu memuji  atau menguji ku pertama kali   "Kamu tak tampan,  tapi aku suka dengan dua bola matamu,  yang kecoklatan lucu seumpama mata kelinci,  dan alis matamu  yang tebal, seperti ulat bulu" Sungguh,  waktu itu kupikir  kamu  hanya basa basi, Hingga dua puluh satu tahun hari ini, kau tak pernah berhenti Memuji dua mata kelinci itu  Yang menatapmu takjub, setiap hari (Puisi yang belum selesai, mungkin tak akan pernah selesai )