Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label JoRay

Pejuang Dalam Sepi

Ada isak lirih namun masih cukup terdengar di situasi hiruk pikuk pada hari yang dicemas-cemaskan, hari yang dinantikan untuk sebuah kabar kepastian penempatan menyusul tuntasnya masa pendidikan selama tiga tahun terakhir ini. "Yang sabar mas, banyak temannya kok," hiburku kepada teman yang sejak dibacakan nama-nama beserta kota penempatannya langsung memutar kursi, membalikkan badan, meluapkan sesuatu untuk beban yang datangnya sangat tiba-tiba. Jawabannya hanya terlihat sebagai mata yang berkaca-kaca tanpa sepatah kata apapun. Aku harus mengalihkan ke hal lain sebelum tahu pernyataanku betul-betul menambah kerisauan yang menimpanya. Pasti ada sesuatu yang tidak sekedar jarak kota penempatan yang jauh, disebabkan teman-teman lain yang setempatan kotanya terlihat baik-baik saja, bahkan masih bisa menyelipkan canda di tengah kegalauan sebagian besar para alumni yang memang sejak awal perkuliahan sudah diwanti-wanti harus siap untuk ditugaskan di mana saja. Tetapi pada hari pen...

Berhentilah Sejenak

Berhentilah sejenak teman, mungkin perjalananmu sudah terlalu jauh penuh peluh Bahkan engkau akan tertawa mengenang masa sedihmu yang dulu di sini, di tempat yang akan membuatmu mudah untuk menguras ingatanmu tentang banyak hal Duduklah bersama teman masa lalumu ‎yang akan selalu hadir menemani tawamu Tetaplah bersama melawan rasa takut yang terlalu berani menghadangmu Bogor, 21 Juni 2020

Pecahan-pecahan Kebaikan yang Tak Akan Terlupakan

" Fid... iso teko ngumpul-ngumpul ga bengi iki ?", begitu isi sms yang selalu datang beberapa hari setelah lebaran pertama. Tak ada tanda-tanda bosan mengirimkan sms seperti ini meski jawabanku tidak selalu bilang bisa. Pengirimnya bisa dipastikan bahwa teman alumni SMA-nya dan bahkan teman seangkatannya tak ada yang tak mengenalnya. Acara kumpul-kumpul pra-reuni yang diperkirakan efektif mulai 2009 ini, seperti buah dari proses yang penuh dengan keringat dan usaha yang tak pernah mengenal lelah dan bosan. Bagaikan mengumpulkan tulang-tulang berserakan, hanya yang bermental persaudaraan yang tinggi yang mampu melaksanakan, sementara media komunikasi belum secanggih seperti sekarang. Tercatat, terbentuk group milist dengan kurang lebih 37 members (media komunikasi yang nge-hits waktu itu) pada April 2005, meski baru mulai rame postingan pada Januari 2006. Mungkin karena ada pilihan media komunikasi yang lebih menarik, denyut nadi 'kehidupan' terus mengalami penuruna...

Ibu

Untukmu yang jauh di sana yang hanya berteman rindu dengan anakmu yang hari-harimu penuh canda dengan sepi Mungkin satu-satunya yang merisaukanmu saat ini adalah jarak jauh yang begitu mengganggu setiap keinginanmu untuk memelukku Tidak seperti dulu yang hangat rangkulmu tak pernah mengenal kata waktu Dan waktu yang terus berlari tanpa kau sadari raga yang tak selamanya mampu bahkan untukmu berdiri sendiri kau tetap selalu mengkhawatirkanku Sementara aku di sini sibuk dengan riang tawa tanpa menyadari peran yang seharusnya berganti Ibu maafkan anakmu *Selamat Hari Ibu 22 Desember 2017

Sweeping Tersukses

Secara formal, keikutsertaanku di diklat teknis komputer ketika itu menjadi titik awal karirku di bidang IT/Komputer, meskipun belajar pemrograman sudah aku mulai setahun sebelum ikut diklat. Waktu itu, diklat teknis komputer termasuk diklat  paporit  (sedikit penyesuaian dengan tempat aku tinggal sekarang : Bogor... hehe)  bagi teman-teman. Wah, minat teman-teman ke dunia IT besar juga ya,  tapi tunggu dulu. :D Hampir semua teman-teman yang ditempatkan di luar jawa, rajin cari info ada diklat apa saja yang bisa diikuti. Alasannya satu : biar bisa dekat dengan kampung halaman. Jadi tidak ada hubungannya dengan minat di dunia IT. Sssst... rahasia :P Kebetulan diklat teknis komputer ini lamanya : 1 bulan plus 4 bulan. Lumayan bisa berkeliaran di jakarta dan kampung halaman selama total 5 bulan. Satu kesempatan yang harus diambil. Ini jelas terlihat dari peserta yang lulus seleksi, lebih dari 80% dari luar jawa. Akibatnya hampir setiap akhir pekan, tempat pengina...

Pindah Gigi

Ini kisah ketika saya kos waktu kelas 3 SMA dulu. Sebetulnya tidak ada halangan untuk tidak kos, tapi biar kelihatan serius dalam rangka menghadapi EBTANAS. Wah  istilahnya kuno banget ya, beda ama sekarang : UN.  Kalau kos kan biar bisa lebih fokus belajarnya, biar bisa lebih sering diskusi sama teman-teman untuk persiapan ujian, meskipun pada kenyataannya sama juga, bahkan malah lebih sering nongkrongnya daripada belajar. Ssst...  Tapi memang benar apa kata orang ( orang yang mana ya :P ), "kos jauh lebih seru", selalu ada cerita, ada canda dan tawa, ada juga dukanya terutama kalau tanggal-tanggal tua. Hush... kok jadi curhat begini. Saya masih ingat, malam pertama kos, semalaman diiringi lagu 'Hello'-nya Lionel Richie ,  sangat menyentuh dan sekaligus menyedihkan. Menyentuh karena memang lagunya ok banget, dan menyedihkan karena aku gak enak mau matiin lagunya, itu tape recorder punya teman sekamarku. Sekarang kalau dengar lagu itu, jadi ingat masa-mas...

Mengapa Saya Ingin Menulis

Sering kali saya menjumpai tulisan yang membuat saya menangis, tertawa, sedih, menjadi bersemangat, dan berbagai ekspresi lainnya. Hal ini sudah cukup jadi bukti bahwa pengaruh tulisan itu sangat besar terhadap perasaan seseorang. Dengan tulisan yang isinya sangat menyentuh, seseorang dapat terketuk hatinya untuk kemudian tersadar terhadap sesuatu. Tidak sedikit seseorang sulit untuk diingatkan secara lisan, tapi mudah tersentuh oleh nasihat-nasihat yang dikemas dalam bentuk tulisan yang baik. Seseorang bisa juga menjadi terharu ketika membaca tulisan yang dikemas dalam bentuk kisah-kisah inspiratif. Kisah-kisah yang baik ini, tidak akan menginspirasi orang lain apabila tidak ditulis yang kemudian akan dibaca orang lain. Tulisan bisa juga memotivasi seseorang yang pada saat sedang tidak memiliki semangat untuk maju dengan potensi yang sebenarnya sudah dimilikinya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah ilmu-ilmu dari orang-orang sebelum kita, dapat kita pelajari dari tulisan yang dibuat ...

Cita-cita Yang Tercapai

Malam beranjak menyepi ketika ditemani hujan yang terlihat sabar dengan rintik-rintiknya. Suara syahdu tetesan airnya membuaiku untuk tetap bermalas-malasan merebahkan punggung di tempat yang biasa aku menghabiskan malam istirahatku. Ini memang waktu yang ideal untuk segera melepaskan segala kepenatan dari hiruk pikuknya beban di sepanjang hari tadi. Belum juga sempat mengawali petualangan ' hibernasi '-ku malam ini, kudengar rintihan kesakitan dari istriku. Rupanya sakit gigi yang dikeluhkan sejak pagi tadi, mencapai puncak sakitnya di saat orang-orang berangkat ke tempat peraduannya. Baru kali ini aku tahu betapa sebegitunya orang mengeluh karena sakit gigi. Aku menjadi tidak heran beberapa tahun yang lalu ada seorang teman yang protes keras gara-gara mendengar lagu yang liriknya kurang lebih bermakna " lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ". Kata temanku itu, " penyanyinya tidak pernah sakit gigi sih, kalau aku ya mending sakit hati daripada sakit gigi...

Perguruan Tinggi dan Ambisi Orang Tua

Proses seleksi masuk perguruan tinggi pasca SMA sebetulnya siklus rutin yang akan kita jumpai setiap tahun, tapi selalu saja ada drama-drama yang mengharukan, ada kegembiraan dan ada juga kesedihan. Suasana dramatisnya mirip-mirip pada final sepakbola level eropa atau dunia semisal liga champion atau piala dunia. Di akhir laganya selalu menyisakan dua pihak yang keharuannya sangat kontras. Meski sebagian dari dua pihak itu memiliki cara mengekspresikan yang kadang terlihat sama, katakanlah dengan menangis, tentu memiliki latar belakang emosional yang sangat berbeda. Para pendukungnyapun tak kalah seru dalam menyikapi hasil akhir laga fenomenal tersebut. Sedramatis apapun itu, proses seleksi masuk perguruan tinggi dan final laga sepakbola yang sangat terkenal itu tentu harus dipahami sebagai sesuatu yang berbeda, minimal dalam konteks pendekatan filosofis. Final liga champion adalah hasil akhir, sementara proses seleksi masuk perguruan tinggi hanyalah titik awal dari sebuah perjalanan m...

Es Kelapa Muda dari Langit

Beberapa menit menjelang waktu istirahat, telepon yang ada di ruang kerjaku berdering. Ada masalah aplikasi apa lagi nih . Pikirku ketika berjalan mendekat untuk mengangkatnya. Waktu itu satu-satunya alat komunikasi antara pengguna dan tim aplikasi hanya melalui telepon, tidak seperti sekarang yang bisa juga melalui SMS, WA atau layanan online lainnya. "Yah, ada om Luki ke rumah", kabar yang aku terima dari istriku setelah sebelumnya kami saling berbalas salam. Aku sudah lama tidak bertemu adikku meski jakarta dan bandung bukan jarak yang jauh untuk saling berkunjung mempererat tali silaturahim. Tentu ini kabar yang sangat menggembirakan. Memang sejak senin tiga hari yang lalu adikku ada tugas kantor selama lima hari di Bandung, dan pada hari kamis ini sepertinya baru sempat main ke rumah. Aku segera pulang ke rumah yang kebetulan jarak rumah kontrakan kami tidak jauh dari kantor. Jalan kaki kurang lebih sepuluh menit juga sudah sampai. Tapi perjalanan pulang kali ini teras...

Ramadhan

Wah, sebentar lagi Ramadhan tiba nih! Ada yang kangen? Rindu suasananya? Atau jatuh cinta dengannya? Yuk kita simak kisah kisah Ramadhan dari pegawai di lingkungan DJA. Bukan hanya bikin tambah kangen Ramadhan, tapi juga kangen ibadah tarawih dan keluarga di kampung halaman. Check these out  ! 😉😉😉 ***************************** Handojo, Direktorat PAPBN Terkenang aku pada Romadhon masa kecilku. Teh manis hangat dan kolak pisang buatan Ibu menjadi menu spesial buka puasa. Saat kurasa belum puas kadang kuminum milik kakakku dan dia hanya tersenyum melihat tingkahku. Setelah menyantap menu buka puasa, masjid menjadi lokasi favorit. Sholat berjamaah diiringi canda ria, dari maghrib hingga tarawih menjadi kegiatan rutin, diakhiri momen paling menyenangkan, pembagian 'jaburan'. Tak jarang aku dan kawan kawanku berebut sekedar mendapatkan jaburan. Saat sahur menjadi saat yang ditunggu tunggu bila Ibu menggoreng dendeng sapi, makanan favorit  yang hanya kutemui ...