Postingan

Menampilkan postingan dengan label "D"

Drupadi (3)

D rupadi siapakah yang mengirimkanmu pesan  saat kita tengah berbincang sedekat ini?  pesan yang membuatmu sumringah tersenyum sendiri, bagai senyum  gadis usia belasan yang jatuh hati, aku tak ingin bertanya jauh, ku tahu  kau akan punya jawaban seribu versi,  k arena nama belakangmu "alibi" Drupadi, ada kisah yang konon tervalidasi, kelihaianmu  beralibi begitu teruji, suatu ketika ada perempuan yang lelakinya kau dekati,  m enemukan setumpuk bukti,  kalau kau lah  yang memulai bermain api, alih alih segera berhenti,  seperti juru kampanye engkau memilih pergi kesana kemari,  m enyulap fakta terlihat fiksi,  mengubah  kisah nyata seolah rekaan orang yang dengki Kau tahu hasilnya, Drupadi  begitu banyak orang yang memberimu simpati Drupadi...drupadi,  hidup kadang memang menghadirkan tragedi, perempuan   yang kau tikam dadanya dengan belati,  d isalahkan karena ceceran darahnya mengotori...

Prasangka

Prasangka , Kadang makin tanak Ketika kita membuat jarak Kadang pelahan hilang Seusai sedikit bincang Kadang kian mereda  Setelah bicara terbuka Maka, Seandai tak bisa Tak berprasangka Lekaslah berbincang atau bicara Sebelum semua membuncah jadi prahara

Pada simpang Ruang Kerja

  (sebuah kado pelepasan) Kita pernah duduk di meja yang sama, Berbagi cerita di sela tumpukan kerja, Tertawa di tengah tekanan, Menemukan arti teman di balik peran. Hari-hari berlalu dalam jejak langkah yang saling menguatkan, Kopi pagi, candaan ringan, rapat yang kadang membingungkan, Semuanya jadi lembar kenangan, Yang tak akan mudah dilupakan. Kini, waktunya tiba untuk melangkah, Bukan berpisah karena luka, Tapi karena SK memanggil ke arah berbeda, Namun, kisah kita tetap terjaga. Terima kasih untuk kebersamaan yang tulus, Untuk bahu yang diam-diam menopang, Untuk semangat yang tak pernah putus, Dan tawa yang selalu datang tanpa ditentang. Meski ruang kerja tak lagi sama, Tapi hati kita tetap saling menyapa, Doa kami menyertaimu di setiap langkah baru, Sampai jumpa lagi, di persimpangan ruang kerja dan waktu               - Sembilan Juli Dua Ribu Dua Puluh Lima,             Gedung Sutikn...

Drupadi (2)

Drupadi, merasa dirinya menjadi maharatu, Ibu Peri  pintar dengan manis tingkah laku, Wajah cantik mempesona sepanjang waktu  Tempat segenap mata dunia tertuju Drupadi Puja dan puji padanya melahirkan congkak, Reputasi sebagai penakluk lelaki tertanam di benak  Ditebarnya pesona pada setiap pijak, Kata dan sikap manis yang menjebak  Dan hati lelaki tak ubah mainan kanak kanak, Direngkuh asik dalam permainan sejenak Lalu setiap bosan mendera, satu persatu dicampak, Kesedihan mereka, menjadi bahan tawa tergelak Drupadi,  Tak takutkah dia akan karma? Satu dua hati yang terluka , akan menyisakan bara, Yang terus akan berkobar menemukan cara  Untuk menjadikan drupadi dinista Seumpama dulu , satu persatu kain penutup raganya  Direnggut dan dicabik tangan kotor dursasana (Bandung, 26 Desember 24)   

Drupadi

Bagaimana mungkin kita bisa seperti mereka, memenuhi senja dengan bersahut kata rindu dan cinta, karena sepanjang cerita yang terenda adalah tentang aku yang menjadikanmu satu satunya sementara kau jadikan aku hanya salah satunya Gedung Sutikno Slamet Lantai 4,  19.00 WIB,   31 Oktober 2024, diiringi  "'mawar jingga"'

Permata

Saya mengenal Kartini DJA ini pertama kali saat kami bergabung dalam satu komunitas penulisan di DJA. Seorang teman yang menurut saya mempunyai hasrat belajar dan berprestasi yang begitu kuat dimanapun Beliau berada dan ditempatkan. Mungkin ini adalah buah dari doa yang disematkan oleh orang tua Beliau pada namanya ” Permata ”, sosok yang diharapkan akan sealau berkilau dimanapun dan kapanpun berada. Saat bertugas di Sekretariat Ditjen Anggaran, Beliau adalah salah satu dari inisiator dan pengelola media sosial DJA, sebuah corong media terkini untuk mengamplifikasi kebijakan pemerintah khususnya berkaitan dengan pengelolaan anggaran. Melalui tangan dinginnya, media sosial DJA semakin dikenal dan memperoleh banyak perhatian dan subscriber dari masyarakat. Dari dunia kepenulisan, Beliau juga pernah menjadi juara pada satu kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh Bagian Pengembangan SDM DJA. Dalam dunia komunikasi Beliau menjadi langganan penugasan sebagai Master Of Ceremony untu...

Surat Cinta Untuk DJA

  DJA-kami tercinta, Ibu Menteri Keuangan Kita, Ibu Sri Mulyani Indrawati, dalam banyak kesempatan selalu mengingatkan kita untuk tak pernah lelah mencintai negeri ini.   Beliau pasti sangat paham bahwa ketika cinta yang bukan semata ungkap manis kata,   cinta yang   lebih banyak memberi ketimbang menerima, cinta yang dijelmakan karya akan   menguras emosi, pikiran dan tenaga mereka yang menyandangnya. Sebagai manusia biasa,   mungkin karena beratnya uji dan coba, terkadang muncul keinginan   menyerah dan menanggalkannya atau mungkin sekedar sejenak memberi   jeda pada rasa cinta itu.   Aku yakin, dalam masa pengabdianmu kau kerap mengalami juga, ketika karya- terbaikmu tak selalu menghadirkan apresiasi, namun justru caci maki, upayamu yang paripurna, terkadang justru menghadirkan cela.   Ibu pasti tak menginginkan kau berhenti atau menyerah, karena tugas dan pekerjaanmu demikian bermakna bagi negara, engkau bagian dari penjaga pun...

"'Sang Pejabat""

 Prolog Reformasi birokrasi yang   sudah beberapa saat dicanangkan pemerintah dan secara bertahap diterapkan telah menjadikan proses perekrutan, pengembangan,   mutasi dan promosi SDM dilakukan dengan pendekatan meritokrasi. Melalui pendekatan ini pengelolaan SDM didasarkan pada kompetensi dan kemampuan pegawai. Menurut hikayat, konsep meritrokrasi ini pada awalnya diperkenalkan oleh filsuf Aristoteles dan Plato (gak tahu bener atau gak)   yang menyatakan bahwasanya sebuah negara seharusnya dipimpin oleh orang-orang yang paling pandai, paling baik dan paling berprestasi. Dalam pendekatan meritokrasi, semua orang dalam organisasi mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang, mendapatkan promosi dan mutasi (tentu saja dengan catatan sesuai kebijakan organisasi). Tak ada lagi (semoga) pengembangan dan promosi yang dilakukan semata karena urut kacang, senioritas, gender dan/atau kedekatan kandidat dengan pejabat (dalam bahasa debat kandidat beberapa saat lalu, ini ...

Basuh

Sehelai daun kering yang melayang jatuh, Telah tertulis dulu pada masa yang jauh, Tak cukup alasan hatimu merapuh Ketika hasil tak sebanding basahnya peluh Sekuat apapun teriakmu mengaduh Yang telah lewat,takkan lagi tersentuh , Jadikan saja semua menjadi suluh Penerang jalanmu,agar kian kukuh (bekasi,300324)

Gadis Ketek (3)

Jeng yah, pernah, sepatah kata "'terserah"' mu lebih punya tuah  dibanding ribuan kata berbusah membuat semua langkah  menjadi serba salah tetapi, ketahuilah, bahkan lelaki paling perkasapun,  punya rasa lelah pada akhirnya aku memilih menyerah kata terserah mu  menjadi untaian indah pengantar  mengakhiri kisah  Muaaah..... (Gadog, 280224)

Kampanye

Saya berjanji, Kalau saya terpilih nanti Saya pasti akan memberi  Penduduk seluruh negeri Kebebasan untuk  bermimpi Kalau saya tidak tepati, Nanti janjinya saya revisi (Gedung Sutikno Slamet, 10 Jan 2024)

Buah Catur

di permainan aku mungkin sekedar bidak, dan kau yang jadi  raja atau menteri nya atau bisa jadi sebaliknya, Tapi seusai permainan, kita sama sama berakhir di sebuah kotak   lalu untuk alasan apa, kita harus berbangga atau bersusah hati... (Gedung Sutikno Slamet, 281223)

Gadis Ketek

Jeng yah.. aku sudah merasa payah, urusan berdusta kaulah juaranya, kau bilang dalam hidupmu akulah satu satunya, teman berbagi keluh kesah dan cerita bahu tempatmu bersandar ketika kau begitu lelah akan dunia tapi tak begitu adanya ku rasa, sebentar saja aku hilap mata langkahmu   telah bebas berkelana menjawab setiap kerlip mata yang memuja  pesonamu yang menyilaukan dunia  dan setiap kali aku diserang cemburu buta kau akan berkata, apakah aku berhak melarang orang lain mencinta Jeng yah, mungkin saja aku telah salah berlebihan menjadikanmu rumah tempat menuju pulang ketika lelah dan payah tapi setiap kali aku kembali pergi melangkah  maka  mereka mengerumunimu  seperti kumpulan lebah yang menemukan kembang mekar yang merekah setiap kali aku bilang aku  marah,' kau selalu berkilah, "' kalau ada yang datang,  tanpa kuundang, apa harus aku yang salah? "' (Kampung Ujung Harapan, 27 November 2023)

Peringatan

Tuan yang punya kuasa, Jika separoh saja dari mereka yang padamu, seperti tak berdaya memilih memendam dalam rasa sakitnya, hingga tumpah ruah dalam aliran doa apakah kau masih berpkir seluruh doa itu, sekedar lafal tersia?

Peron

Kenapa mengeluh  ketika menunggu,  padahal di luaran sana  banyak yang tak punya lagi  tempat pergi   ataupun  pulang   (4 agustus 2023)

Sekali ini saja, Bunda

Bunda .. Seingatku telah berulang kali kau meminta Jangan pernah lelah untuk mencinta Tanah air tumpah darah kita Tapi sekali ini saja,  bunda Ijinkan aku minta jeda Ijinkan aku untuk lelah sejenak saja Ternyata seperti di buku buku remaja Mereka yang cinta harus rela untuk terluka sekali ini saja, bunda Mungkin besok atau lusa Aku telah kembali terbuai kidung asmarandana Yang menjadikanku rela untuk sekedar memberi  Tanpa pernah berharap meminta  Sekali ini saja, bunda (Ujung Harapan, Bekasi_ Juni 2023)

Selamat Pagi, Dek

Selamat pagi, Dek... Kau pasti masih lelap tertidur, setelah sepanjang malam tadi, hingga menjelang pagi, kau tak henti berkeliaran, dalam pikiran-ku, apakah kau tak pernah lelah? (Bandung, 30 Mei 2023)

LEKAS BERGEGAS SAYANG

Ayuk..... lekas bergegas,sayang, Jangan ragu lagi bimbang  Kuatkan hati tekad terpampang Menjawab tunai panggilan berkumandang  " wahai relawan dan pejuang,  Mari bahu memikul tangan mencencang,  Wujudkan IKN kota masa depan yang cemerlang "  Ayuk..... lekas bergegas, sayang, Tak perlu kau dengar suara sumbang berangkatmu ke pulau seberang,  bukan karena wirang atau kurang,  Tapi satu kehormatan tersandang perintis awal yang akan kekal dalam kenang,  nama yang disebut dengan bangga, berulang  Oleh anak cucu dalam banyak bincang tidakkah terlintas dalam bayang, mereka akan berkata  " kami punya nenek moyang"  begitu tangguh dan berjiwa pemenang  tak risau nelepas kenyamanan yang tersandang  Rela menjadi bagian dari mereka yang menimamg,  Ibukota baru, untuk tumbuh seumpama gerbang,  pembangunan negeri yang makin merata dalam rentang panjang  Antara Rote Hinga miangas, dari Merauke hingga ujung Sabang,  A...

Meranti

Jadikanlah  ini pelajaran Kalau ada 70.000 orang  Ada satu dua yang salah Maka tidak berarti 69.998 lainnya salah semua Kalau ada 70.000 orang Ada satu atau dua yang keliru Maka tak berarti 69.998 lainya keliru semua Kalau ada 70.000 orang Ada satu atau dua yang curang  Maka tak berarti 69.998 lainnya curang semua Di semua tempat, pasti ada oknum yang salah Tapi jauh lebih banyak yang benar  Kalau ada 70.000 orang  Separoh saja tersakiti Dan memendam sakitnya Hingga tumpah ruah menjadi doa Apakah kau berpikir,   semua doa mereka menjadi lafal yang tersia??

Sebutir telor ayam

Seorang anak kecil mendapati ayamnya bertelur,  diambilnya telur tersebut,  ditimamg timang  dan hatinya menimbang nimbang,  akankah telur itu digoreng atau dieramkan  di kepalanya hadir bayangan  "Kalau telur ini dieramkan,  akan menetas menjadi seekor ayam,  jika ayamnya betina  maka akan bertelur lagi puluhan mungkin ratusan, jika seluruh telur itu ditetaskan,  akan ada banyak lagi puluhan ayam betina, yang akan bertelur puluhan bahkan ratusan,  jika ditetaskan semua, akan banyak lagi ayam betina, hingga bertahun kemudian  akan ada ribuan atau jutaan ayam betina  Kalau ribuan atau jutaan ayam itu dijual,  dibelikannya kambing,  kambing betina dan kambing jantan,  akan melahirkan banyak kambing betina dan kambing jantan,  hingga bertahun kemudian akan ada ribuan bahkan jutaan kambing  Kalau ribuan atau jutaan kambing itu dijual,  dibelikannya sapi, sapi betina dan sapi jantan,  akan mel...