Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 17, 2019

Warisan

  “Jon, lu ngoyo banget nyari duit. Buat apaan? Sesekali nikmatin hidup dong … ” kuteguk kopi hitam panas kesukaanku. Kulihat Jono sedang meniup-niup kopinya yang masih panas. “Gue ini harus kerja keras. Gue nggak mau istri dan anak-anak gue susah nanti. Makanya gue kerja, nabung, terus beli properti yang banyak, biar mereka hidupnya lebih mudah nanti.” Memang sih, dari semua temanku, Jono ini paling banyak memiliki harta. Mungkin bila kami berdua sudah nggak ada, Jono akan tenang karena anak-anaknya sudah memiliki harta warisan masing-masing. Sampai setua ini, aku nggak memiliki apa-apa selain rumah yang kutinggali saat ini. Jono memang kaya dari segi properti yang dimilikinya tapi kalau kami bertemu, akulah yang selalu membayari makan atau minum. Aku merasa kualitas hidupku lebih baik darinya. Aku masih bisa bercengkrama dengan istri dan anak-anakku selepas pulang kerja. Aku banyak menghabiskan penghasilanku untuk membiayai pendidikan anak-anakku dan keponakan-keponakan, ...

Dua Peron di Stasiun

Seolah berdekatan Tapi sebenarnya terpisahkan Saling menyadari kehadiran Tapi tak pernah menunjuk arah yang sama,. Seperti itukah, Kita waktu itu Dik (jurangmangu, 8 febr 2019)