Postingan

Menampilkan postingan dari September 16, 2018

Kota besar, serupamu

Gambar
Kota Besar, Gemerlap, Biru Menarik inginku, Menarik rinduku, Tersesat, Hilang arah, Mana jalan datang, Mana celah pulang, Tersimpuh, Hilang sapa, Mana acuh, Mana rengkuh Kota besar Gemerlap Biru, Serupamu Kemarinmu                      Ged.Sutikno Slamet, 19 Sept 2018

Tak perlu menunggu untuk bersyukur

Alkisah ada seorang PNS meninggal dunia. Jabatan terakhir beliau adalah Eselon III. Dari sisi usia, beliau tergolong masih muda, tapi toh  ajal tidak ada hubungannya dengan tua-muda. Setelah selesai ritual awal alam kubur, Malaikat membawa sang PNS berjalan-jalan ke kerajaan Allah. Di Kerajaan Allah dia diperlihatkan dua ruangan yang sangat besar. Dua ruangan tersebut dijaga masing-masing oleh satu malaikat. Bedanya adalah yang satu malaikatnya sangat sibuk mencatat dan menyimpan berkas-berkas dalam rak-rak yang menjulang tinggi, sedangkan malaikat di ruangan yang satu lagi terlihat sangat santai bahkan nyaris tidak mengerjakan apa-apa. Terdorong rasa heran yang sangat, si PNS bertanya "wahai Malaikat, ruangan apakah ini?" "mengapa malaikat penjaganya sangat sibuk?". Dengan tersenyum sang Malaikat menjawab, "ini adalah ruangan permohonan dan permintaan. Disini semua permohonan dan permintaan semua makhluk dicatat dan disampaikan ke Allah". ...

GIVE WAY

Gambar
Give Way atau memberi jalan adalah istilah yang baru gue kenal ketika akan nyetir  di Australia. Akibat tuntutan keadaan, saat disana gue harus beli mobil dan nyetir sendiri. Secara teknis tidak ada kendala karena mobil-mobil disana sama seperti disini, posisi setir di kanan. Kelengkapan dokumen juga tidak masalah, karena ada ketentuan bahwa Surat Ijin Mengemudi (SIM) dari Indonesia cukup diterjemahkan oleh penterjemah tersumpah untuk dapat dipakai sebagai SIM lokal di Australia. Paling gue harus memperhatikan batas kecepatan kendaraan yang berbeda-beda di tiap ruas jalan, tapi ini pun tidak masalah karena ada menu peringatan speed camera di GPS. "eh belajar give way dulu lu !" kata temen gue yang udah lama disana. "Main nyetir aje , kena denda langsung melarat lo!" lanjutnya lagi. "hah? give way?  apaan tuh?" balas gue gak ngerti. Akhirnya temen gue ngejelasin kalo di Australia itu aturan untuk mendapatkan lisensi mengemudi itu tidak mudah. Harus ad...

Terjebak Jargon

Banyak jargon berseliweran di sekitar kita. Bila tak pandai menyikapinya maka kita dapat terjebak di dalamnya. Misal jargon : ‘Pembeli Adalah Raja’. Tulisan ini akan mengulas dari kacamata konsumen saja. Sebagai konsumen, maka reaksi tiap orang tentu saja beragam ketika ada ketidakpuasan dari barang / jasa yang diterima oleh konsumen. Ada yang biasa saja, seolah tidak mengindahkan adanya jargon tersebut. Ada pula yang menyikapinya dengan : ya sudah…. mari kita coba menanyakan ini kepada produsen atau penyedia jasa tersebut. Selain itu ada pula konsumen yang cukup reaktif menanggapi ketidakpuasan tersebut. Untuk tipe konsumen no 3 ini, maka sebaiknya berhati-hati dan lebih mawas diri, karena bisa jadi reaksi yang ditimbulkannya malah merugikan dirinya sendiri. Bisa jadi dia menyikapinya dengan marah-marah, bisa jadi dia menyikapinya dengan gaya ‘bossy’ nya karena merasa “Pembeli adalah Raja”, merasa uangnya bisa membeli apa saja, merasa dia sedang memperjuangkan hak yang seharu...

Menjadi Sama Dengan Dunia

“Jangan kamu melawan arus dik, nanti kamu mati”   -isi kepala saya baru saja-     Entah kenapa kalimat itu keluar dalam pikiran saya, setelah saya menuliskan judul dari tulisan ini. Belakangan ini menjadi sama dengan dunia adalah pilihan yang paling mudah bagi kebanyakan orang, memilih berbeda atau bahkan sekedar terlihat berbeda menjadi ketakutan tersendiri bagi banyak orang. Sepertinya hidup ini hanya ada dua pilihan ikut sini apa ikut sana padahal sebenarnya banyak sekali opsi-opsi yang tersedia bagi kita. Eh, ada sih yang memilih pilihan ketiga, yaitu berdiam diri, tersenyum dan mengangguk-angguk ketika dipojokkan dengan pilihan sini apa sana padahal di dalam hatinya dia memilih opsi keempat atau bahkan kelima.       Lalu ada yang bermimpi memiliki jalan hidup berbeda tetapi takut untuk melihat dunia, menghayal tentang indahnya dunia tetapi takut melangkah keluar rumah. “Jangan dik, di luar banyak orang jahat, nanti kamu mati", ingatnya. ...

Pantun Pengingat

Bunga melati bunga kamboja Warnanya putih menarik hati Belajar bisa dari mana saja Salah satunya dari grup ini Ada yang mekar ada yang kuncup Tersusun indah tertata di dahan Sekolah kehidupan tak pernah tutup Bagi  mereka yang membutuhkan Inilah tenun si tenun ikat Dibuat orang dengan indahnya Ilmu dunia ilmu akhirat Semua itu ada porsinya Burung pelikan unik paruhnya Ikan disimpan dalam paruhnya Usia kita ada batasnya Pilihlah ilmu sesuai porsinya CL Pondok Ranji - Tanah Abang, 7 September 2018

Uang

Uang, uang, semua orang butuh uang Tapi, berbeda orang, berbeda pula cara menyikapinya Berbeda orang, berbeda pula cara menyimpannya Berbeda orang, berbeda pula cara memperolehnya Ada yang sangat ketakutan bila uangnya hilang Padahal semua hanya titipan Tuhan Ada yang biasa saja bila uangnya hilang Karena tahu ia hanya menyalurkan titipan Ada yang menyimpannya di berbagai rekening bank Ada yang menyimpannya di dalam dompet dan celengan Ada yang menyimpannya di saku baju atau celananya Yang penting jangan menyimpan uang di dalam hati Karena hati bukanlah tempat menyimpan uang Karena hati bukanlah tempat menyimpan jabatan Karena hati bukanlah tempat menyimpan pernak pernik dunia Karena hati seharusnya menjadi Baitullah Karena uang kadang orang melanggar Karena uang kadang orang meradang Karena uang kadang orang menikam Karena uang kadang orang lupa ingatan Sungguh memabukkan pesonamu uang, Sungguh banyak tipu daya yang kau mainkan Me...

Pemuda Pemudi Harapan Bangsa

Pemuda pemudi harapan bangsa Tumbuh dari bibit berkualitas Disiram dan dirawat dengan ikhlas Oleh kedua orang tuanya Tumbuh kembang dengan subur Melihatnya kita akan terhibur Santun tiap kali bertutur Pandai melebur dan berperilaku lentur Pemuda pemudi harapan bangsa Pandai mengelola dirinya sendiri Memberi contoh dengan nyata Untuk meningkatkan kualitas diri Pemuda pemudi harapan bangsa Makin berilmu makin tawadhu Tak ingin mendongak karena congkak Tak ingin menipu karena malu Pemuda pemudi harapan bangsa Generasi pembawa tongkat estafet Tugas dari generasi sebelumnya Yang masih berderet-deret Jiwa mudamu yang menggelora Membakar semangat untuk berkarya Tak kenal lelah dalam mencoba Hasilkan sesuatu yang berharga Pemuda pemudi harapan bangsa Berada dalam titik kulminasi masa Berada di puncak kekuatan raga Gunakan ini sebelum semua sirna Pemuda pemudi harapan bangsa Satukan rakyat dengan semangat Jangan biarkan ...

Merdeka

Merdeka itu manakala bisa menerima ujian baik dan buruk sama saja Merdeka itu manakala ruhani mampu menembus dimensi ruang dan waktu Merdeka itu manakala hati tenang hingga mampu melahirkan karya nyata Merdeka itu manakala kita tidak lagi terbelenggu nafsu-nafsu rendah Kalau begitu, aku belum merdeka : Masih mengeluh manakala ujian buruk menimpa Masih tercekat  manakala ruhani ingin terbang Masih bergejolak manakala mendengar kata mengusik rasa Kadang meronta, saat belum mampu menerima ketetapanNya Diri-diri yang merdeka akan memberi solusi bagi bangsa Diri-diri yang belum merdeka akan menambah persoalan bangsa Hitam putih bangsa ini tergantung dari berapa banyak warna yang kita punya Putihkah yang mendominasi atau kelamkah yang tengah berkuasa? Bintaro,  17 Agt 2018

Kemelekatan

Hidup di dunia penuh kemelekatan Perlu perjuangan tuk melepasnya Perlu kesadaran tuk melepasnya Perlu bukti nyata tuk melepasnya Tak bisa hanya ucap di bibir saja Tak bisa hanya angan tanpa melaksanakannya Tak bisa hanya ingin  tanpa mewujudkannya Tak bisa hanya janji tanpa menunaikannya Semakin tua semakin lekat erat terikat Semakin tua semakin tindih bertindih Semakin tua semakin membelenggu Bila tak pernah berupaya melepaskannya Saat pulang nanti dituntut untuk nol Saat pulang nanti dituntut untuk kembali seperti sedia kala Saat pulang nanti dituntut untuk melejit dalam ukuran 50.000 tahun cahaya Mampukah kita melaksanakannya bila banyak pikulan yang kita bawa Berapa lama jatah kita di dunia ini Semakin hari semakin berkurang Dalam rentang tersebut warna apa yang kita lukis dalam kanvas kehidupan? Hitam kelamkah? Penuh warna kah? Atau dominan putihkah? Manusia perlu pengingat Agar tak lupa akan akhirat Kehidupan berlanjut di...

Berkarya Untuk Negeri

Berkarya untuk negeri Dapat berupa apa saja Tak terbatas bentuk dan rupa Yang penting dikerjakan sepenuh hati Berkarya untuk negeri Bisa dalam bentuk karya seni Untuk mengetuk hati insani Dari seluruh pelosok negeri Berkarya untuk negeri Demi menyempurnakan tugas jati diri Yang menjadi warisan para leluhur Jangan sampai lenyap terkubur Berkarya untuk negeri Menyumbang bakti pada Ibu Pertiwi Agar negeri jadi berseri Bermartabat dan memiliki harga diri Berkarya untuk negeri Potensi diri terus digali Agar sinarnya terus memancar Menerangi sekeliling bak mercu suar Berkarya untuk negeri Tanyalah ke dalam diri Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu Pertiwi Jangan hanya pandai menuntut materi Berkarya untuk negeri Sematkan rasa nasionalis sejati Jangan silau dengan godaan yang menghampiri Untuk membelokkan niat yang terpuji Berkarya untuk negeri Sesuai kapasitas yang sudah Tuhan beri Penuh warna dan pesona Karena T...

Izinkan Aku Bergabung

Selamat pagi kawan, Terima kasih sudah di add Demikian kalimat pembuka percakapan Dalam grup sastra lintas angkatan Aku ingin belajar di sini Aku ingin melenturkan diri di sini Mencari cara  berbagi Melalui kata berseni Dalam rangkaian kata penuh makna Baik tersurat maupun tersirat Mencoba memahami makna yang ingin disampaikan Dari para penggiat seni dan sastra Menyibak rahasia yang ingin diungkap Mendengarkan kata hati yang berbisik ingin didengar Menyusun puzzle kehidupan yang ingin dirangkai Dari perjalanan panjang insan Tuhan Jakarta, 16 Agt 2018

Integritas

Integritas itu utuh Integritas itu tidak terbelah Integritas itu tidak terpecah Integritas itu selaras Selaras antara hati, akal, fikiran, perasaan dan seluruh komponen diri Baik lahir maupun batin Menjaganya sulit tak terperi Butuh mujahadah luar biasa Integritas itu bak bulan purnama Bulat, bundar sempurna Tak ada celah walau sebesar zarah Mampu menangkis godaan yang menghampiri Dalam sehari berbagai keadaan bisa terjadi Perang batin di dalam diri sering terjadi Menjadi amal yang akan dicatat dalam kitab yang mana? Kitab Illiyin ataukah kitab Sijjin? Jakarta, 16 Agt 2018

Kau atau aku yang gila,

Gambar
Kau atau aku yang gila Atau mungkin kita sama gilanya, berdekat dekat tanpa sekat, Namun diam tanpa cakap, senyum tanpa sebab, jemari menari renyah berderap pada layar gawai terdekap Kau atau aku yang gila Atau mungkin kita sama gilanya, Akal waras kita bermufakat, Jangan lekas terpikat oleh citra mengkilat, sebab muslihat bersekutu  kamera jahat, bopeng, ternampak kilap, Kurang, tercitra lengkap, ramai tikai, tergambar mesra yang senyap, Tetap saja aku merindu, Dering Notifikasi baru mu, menyingkap pampangan pose paling siap dan bumbu kata kata  paling sedap, Kau atau aku yang gila, Atau kita mungkin sama gilanya, Aku tahu kau bukannya tak tahu, pengetahuan tentang mu serupa candu, Ku kejar kejar dalam gembira, lalu luka dan kecewa yang tak seharusnya, dan pura pura yang tak semestinya, Dalam duka menderma ekspresi suka, dada sesak mengirim emoji tergelak Kau atau aku yang gila, Atau kita mungkin sama gilanya, (Gedung Sutikno Slamet, 17 September 2018) ...