Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 16, 2020

kita

Gambar
Kucari bayangmu disana.. Diantara gugusan pulau, dibatas senja.. Kutemukan senyummu terasa manja.. Apakah kau rasakan juga dinda.. Kebersahajaan ini adalah kita.. Menikmati anugerah Illahi bersama.. Meski aku disini kau disana.. Kab Kampar, 20122019

malam jumat yang terlewat

Gambar
Hari ini hari jumat.. Entah mengapa aku merasa kepalaku berat.. Namun tenaga dalam tubuh terasa meluap-luap.. Akan kusalurkan kemana rasa semangat.. Ah kupakai untuk badminton saja dengan sahabat.. Dan akan aku smash kuat-kuat.. Melepaskan banyak energi yang mencuat.. Tapi mengapa energi ini begitu banyak di hari jumat.. Mungkin karena malam jumat yang terlewat.. Juanda-Bogor, 13122019

sabar dan tunggulah, Yang..

Gambar
Kemarin dan hari ini aku gak ngantor lagi, Yang.. Karena ditugaskan rapat di Palembang.. Untuk kesana harus terlebih dahulu terbang.. Kalau boleh berterus terang.. Ada berat di hati kurasakan, Yang.. Karena harus meninggalkan kamu seorang.. Andai saja kamu bisa ikut, Yang.. Betapa menjalankan tugas akan sangat mengasyikkan.. Namun aku dan kamu memang harus bersabar, Yang.. Karena ini adalah bagian dari kehidupan.. Tunggulah, Yang.. Aku akan kembali pulang.. Dan sambutlah aku dengan senyum yang mengembang.. BandaraSoetta, 101219

kau seperti mie instan

Gambar
Hari ini aku gak ngantor.. Karena ditugaskan ikut rapat di Bogor.. Tapi walau tubuhku di ruang rapat.. Senyumnya dalam pikirku tetap lekat.. Maafkan aku pimpinan rapat.. Meskipun ragaku di ruang ini bersamamu.. Tapi pikirku bersamanya di ruang rindu... Tak bisa kutepis bayang itu.. Andai dapat ku andaikan tentang dia.. Seperti mie instan rebus yang menggoda.. Baunya saja sudah cukup menggetarkan dada.. Tak dapat ku tolak untuk mencicipinya.. Bahkan saking candunya.. Bisa kuhabiskan porsi dua.. Swissbell Hotel, Bogor, 06122019

Mantra-mu Membahagiakan-ku

Gambar
Biasanya.. aku sudah terkapar di kereta.. Selepas mengajar seharian di kampus tercinta.. Tapi hari ini berbeda.. Tak kurasa lelah mendera.. Tak kurasa kantuk menerpa.. Entah mengapa.. Mungkin karena tadi siang kau ucapkan mantra-mantra.. Simsalabim, abrakadabra.. Seketika langit kalbu menjadi cerah.. Simsalabim, abrakadabra.. Seketika hatiku bahagia tak terkira.. Di atas Commuterline Tanahabang-Bogor, 05122019

Senyum-mu

Gambar
Aku senang menikmati semua yang ada di hadapan.. Baik itu indahnya pemandangan.. Sedapnya makanan.. Nikmatnya minuman.. Ataupun wajah tampan.. Eh lho, kok wajah tampan..? Maksudku wajah wanita tampan.. Eh bukan.. Maksudku wajah wanita rupawan.. Apalagi wajah kamu yang aku idamkan.. Sungguh.. beri aku waktu luang.. Untuk menikmati senyummu yang menawan.. Di Commuterline Juanda-Bogor, perjalanan pulang kantor, 04122019

kau, aku dan jarak itu

Gambar
Kau berdiri membelakangiku.. Seakan hendak menegaskan kau akan meninggalkanku Ingin ku kejar dan ku dekap.. Membalikkan badanmu dan menyergap indahmu.. Tapi kakiku kaku.. Tak sejengkalpun jarak berkurang antara kau dan aku.. Sunyi diantara kita menambah sepi bisu.. Tapi ku tau ada rindu.. Yang sulit untuk dipuaskan waktu.. Kenangan masa lalu malu-malu berlalu.. Kau indah seindah khayalku.. Kunikmati hati-hati sampai nanti.. Diatas commuterline Juanda-Bogor, 02122019

Kenanglah Ini, Untuk Nanti

Gambar
Kenanglah ini, untuk nanti.. 12 September 2019.. saat ini.. Di Kecamatan Samboja Bukit Bangkirai.. Aku berdiri di atas jembatan gantung diantara dua pohon besar Bangkirai.. Diketinggian 30 meter diatas tanah.. Pemandangan hijau dedaunan dan segarnya udara menyejukkan hati.. Memberi terapi dan pengajaran pada rohani.. Mungkin nanti.. 20, 25 atau 30 tahun lagi.. Andai, jika, kalau, Ibukota RI jadi berpindah di sini atau tidak jauh dari sini.. Mungkin jembatan gantung ini masih ada.. Namun pohon besar Bangkirai tempat digantungkannya jembatan ini akan berganti.. Jembatan ini akan digantungkan diantara dua gedung tinggi.. Dan pemandangan hijau dedaunan hutan akan berganti.. Menjadi kilatan silau kaca jendela pantulan matahari.. Udara segar mungkin sudah tak lagi dapat kau nikmati... Karena mungkin akan bercampur dengan polusi... Samboja, 12092019

Cinta Tak Sampai

Gambar
Meski hanya dari jauh kau bisa kulihat.. Meski hanya bisa ku tatap tanpa bisa ku dekap Meski rindu hanya berbuah tunggu.. Meski hanya bisa kukagumi keindahanmu.. Tak mengapa Aku rela menjaga rasa Sampai bila dunia ku fana Menerbangkan sisa sisa asa Tak mengapa Meski hanya di alam khayal Dapat ku nyatakan cinta syahdu TanjungBongo, Galela Halut, 14122018

Yang Tak Tersampai Padamu

Gambar
Jika memang tak terkatakan padamu biarlah kuceritakan saja pada alam pada air laut yang melukiskan langit biru pada daun yang menari dalam buaian angin pada laba-laba yang termangu dalam sarangnya meski telah lama ianya berlalu semuanya tetap indah walau tak mengapa tiada arti bagimu semuanya tetap menjadi kenangan walau tak mengapa tak menjadi kenanganmu indah ini kan kusimpan dalam hati kan ku jaga sungguh sepenuh hati semoga abadi meski hanya dalam mimpi Tanjung Bongo, Galela Halut, 141218

aku hilang

Gambar
Aku disini terdiam Meraba suara ombak yang mengunjungi karang kecil di pantai Meraih sejuk angin yang mencium semua yang dilaluinya Hijau Biru nya air laut turut mewarnai suasana hati Indahnya ikan berwarna warni seindah cinta ini Membawa bahagia dan berharap selamanya Disini, saat ini.. Ego dan ke-akuan-ku hilang lenyap melebur hanyut dalam ketakjuban Pantai Jikamalamo, Ternate 131218

Rindu

Gambar
ada kala di suatu masa aku menyengajakan diri terbuai dalam mimpi melarutkan lamun yang coba aku himpun aku ingin menitipkan angan kepada angin agar menjadi tinggi juga tangguh agar paham tak jadi hampa agar bertemu nyata tanpa bertamu tanya agar kisah menjadi kasih agar cinta tak hanya karena cantik tapi bersama memulaikan untuk memuliakan ada kala di suatu masa wajah sayang selalu terbayang menghadirkan indah yang tak ingin pindah menghadirkan buai yang tak ingin usai meski tak lagi mungkin bersanding karena masa tak lagi sama Rindu, 120718

Akhir Kebersamaan

Hari ini... sepekan sudah perpisahan kita... kau pergi untuk selamanya... semuanya harus berakhir, kebersamaan kita ternyata tak bisa dipertahankan lagi...  kau pergi untuk selamanya... Aku akan lanjutkan hidup ini tanpamu lagi... Meski aku mencintaimu, dan ku tau kau juga mencintaiku... Namun takdir berkata lain, perpisahan ini harus terjadi... Tuhan, ku tau Kau ciptakan dia hanya untukku... ku tau Kau takdirkan dia untuk mendampingiku... tapi Tuhan, mengapa tidak Kau takdirkan dia untuk mendampingiku sampai akhir hayatku..?? sakit yang menggerogotimu yang akhirnya terpaksa memisahkan kita.. bahkan dokter-dokter ahli itupun sudah angkat tangan, tidak bisa menyembuhkanmu untuk tetap dapat mendampingiku.. aku tau, ini semua adalah takdir Tuhan.. yang tak seorangpun dapat mencegahnya.. bahkan cinta kita dan sekian lama kebersamaan kita pun tak berdaya.. kau harus pergi.. pergi untuk selamanya.. kau tak kan kembali.. dan tak kan ada yang bisa menggantikanmu.. kau tak tergantika...

Cinta Tanpa Asa

Aku melirik lelaki itu. Pulas. Dengkur halusnya terdengar keras di telingaku. Terhempas kenikmatan yang kami renggut bersama beberapa saat lalu. Dingin. Kutarik selimut menutupi tubuh telanjangku. Mencoba memejamkan mata. Tapi bayangan itu seperti mengejekku. Berputar lambat layaknya film dokumenter. Hitam putih, samar tapi jelas pemerannya. Hujan di luar sana masih menghunjamkan panah-panah airnya tanpa ampun ke daratan yang tanpa daya hanya pasrah menerima. “jangan jatuh cinta saat hujan….” [1] *** Aku berlari-lari menerobos hujan. Fiuh. Tumpahan airnya begitu rapat. Padahal tak sampai 3 meter jarak mobil temanku dengan mobilnya, tetap saja tak terhindar aku kuyup. “Lo ada handuk nggak?” tanyaku yang disambut gelak tawanya. “Lo kira nih kamar hotel apa?” jawabnya masih sambil tertawa. Entah apa yang terlintas di pikiranku. Tengah malam. Hujan yang tak henti menghunjami kota ini dari sore tadi. “Mau kemana kita?” tiba-tiba dia memecah kekakuan kami. Aku tiba-tiba gugup. Tanganny...