Postingan

Menampilkan postingan dari April 12, 2020

Cinta Dalam Semangkuk Sup Kaki Sapi

Kuperhatikan dengan segenap konsentrasi langkah demi langkah Syarif, orang yang telah mendampingiku mengarungi kerasnya kehidupan selama puluhan tahun. Aku mencoba menahan perasaan sedih karena melihatnya berjuang mencapai tempat yang telah ditentukan oleh terapis yang biasa dipanggil ke rumah. Masih lekat dalam ingatanku betapa gagahnya Syarif berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mendorong roda yang penuh dengan sayuran dari satu rumah ke rumah yang lain tanpa lelah. Impiannya hanya ingin membuat anak-anak kami mengenyam pendidikan yang tinggi. Bukan untuk kebaikannya sendiri tapi untuk kebaikan anak-anak kami sendiri. Tak pernah ada kata lelah dalam kamusnya saat itu. Ia hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya. Saat ini ia sedang berjuang meraih kembali apa yang dulu dimilikinya, yaitu pijakan kakinya agar kuat kembali menjelajah dunianya tanpa merepotkan orang lain. Kuusap air mata di pipi agar Syarif bisa melihatku semangat mendampinginya melewati hari-ha...

Taat Maklumat

Pedang terhunus, pistol terendus Sigap mengintai, tak kenal lalai Serentak beranjak, membentangkan tegak Perang tak kunjung usang, kian luas mengembang Pasukan bersorak maju, berharap hapuskan pilu Nahas mereka kembali tersedu, kenyataan memilih tetap sendu Bukan tidak gigih dalam berjuang, memang lawan di luar jarak pandang Menyerang gesit jasad yang sakit, berpindah tempat jejak tak sempit Berdiam dalam sangkar jadi pusaka, senjata mujarab agar tak mengganda Sayangnya banyak tak percaya, berlagak anti putus asa Ada merasa belum rela, abai demi lapar dan dahaga Tak sepenuhnya mereka salah, tapi banyak tabib mulai lelah Peluh menyentuh sekujur tubuh, terenyuhnya perantara sembuh Ingin rasanya sekadar menyeka, apalah daya tak menyentuh muka Tawa canda mengalirkan lega, masker rapat membuat tak bisa Bersandar sejenak hilangkan penat, apa lacur harus berganti hazmat Baiknya kita ulurkan tangan, maksimal meski tak bersentuhan Memaku laku di balik tembok, selepas ayam ...