Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung

Karet Gelang Sang Adik – Bagian Keempat (Terakhir)

Sepuluh Tahun Kemudian... Di salah satu sudut premium Jakarta, sebuah restoran keluarga yang hangat dan modern sedang merayakan hari jadinya yang kelima. Restoran itu bernama "Garis Merapi". Nama itu diambil untuk menghormati asal-usul dan sejarah hidup pemiliknya. Di dalam kantornya yang nyaman, seorang pria muda berpakaian rapi sedang memeriksa laporan keuangan. Ia adalah Kari. Berkat bimbingan Bu Arini dan kerja kerasnya yang tak kenal lelah, Kari berhasil menyelesaikan pendidikannya di bidang manajemen perhotelan sambil bekerja paruh waktu. Bu Arini, yang kini ia anggap sebagai ibu angkat, memberikan modal awal baginya untuk membangun usaha ini. Tiba-tiba, pintu terbuka. Seorang gadis muda dengan wajah berseri-seri masuk membawa sebuah map desain. "Kak, lihat! Rancangan untuk cabang kedua kita di Yogyakarta sudah selesai," seru Kara dengan penuh semangat. Kara kini telah tumbuh menjadi seorang arsitek muda yang berbakat. Ia yang dulu hanya mencoret-cor...

Karet Gelang Sang Adik – Bagian Ketiga

Beberapa hari berlalu sejak kejadian di rumah sakit itu. Kaki Kara sudah tidak lagi bengkak, meski ia masih harus berjalan agak pincang. Bu Arini tidak hanya membayar biaya rumah sakit, tapi ia juga mengantarkan mereka kembali ke tempat tinggal mereka yang sempit di dekat pabrik. Melihat kondisi tempat tinggal Kari dan Kara yang hanya beralaskan kardus dan beratapkan seng berkarat, hati Bu Arini tergerak. Ia teringat akan janjinya pada diri sendiri untuk selalu berbuat baik sebagai rasa syukur atas hidupnya. "Kari," panggil Bu Arini suatu sore saat ia berkunjung membawa beberapa potong pakaian layak pakai dan buku-buku pelajaran bekas. "Ibu punya sebuah kedai kecil di dekat taman kota. Ibu butuh seseorang untuk membantu merapikan meja dan mencuci piring di sore hari. Apa kamu mau?" Mata Kari berbinar. Ini adalah jawaban dari doa-doa yang ia panjatkan di sela isak tangisnya saat menjaga Kara yang sakit. "Tentu, Bu! Saya mau. Tapi... bagaimana dengan Kara? Saya t...

Karet Gelang Sang Adik - Bagian Kedua

Kisah Kara dan Kari sebelumnya dapat dibaca pada tautan berikut : Karet Gelang Sang Adik Wajah Kara yang biasanya ceria kini pucat pasi. Panas tubuhnya meningkat drastis, dan kakinya yang mungil membengkak kemerahan di sekitar luka bekas besi berkarat itu. Kari, yang hanya seorang anak remaja, merasa dunianya seolah runtuh. Ia mencoba mengompres dahi adiknya dengan kain lusuh yang dibasahi air tawar, namun rintihan Kara tak kunjung reda. "Sakit, Kak... dingin..." bisik Kara lirih, tangannya mencengkeram erat karet gelang pemberian ibu muda tempo hari. Karet itu kini melingkar di pergelangan tangannya yang kurus. Kari tahu ia tidak bisa berdiam diri. Di saku celananya, hanya ada beberapa keping koin hasil mereka mengumpulkan botol plastik kemarin. Jumlahnya takkan cukup untuk membawa Kara ke klinik, apalagi rumah sakit besar. Namun, bayangan wajah orang tuanya yang hilang ditelan abu Merapi seolah memberinya kekuatan. Ia tidak boleh kehilangan satu-satunya keluarga yang ia mil...

LELAKI YANG KESEPIAN

  Adakah yang tahu rasanya bagaimana tidak makan sepuluh hari? Atau sakit tanpa ada seorang pun yang bisa dihubungi karena tak punya pulsa? Ataukah perih hati karena anak yang selama ini diusahakan tidak putus sekolah tapi tak peduli keberadaannya? Beri tahu aku bagaimana rasanya. Di saat kita sering berkeluh kesah karena makanan yang tak sesuai dengan selera kita, di tengah kota Jakarta ada orang yang kelaparan. Di saat kita mengeluhkan sakit tak tertahan tapi asupan obat dan suplemen tak pernah putus, ada orang lemah tak berdaya dan terkurung di ruang sempit tanpa seorang pun yang peduli. Di saat kita masih bisa menghabiskan kuota internet untuk menonton YouTube atau puluhan episode drama korea, ada orang yang tak sanggup berkirim kabar kepada kerabat karena tak ada pulsa. Di saat kita masih bisa bercengkrama dengan anak-anak, ada orang yang tak pernah diperhatikan anaknya. Sepuluh hari kehilangan jejak kerabat, sebut saja Usman, yang biasanya berkirim kabar dan sebulan sekali d...

Karet Gelang Sang Adik

“Kara, ayo sini, jangan sampai tertinggal” ajak Kari untuk mengingatkan adiknya untuk segera bergegas dan beranjak dari tempat istirahatnya. Tak disangka, mereka termasuk anak-anak yang semangat dengan segala kekurangan dan kelebihannya. “Kak, memang mau kemana kita hari ini?” tanya balik Kari ke kakaknya dengan semangat tak pernah lelah. “Sudah jangan banyak tanya dulu, ikut aja dengan kakak ya, Kara yang penting aman dengan kakak dan hari ini kakak sudah memperoleh info dari koran bekas yang kakak ambil dari tempat sampah. Tak berapa lama mereka sampai di sebuah restoran di sekitar daerah pantai indah kapuk, yang banyak menjual menu  sea food  dan berbagai menu yang sedang  hits  juga. Sekitar pantai indah kapuk ini banyak  tempat yang  instagrammable  dan banyak muda mudi yang berkunjung di sekitarnya. Segala jenis menu masakan yang di jajakan di restoran ini beragam dari  sea food,  sate dan gulai,  junk food  dan tra...