Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 10, 2017

Mulai Dari Nol

" Shell super , tiga ratus ribu rupiah di harga delapan ribu sembilan ratus lima puluh rupiah, mulai dari nol ya Pak", ujar mbak petugas stasiun pengisian bahan bakar. Saya hanya mengangguk mengiyakan. Kata-kata tadi seperti sebuah Standard Operating Procedure (SOP) di sana. Pompa pengisian bahan bakar baru mulai dijalankan setelah pelanggan setuju dengan pilihan jenis bahan bakar, jumlah yang akan diisikan, harga per liter bahan bakar tersebut, serta memastikan bahwa pengisian dimulai dari angka nol, baik nol liter maupun nol rupiah, sebagaimana tertera di layar pompa. . Di pengajian fiqh tadi malam, istilah "mulai dari nol" digunakan ustadz ketika menggambarkan bahwa tidak ada satupun  karomah para nabi dan wali yang didapat seketika. Para nabi dan wali memulai semuanya dari nol. Mengerjakan amalan, wiridan dan ibadah lainnya secara rutin, tertib dan ikhlas hanya untuk Allah sehingga semua ibadah tersebut menjadi satu dengan diri dan hati mereka. Dan semuanya...

Surat dari Amri

Apa yang kita pandang baik, belum tentu benar baik bagi kita. Apa yang saat ini kita puja puji dan sayangi, belum tentu sama di kemudian hari. duhai yang maha membolak balikkan hati, Tetapkanlah hatiku di atas agamaMu ------------ Meyr belum juga beranjak. Hatinya masih gamang, pikirannya masih ruwet, tak jua ia ingin bertemu orang. Masih terngiang suara merdu Amri. Suara yang jika wanita mendengarnya, sulit untuk tidak terpukau: intonasi yang jelas dengan nada sedang, pita suara yang terlalu sempurna, bicara tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat, tidak pernah keluar dari bibirnya kata kata hinaan, sangat mengesankan pribadi yang bijaksana dan dewasa. Meyr tidak paham, ia tidak mengerti. Mengapa Amri memutuskan hubungan dengannya. Tanpa ia melakukan kesalahan. "Amri.." Meyr terkesiap saat suara di jendela memecah konsentrasinya. "Ah, hujan..", segera ditutupnya jendela yang separuh terbuka. Sial baginya, hujan menambah temaram hatinya. Meyr...

Me Rame – Nyanyian Tengah Malam

Lingkungan tempat kos-kosan yang terletak di bilangan Jakarta Selatan seperti tempat kos pada umumnya. Ada aturan berkunjung, kamar kos dengan fasilitas ac, kamar mandi, dapur atau kamar mandi dan dapur dipakai untuk bersama, yang biasanya terletak di luar kamar. Harga kamar dengan fasilitas dapur dan kamar mandi di dalam biasanya lebih mahal dibandingkan dengan kamar mandi dan dapur bersama. Biasanya penghuni kamar dengan fasilitas lengkap di dalam adalah pasangan baru menikah, atau penghuni yang akan menikah dalam waktu dekat, yang nantinya kamar itu akan dipakai sebagai tempat tinggal sementara. Fasilitas untuk menjemur pakaian sudah pasti disediakan. Tambahan fasilitas berupa mesin cuci sebagai sarana pendukung terkadang juga tersedia. Penghuni bisa menggunakan sendiri atau perlu jasa pembantu yang sudah disiapkan oleh pemilik atau pengurus kos-kosan. Penghuni tinggal membuat perjanjian sesuai keperluan.  Tinggalah Alfa dengan beberapa temannya di kos-kosan itu. Mereka berti...

KERJA

"....karena, kerja itu tidak selamanya"                     -Sri Mulyani Indrawati- Bekerja itu, apabila dilakukan dengan niat yang baik, cara yang benar dan dinikmati, adalah ibadah. Kalau memang demikian, menjadi seorang pekerja di Jakarta adalah suatu keberuntungan. Jika yang disebut bekerja itu adalah ketika seseorang meninggalkan rumah sampai dengan kembali ke rumah, maka berarti rata-rata 2/3 hari dihabiskan untuk ibadah.  . Pergi pagi pulang malam, itulah kondisi yang dilakoni kebanyakan pekerja yang berkantor di Jakarta. Karena tempat tinggal yang berada di pinggiran kota, kemacetan lalu lintas dan belum sempurnanya moda transportasi massal, rata-rata seorang pekerja harus meninggalkan rumah sebelum matahari terbit jika tidak ingin terlambat, dan pulang saat matahari terbenam bahkan ada yang sampai larut malam. Semua dengan satu tujuan: bekerja untuk mencari nafkah dan menjemput rezeki. . Menjadi seoran...

Ketika saya dapat memilih...

Ketika saya dapat memilih... Bismillah, Telah sering kita dengar atau baca, bagaimana sedekah itu perbuatan yang sangat baik dan bermanfaat. Namun..ternyata dalam bersedekah, kita bisa pilih-pilih. Misalnya, apakah kita punya uang 50.000 dan mau memberikan makanan kepada seseorang, yang bila makanan itu menjadi tenaganya, maka selama tenaga dari makanan itu masih di tubuhnya dan ia melakukan amal seperti sholat, dan lain-lain.. maka kita ikut mendapat pahalanya (tanpa pahala orang tersebut dikurangi sedikitpun).  Tapi kita juga bisa memilih, apakah kita akan menggunakan 50.000 itu misal untuk membeli qur’an, yang setiap kali dibaca maka pahalanya kita juga akan mendapatkannya, dimana kebaikan yang didapat dari membaca qur’an adalah per huruf (alif-lam-mim= bukan 1, tetapi 3 huruf).   Ditambah lagi, kalau yang membaca itu penghapal qur’an. Bagaimana orang menghapal qur’an? Jarang sekali... hanya dengan sekali baca langsung hapal. Diulang-ulang... diulang la...

JUARA

"Kalo juara, kakak dibeliin apa ma?", sergah si kakak kepada mamanya saat dijemput pada hari terakhir UAS di sekolahnya. Percakapan yang kemudian di forward ke saya dan membuat saya ketawa-ketawa sendiri. Sejak SMP, anak saya ini memang langganan juara. Berbeda dengan saat dia masih SD. Kami pun sebagai orang tua merasa dia sangat nyaman dengan lingkungan sekolahnya saat ini, sepertinya pas dengan karakternya. Persaingan tetap ada dan ketat tapi tidak menimbulkan tekanan. Orang tua murid pun tidak banyak "ngerusuhi" urusan sekolah dan guru-guru. Saat SD, prestasinya juga tidak jelek, tapi dia tidak pernah berturut-turut jadi juara kelas, paling banter masuk 3 atau 5 besar. Meskipun suasana sekolahnya dulu juga kondusif, tapi ada hal-hal tertentu yang membuat dia merasa tertekan dengan kondisi persaingan dengan teman-temannya. . Saya dan istri sebenarnya tidak pernah mendoktrin anak-anak untuk menjadi juara kelas. Yang kami tekankan adalah mereka mau belajar, me...

BnD Project – Kisah Si Burlem

Ada sebuah kisah tentang seorang pegawai negeri sipil, sebutlah si Burlem. Kegiatan si Burlem seperti pegawai kantoran pada umumnya. Burlem juga kebetulan tinggal di Jakarta. Berangkat pagi, naik transportasi umum, melakukan absensi pada mesin handkey, bekerja pada institusi yang memberikan penghasilan yang cukup kepada istri dan anaknya. Pokoknya untuk ukuran seorang pegawai negeri, Burlem ini termasuk tipikal pegawai yang bekerja di atas rata-rata. Burlem sudah cukup lama menjadai seorang pegawai negeri sipil. Pada tahun 2002, Burlem melamar sebagai pegawai negeri sipil, setelah 2 tahun bekerja di sektor swasta di bidang konstruksi. Setelah melewati beberapa tahapan tes, Burlem dan beberapa kawan seangkatan diterima menjadi pegawai negeri sipil. Burlem termasuk yang merasa beruntung menjadi pegawai negeri. Karena beberapa kali mendaftar, dia selalu gagal. Maka usahanya tidak sia-sia ketika Burlem belajar mempelajari beberapa buku mengenai tips menjadi CPNS dari toko buku terkenal ...

Nadin Ingin Seperti Aisyah

Bunda menyematkan peniti pada jilbab Nadin. Wajah putrinya yang bulat nampak begitu menggemaskan dengan jilbab pink berhias motif bunga-bunga di sepanjang sisinya. Imut sekali. Nadin tertawa memamerkan lesung pipitnya sambil memandang wajahnya dalam cermin. "Bunda, aku cantik ya, Bun? Sudah mirip belum seperti Aisyah, Bun? Kata Bunda, Aisyah adalah istri Nabi yang paling cantik dan pintar menghapal hadist" Bunda mengangguk, "Betul Nak, Aisyah adalah seorang gadis yang sangat cantik di Mekah, dan Beliau adalah penghapal hadist yang terbanyak dan paling dipercaya saat itu" "Temenku juga cantik, Bun, rambutnya panjang dan lebat. Aku suka melihat rambutnya kalau sedang berolah raga. Rambutnya bergerak kesana-kemari, Bun." Bunda tertawa kecil, sambil memasangkan bros kecil di jilbab putrinya, "Iya sayang, pada hakikatnya setiap wanita itu cantik. Ada yang rambutnya bagus, ada yang kulitnya bersih, ada yang bentuk tubuhnya indah, semua pu...

KATA (KATAMU)

“ Words have energy and power with the ability to help, to heal, to hinder, to hurt, to harm, to humiliate and to humble .” - Yehuda Berg - Kegiatan menulis ini sudah direncanakan dari kemarin, bukan tulisannya ya hanya kegiatan menulisnya. Sampai sepuluh menit yang lalupun belum terpikir mau menulis apa, kebetulan saja seminggu terakhir ini mood lagi gak enak, bawaannya males, sehari-hari mengerutu (walau dalam hati), duduk di meja sama orang banyak tapi main Candy Crush atau malah baca komik di handphone. Beberapa kali pembicaraan dilempar ke saya tapi karena tidak mendengarkan ya gak tahu dari tadi sebenarnya dia ngomongin apa, untungnya sang kawan lebih fokus untuk melanjutkan ceritanya daripada mendengarkan tanggapanku. Nah, tadi sebelum buka ms word sambil nunggu laptop loading, kebetulan laptop tua jadi ngidupinnya agak lama, saya buka Facebook deh di handphone dan nonton video soal “Kata-kata” atau lebih tepatnya “Kekuatan Kata-kata” di mana sebuah kata/ kata-kata dapat...

Paddy Field

Birds sing a song cheerfully among the field Light of sun come in through the field Farmers and people walk through and across the field Butterflies are flying up in the field I imagine the smells paddy field in the morning I took deep breath among paddy field How solemn and fresh the nuance of it So I can remember the time we made Paddy field made me realize the time went by   The picture of God the almighty revealed Many people work in the paddy field They made a fortune for themselves and others Morning breeze in the paddy field was so amazing The perfume of green grass stimulated the soul of mine Now, paddy field has become a scarcity venue Paddy field, I miss you with someone that I can share  #inspirasialam ##nuansabatin Puisi ini dapat dilihat juga pada laman :  https://rulyardiansyah.blogspot.co.id/2017/12/paddy-field.html