Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 23, 2017

Kakak Ga Jadi Nyantren

Gelap mulai menaungi desa Cilimus di kaki gunung Ciremai. Mendung  menggelayut disusul rintik-rintik hujan yang kelamaan jadi deras. Sepi, semakin sepi saja rasanya karena satu anggota keluarga yang selalu setia berlelah-lelah dalam kemacetan bersama ketika berpetualang dengan Fazan (nama kendaraan roda empat mereka) harus tinggal di sini. Tadi, di pintu kamar asrama, Kakak melambaikan tangan dengan wajah sumringah. “In syaa Allah, aku akan mulai mandiri, Bu.” Mantap dan ceria sekali dia berucap sebelum mencium tangan Ibu. Sementara, dada Ibu begitu sesak dan kelopak matanya mulai panas menahan tangis. “Ahh … anakku, kenapa kamu tidak belajar mandiri bersama Ibu saja?” Begitu selalu protes di batin Ibu setiap kali mendengar alasan Kakak ingin sekolah di pesantren. Supaya banyak kegiatan positif, bu. Ga main HP terus, bu. Tetap rajin ibadah, bu. Tambah hafalan Al Qur’an, bu. Ya…ya… sungguh mulia, keinginanmu, nak. Tapi kenapa tidak terbersit untuk melakukan semuanya di dekat Ibu? ...

Renungan Sore: Yang Sensi Boleh Baca

Pasti pernah dengar kata bully kan? Kata ini sepertinya sedang booming saat ini, semua orang, dari anak-anak sampai orang tua pernah mendengar kata ini. Hanya cara menyikapinya yang berbeda-beda. Ada yang menganggap remeh, ada yang biasa-biasa aja, bahkan yang menanggapi secara serius pun ada. Kenyataannya bullying kian marak dilakukan di Indonesia. Bully berasal dari Bahasa Inggris, padanan dalam Bahasa Indonesianya adalah perundungan yang artinya adalah suatu perlakuan yang menganggu, mengusik terus- menerus, dan juga menyusahkan. Dari definisi di atas, sudah cukup jelas, apa yang dimaksud derngan bully. Cobalah berkaca pada diri kita sendiri, apakah setiap ucapan, tindakan, atau bahkan pikiran kita ada yang menganggu/menyusahkan orang lain? Kadang kita lakukan dengan sadar atau tak menyadari bahwa itu menyakiti orang lain. Kalau iya, maka bersiaplah jika kita ternyata bisa dikategorikan sebagai pelaku bullying. Kalau konteksnya hanya bercanda bagaimana? Beda-beda ti...

Berpikir Tanpa Kotak

Sambil gowes tadi pagi saya mikir: apakah selalu berpikir "out of the box" itu bagus? Mungkin iya apabila pikiran itu benar-benar "keluar dari kotak", tapi bagaimana bila ternyata pikiran yang "out of the box" tadi ternyata masuk ke "another box" ? Keluar dari kotak yang satu, masuk ke kotak yang lain. Pikiran tersebut dipicu oleh maraknya pemberitaan di radio tentang ruwetnya peraturan-peraturan di Indonesia. Sampai-sampai Pak Jokowi dengan geram menyampaikan kekesalannya akan hal tersebut. Pak Jokowi menyoal tentang bangsa Indonesia yang memiliki banyak sumber daya, banyak investor yang berminat menanamkan modal, tapi semuanya sia-sia karena aturan-aturan yang ruwet. Terkait hal tersebut, Pak Jokowi bahkan 'mengultimatum' para menteri agar tidak lagi membuat aturan-aturan yang bikin ruwet. Kekesalan Pak Presiden tersebut dapat dipahami. Bagaimana tidak? Tidak terhitung banyak peluang investasi yang terhambat bahkan hilang hanya k...

Malu dan Lelah

Seharusnya aku malu kepada matahari yang tak pernah lelah menyinari bumi. Seharusnya aku malu kepada burung-burung yang tak pernah lelah menjemput rezeki diwaktu pagi,  dan baru pulang diwaktu petang dalam keadaan kenyang. Seharusnya aku malu kepada semut yang tak pernah lelah membawa makanan yang berukuran lebih besar dari tubuhnya yang mungil. Dan... seharusnya aku malu kepada Allah SWT yang tak pernah lelah memberikan kasih dan sayangnya untukku, meski aku sering lalai dalam taat kepadaNYA.