Buku "SuperFreakonomics" dengan sub judul yang provokatif ini merupakan sekuel yang jauh lebih ambisius dari buku pertamanya. Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner kembali menggunakan logika ekonomi untuk membedah anomali perilaku manusia yang sering kali tidak masuk akal jika hanya dilihat dari permukaan.
Berikut sinopsis singkat (mohon maaf jika kurang berkenan) berdasarkan tiga pilar utama dalam judul :
Sindiran Halus Patriotik: Ekonomi Insentif dan Persaingan
Bab ini tidak bermaksud membahas politik, melainkan statistik ekonomi di balik industri seks di Chicago.
- Hukum Penawaran dan Permintaan: Penulis menjelaskan mengapa pendapatan PSK turun drastis dalam beberapa dekade terakhir. Jawabannya adalah liberalisasi seksual. Ketika seks menjadi lebih mudah didapat secara gratis di masyarakat modern, "harga" di pasar komersial turun.
- Analisis Akhir Pekan: Mengapa banyak PSK yang justru lebih sibuk atau "patriotik" pada hari libur nasional? Ini murni masalah insentif. Mereka menaikkan tarif saat permintaan tinggi (seperti lonjakan wisatawan atau perayaan) dan bekerja lebih keras ketika persaingan sedang longgar.
- Peran Mucikari: Penulis berargumen bahwa mucikari bertindak seperti manajer pemasaran dan penyedia keamanan yang memberikan nilai tambah pada layanan, sehingga PSK yang memiliki mucikari sering kali berpenghasilan lebih tinggi daripada yang bekerja mandiri.
Mengapa Pengebom Bunuh Diri Harus Membeli Asuransi?
Salah satu bagian paling menarik adalah bagaimana data perbankan bisa digunakan untuk mendeteksi teroris (profiling).
- Anomali Perilaku: Teroris membutuhkan dana untuk beroperasi, namun mereka harus tetap "tidak terlihat". Kadang sering kali menunjukkan pola yang aneh.
- Logika Asuransi: Penulis menyarankan bahwa cara terbaik bagi seorang calon pengebom bunuh diri untuk menyamar adalah dengan berperilaku seperti orang yang berencana hidup lama. Seseorang yang membeli asuransi jiwa menunjukkan bahwa dia peduli pada masa depan keluarganya, yang merupakan sinyal kuat bagi bank bahwa orang tersebut bukan pengebom bunuh diri.
- Deteksi Pola: Dengan melihat siapa yang tidak melakukan aktivitas normal (seperti menarik uang tunai secara rutin atau membeli asuransi), pihak berwenang dapat mempersempit daftar tersangka teroris dari jutaan orang menjadi hanya beberapa ratus saja.
Pendinginan Global: Solusi Teknis vs. Solusi Moral
Bagian ini adalah yang paling kontroversial. Penulis menantang gerakan lingkungan tradisional yang berfokus pada pengurangan emisi karbon.
- Masalah Eksternalitas: Mengurangi emisi karbon sangat sulit karena melibatkan koordinasi miliaran orang.
- Geo-engineering: Penulis memperkenalkan ide dari Nathan Myhrvold (mantan CTO Microsoft) tentang "selang ke langit". Terinspirasi dari letusan gunung berapi yang mendinginkan suhu bumi secara alami melalui sulfur di atmosfer, mereka mengusulkan pemompaan sulfur dioksida ke stratosfer.
- Efisiensi Biaya: Mereka berargumen bahwa solusi ini jauh lebih murah dan cepat untuk menghentikan pemanasan global (menciptakan pendinginan global buatan) dibandingkan dengan mengubah seluruh ekonomi dunia menjadi energi hijau dalam waktu singkat.
Selain tiga topik utama di atas, buku ini juga membahas:
- Efek Penonton (Bystander Effect): Mengapa orang sering diam saat melihat kejahatan (kasus Kitty Genovese) dan bagaimana tekanan sosial menentukan kemauan kita untuk menolong.
- Keselamatan Anak: Data yang menunjukkan bahwa penggunaan car seat (kursi khusus bayi) sebenarnya tidak jauh lebih aman daripada sabuk pengaman biasa untuk anak di atas 2 tahun, meskipun industri tersebut bernilai miliaran dolar.
- Dokter dan Cuci Tangan: Mengapa kecerdasan tidak menjamin kepatuhan pada hal sederhana, dan bagaimana insentif (atau rasa malu) bisa mengubah perilaku medis.
Kesimpulan Utama
Buku ini menyimpulkan bahwa manusia merespons insentif. Jika Anda ingin menyelesaikan masalah besar (seperti terorisme atau pemanasan global), jangan hanya mengandalkan moralitas atau himbauan. Gunakanlah data untuk menemukan insentif yang tepat atau cari solusi teknis yang "super" efisien yang mungkin terlihat aneh namun bekerja secara matematis.
