Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 18, 2017

Dibatas Masa

Gambar
Ada masa Dimana yang hidup akan mengalami episode kematian Terpisah dari kerabat dan rekan sejawat Seperti sekuntum bunga yang terlepas dari induknya Terhempas oleh angin hingga menjangkau jarak yang cukup jauh. Ah....apalah yang mau disombongkan oleh diri ini Jika sudah tiba masanya, maka akan mengalami hal yang sama. #Muhasabah #28Ramadhan

Kala

Terngiang raut wajahmu yang ceria Saat ku duduk bersimpuh di beranda Tak kuat rindu ini menahan Ingin rasanya segera berjumpa Tawa candamu yang menyejukan Seakan menggiring asa yang hilang Kutemukan sosok yang kudambakan Ingin rasanya kudekap sepenuh jiwa Rasanya ingin mengulang kejadian itu Rindu peluh yang tertunda Jika hal itu terjadi kembali Merdeka rasanya jiwa dan raga ini #edisimasihdikantor Puisi ini dapat dilihat pada laman : https://rulyardiansyah.blogspot.co.id/2017/06/kala.html

Pasar Kaget

Pasar Kaget berbeda dengan pasar tradisional dan pasti juga berbeda dengan pasar malam. Jika ditilik melalui “paman gugel”, ada beberapa pengertian seperti di laman ini  https://id.wiktionary.org/wiki/pasar_kaget  bahwa pengertian pasar kaget adalah pasar sesaat yang terjadi ketika terdapat sebuah keramaian atau perayaan. Pengertian yang sama di laman  http://www.deskripsi.com/p/pasar-kaget  Mungkin siapapun bisa mencari arti lain dari pasar kaget ini.      Sebenarnya bukan hal yang khusus saya ingin menceritakan mengenai pasar kaget ini. Tapi ada keperluan lain untuk anak-anak yang senang mendengarkan suara dari gawainya melalui  earphone  (kalau bahasa anak-anak saya bilangnya “kuping-kuping” karena alat itu mencantol di kuping makanya disebut seperti itu). Nah perjalanan ke pasar kaget ini merupakan yang kedua kali karena pembelian pertama cukup memuaskan dari sisi kualitas dan kekuatan karena sering terjatuh dan dijual dengan harga R...

Menjemput Cinta (Bagian Kelima)

"Dalam menjalani kehidupan, kadang kita dihadapkan oleh dua pilihan, bahkan lebih". Malam kembali menyelimuti desa. Gerimis yang turun sejak sore, menambah dingin suhu udara. Sebagian penduduk lebih memilih berada di dalam rumah. Sebagiannya lagi, yang didominasi kaum lelaki baru saja keluar dari masjid setelah selesai melaksanakan shalat maghrib berjamaah.  Bram terlihat masih berada di dalam masjid, rupanya ia masih khusyuk berdo'a. Setelah selesai berdo'a, ia bangkit dan bergegas keluar melalui pintu utama Masjid, di ambilnya payung yang ia letakkan di pojok halaman,  kemudian berjalan pulang. Sesampainya di rumah, biasanya Bram langsung menuju ruang makan untuk bergabung dengan ibu dan adiknya menyantap makan malam. Namun malam itu ia izin kepada Ibunya untuk langsung masuk ke kamar. Di dalam kamar, Bram melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur, sejenak kemudian ia memejamkan mata. Bram sebetulnya tidak tidur, hati dan pikirannya terjaga. Ya, Bram sedang m...

Oleh - oleh

 Frasa ini muncul ketika kita kembali dari suatu perjalanan baik silahturahim, plesiran atau liburan, dinas atau lainnya. Saya juga tidak tahu apakah sudah ada yang pernah membahas mengenai frasa “oleh - oleh” ini. Semoga ada yang pernah tetapi sudut pandangnya berbeda. Mungkin memang tidak pernah ada yang membahasnya atau pernah meski dengan sudut pandang yang sama. Jika yang terakhir memang ada, semoga muatan yang akan disampaikan tidak sama. Semoga.        Mari kita cek kembali mengenai frasa oleh - oleh ini. Jika kita cek di laman ini  http://kbbi.web.id/oleh-oleh  maka artinya adalah sesuatu yang dibawa dari bepergian, buah tangan (kata benda). Kita  lihat sumber yang lain seperti di laman ini  https://www.kamusbesar.com/oleh_oleh  artinya tetap sama. Jadi oleh-oleh itu adalah sesuatu yang dibawa dari bepergian atau buah tangan. Mari kita ingat kembali beberapa kejadian yang pernah kita alami terkait dengan oleh – oleh ini. ...

Sudah Efektifkah Defisit APBN?

Gambar
Utang Pemerintah Pusat sampai dengan Februari 2017 mencapai sebesar Rp3.589,12 triliun, angka ini meningkat sebesar 12,28% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp3.196,61 triliun. Alasan pemerintah melakukan utang karena diperlukan untuk menutup defisit anggaran, yang kemudian akan digunakan sebagai stimulus bagi perekonomian. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, penjelasan dalam Pasal 12 disebutkan bahwa defisit anggaran dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Melihat defisit APBN terhadap PDB selama tahun 2012 sampai dengan 2016, kecenderungannya terus mengalami peningkatan tetapi masih dibawah angka 3%. Khusus untuk tahun 2016, defisit APBN terhadap PDB turun sebesar 0,03% menjadi 2,20%. Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran Tahun 2012-2016 Sumber : Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik diolah Penerapan defisit anggara...

Diatur Ruwet, Gak Diatur Mumet

Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) seorang narasumber pernah membuat pernyataan bahwa carut-marutnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita lebih disebabkan oleh carut-marutnya peraturan di Indonesia. Pernyataan tersebut ada benarnya mengingat setiap rupiah dari ribuan triliun rupiah dalam APBN terikat dalam peraturan-peraturan yang sedemikian banyaknya. Dari level aturan yang mengatur dan mengikat seluruh warga negara sampai dengan aturan yang sifatnya hanya mengatur satu unit pemerintahan terkecil. Dengan banyaknya peraturan-peraturan tersebut, tak heran jika ditemukan banyak tumpang tindih pengaturan, duplikasi tugas fungsi dan sebagainya yang kalau diterjemahkan singkat menjadi “benang kusut”. “Benang kusut” peraturan-peraturan di Indonesia bukannya tidak disadari, namun demikian belum tampak adanya upaya untuk mengurai “benang kusut” tersebut. Dalam kaitan dengan pernyataan di awal tadi, dapat dipahami bahwa “benang kusut” itulah yang menyebabkan carut- mar...

Baju Lebaran

"ih kamu ih... mama capek nyari-nyari kamu ga ketemu.. jangan keliling-keliling terus dong" "jangan gitu atuh.. mamah ga suka deh.. nanti kalau kamu ilang gimana" "dedek.. dedek.. sini jangan berdiri di tengah jalan, nanti ketabrak orang" "Eh.. itu.. ada temennya.. tapi temennya ga nangis tuh... pinter... adek jgn nangis yah" Suara-suara itu lalu lalang melintasi telinga kanan dan kiri. Terdengarnya tak jelas, banyak distorsi karena semuanya masuk secara bersamaan. Namun frekuensinya sama, nyaring dengan desibel tinggi. Bising memang tapi bukan salah mereka, salah saya memilih berada di sana. Kerongkongan masih terlarang dari kucuran air, pun dengan asupan makanan, sedangkan mentari tetap setia membagi-bagikan sinar panasnya. Periode dibelenggunya setan ini sudah mendekati akhir yang seharusnya ditandai dengan ramainya orang ke masjid di saat malam. Di Indonesia, tanda itu ada tambahan, pasar dengan segala turunannya juga ikut...

Nyonya Tua Bergaun Putih*

Gambar
"Tapi, saya sudah buatkan you kue kentang..." Cuma kalimat itu yang mendorongku naik bus kota demi sekadar mengunjungi seseorang yang tidak kukenal di sore hari. Menelusuri kumpulan gedung apartemen dan membuka salah satu pintunya hanya untuk melihat seorang ibu yang sudah teramat sangat tua membuat kue... rasanya seperti di film The Matrix ketika tokoh Neo pertama kalinya bertemu dengan Nyonya Oracle yang bijaksana (itu kata adikku lho). Minggu lalu, ibu ini menemukan nomor teleponku terselip di buku tabungan. Ia menelepon ke rumah, kemudian ke kantor, lalu mengingatkan bahwa aku pernah berkata akan berkunjung dan mengobrol dengannya. Tentu aku masih ingat itu semua. Hanya saja pertemuan kami terjadi lorong rumah sakit, ketika sama-sama menunggui keluarga yang dirawat inap. Setiap hari ia selalu mengenakan gaun putih, selendang putih, dan sepatu putih. Tampak seperti berusia 50 tahun, ia berkata sebenarnya sudah berusia lebih dari 80 tahun. Meski percakapan ...

Midnight Sun in Mölnlycke

Gambar
Last night was memorable. We had a dinner at a friend’s house in a suburban area, for a farewell, a welcoming, a set of vegetarian dish, and a little board game. This is summer. The sun still shining all the way until midnight ... that we almost missed the last bus to town. Ten of us ran through the hilly road amidst the purple sky and jumped over the terminal’s steel fences to catch the midnight bus. All sweating, heart racing, losing breath and feeling fool like Cinderella. Good we had our shoes on. May 2014

Synchronicity

Gambar
Have you ever experienced random things in your life which have no direct cause  -and-effect relationships but somehow share a meaning? You talked so much about an inspiring person in graphology you wanted to meet but unfortunately he had already died, suddenly your friend told you this person was actually her professor and thesis supervisor in architecture. So now you can imagine what it is like to meet and talk to the graphologist. In other time, another friend told you about a mysterious dream of 3 questions, that you easily answered because someone had told you all of the answers long time ago. Thanks to an 80-year-old Indian lady in white. You both met in a hospital ward while waiting for a sick family. She invited you to her house, told you her life story which started long before your own country independence. Later taught you how to cook and baked a chocolate cake without electric appliances. Strangely, now you never heard anything from her anymore as she ...

How Do You Say "Mjölk"?

Gambar
It is 11 noon. I was on a tram. After asking for her permission, I took an empty seat beside an old lady. On my lap was a plastic bag covering two containers full of cooked pasta with pesto sauce, tuna, and turkey sausage … my potluck for a friend’s party. Then the white-haired and blue-eyed old lady wearing a beige overcoat and knitted shawl started this conversation. Where do you come from? Indonesia. What are you doing here? Study. How long will you stay? Two years, hopefully. I will return in 2015. Would you work here? I don’t think so. Why? My study is funded by my office. I need to get back to work after I am finish, otherwise, I have to return the money. (A moment of silence, then the old lady sighed) Well, I sent my son to study in London. Now he stays and works there, barely has breaks. He works so hard, until night, even in Sundays. It is different with here. Work in Sweden might be better, you know? Yes, it could be. (A moment of silence)...