Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pantun

Pantun Tentang Pantun

Gambar
Pergi ke pasar membeli sukun, Jangan lupa beli rambutan. Mari kita berbalas pantun, Asah pikiran, tambah wawasan.

Pantun Tentang Waktu

Gambar
Dari Riau menuju seberang Naik sampan mudik ke hilir Masa berlalu datang dan hilang Usia pergi bagai air mengalir Jakarta, 15 Juli 2025

Basuh

Sehelai daun kering yang melayang jatuh, Telah tertulis dulu pada masa yang jauh, Tak cukup alasan hatimu merapuh Ketika hasil tak sebanding basahnya peluh Sekuat apapun teriakmu mengaduh Yang telah lewat,takkan lagi tersentuh , Jadikan saja semua menjadi suluh Penerang jalanmu,agar kian kukuh (bekasi,300324)

Pergi Rapat ke Baturaden

Pergi rapat  kerja ke baturaden, Lewati hamparan pinus dan nanas Sinergi  DJA  DJAPK semakin keren Wujudkan anggaran berkualitas badan lungkrah  ingin istirahat Menjadi terlupa  indahnya  lokasi Belanja daerah dan belanja pusat Dirancang harmoni tak duplikasi Di bawah panglima nan perkasa DJA DJPK berpadu seiring sejalan Di sini Pak Prima di sana Pak Isa Kami dipandu  mencapai tujuan (12 Mei 2022)

Kelak kita akan ditanya

K elak ada masa semua khusuk Mulut tercekat lidah terkunci Nikmat karunia yang dulu tereguk Lahirkan tanya  bertubi tubi Empat perkara semasa di dunia Menuntut jawab tanpa tersisa Tak sempat  bergeser kaki kemana Berdiam memaku, lelah tersiksa Tentang  usia yang dijalani, Bermula lahir berakhir mati Kelak  ditanya tingkah badani Pada bilangan waktu yang terlewati Tentang ilmu yang dimiliki Buah pencarian sepanjang hayat Kelak ditanya apakah berarti Memandu hidup lebih manfaat Tentang harta yang dipunya beragam jumlah dan juga rupa Semua sama akan ditanya dari mana muasal dan untuk apa Tentang jasad yang melekat menjadi merenta selepas muda Sejauh mana telah diperbuat Sebelum ringkihnya tua jadi pembeda cerita dieja berulang ulang Pengingat diri yang sering hilaf Jika pantun  dirasa  lancang Ijinkan diri memohon maaf Ujung Harapan, 22 Juli 2020, 23.33 WIB

"orang kaya, mendaftar kerja"

. Badan besar, Hatinya  dekil, Wajah  sangar Mentalnya  kecil Harta yang dipunya Dipikir segalanya Semua temannya Ingin dikontrolnya Dalam diskusi Tegak berdiri Dalam posisi Menang sendiri Serius, bercanda Dia punya jadwal Yang asal tertawa Membuatnya kesal Dia ngomong ngelantur bilangnya  bercanda Yang lain bertutur Dia lempar kena dada Banyak orang Menjadi korban Watak pemberang Kepada teman Biarpun pernah satu sekolah Umurnya  tua  atau sebaya Hampir selalu pernah masalah Jika berdekat dengan dirinya Dari rumah mungkin awalnya, Tumbuh besar laksana raja Semua tunduk pada titahnya Apapun mau, bilanglah saja dia pikir  kekayaan besar Bekal selalu hidup gemerlap dirinya selalu merasa benar Emoh belajar meminta maap dipeliharanya seekor kucing teman berbincang kalau di rumah Memahami teman merasa asing Teman tak paham dikira marah Semua hukum di dalam rumah Ingin adopsi di semua tempat Berharap dimak...

Fana

Tidakkah  sesak sesekali  hadir, Umur bergulir, kepala kian pandir Hakekat hidup lalai di pikir, dunia persingahannya para musafir Beruntai  nikmat runtut mengalir, Tiada terhitung semenjak lahir Pada waktunya menemu akhir Esok atau lusa tiada tertaksir Tapi Langkah kerap tersesat Karena hati melegam pekat Bebal membaca tanda isyarat Dunia menipu pencari nikmat manisnya dunia hanya sesaat, Saat mati semua tamat Tapi lelarian sepanjang hayat Sibuk mengejar harta dan pangkat Semoga bukan di ujung sekarat, Hati berdetak  untuk mengingat Gemerlap dunia  takkan manfaat Menebus berat janji akherat

Dibilangnya kami tak waras

Dibilangnya kami tak waras udzur usia bermain futsal Tak peduli lututnya lemas Libur sekali rasa menyesal Dibilangnya kami orang gila, Mencari kata bersusah susah Padu padankan bait dan sela Agar ungkapan terbaca indah Apakah  kata yang setara Akan tertuju untuk semua Para lelaki pencari gembira Jalani pilihan laku berbeda pemancing, penyanyi atau pelari Penggemar tumbuhan atau binatang Masing masing punya sendiri Bagaimana cara mencari senang Pemancing  ke pasar membeli ikan Ikan di tuang ke dalam kubangan Melempar pancing dari tepian Tertawa bahagia umpan dimakan Nafas  terengah bercucur keringat Lima putaran setiap hari Beban pikiran makin memberat Menjadi hilang dengan berlari Lelaki berjalan menenteng kandang murai dan jalak di latih berkicau Akhir bulan turun gelanggang Burungnya diam hatinya risau Lelaki lain berjingkrak jingkrak Speaker berdentam dentam bergetar Lepaskan penat yang makin sesak Musik berakhir kembali segar Ki...

Hujan mereda, tapi...

Hujan sudah mulai reda Rintiknya tak lagi deras Tapi tidak dengan cinta Titiknya semakin bernas Air menggenang, mulai surut Genang kenang, Kian carut marut Angin semilir bawa tempias Ruang tamu sedikit basah Bagai air di daun talas, Sikapmu plinplan tiada arah Kisah banjir sisakan berita, Hulu dan hilir deras mengalir Entah bagaimana akhir cerita Seperti apa menemu takdir Anak anakpun asik tak letih, Hujannya turun,  asik berkejaran Susah gembira kita yang pilih, Bemain pantun buat hiburan

Pantun pembuka

Penumpang berjejal naik semua, Menuju  bintaro lewati maja Salam kenal adik semua Saya hartanto dari dja Berkali kali  terasa mual Ketiak dari pasar ketemu muka 14 kali menurut jadwal, Hendak Belajar ilmu pbk Tak pernah sempat kami terlelap Berdiri rapat tak bisa kemana Dari awal saya berharap, Ilmu manfaat, nilainya A Pintu terbuka segera turun, Didesak penumpang dari belakang Temu pembuka saya berpantun Benak senang tak jadi tegang Cerita ini tak terelakan, Jamak di temu lintas stasiun Adik disini saya silakan Siapa mau berbalas pantun Bintaro, 5 oktober 2019 (Pantun di pembuka perkuliahan semester ganjil 19/20)

Pantun Pengingat

Bunga melati bunga kamboja Warnanya putih menarik hati Belajar bisa dari mana saja Salah satunya dari grup ini Ada yang mekar ada yang kuncup Tersusun indah tertata di dahan Sekolah kehidupan tak pernah tutup Bagi  mereka yang membutuhkan Inilah tenun si tenun ikat Dibuat orang dengan indahnya Ilmu dunia ilmu akhirat Semua itu ada porsinya Burung pelikan unik paruhnya Ikan disimpan dalam paruhnya Usia kita ada batasnya Pilihlah ilmu sesuai porsinya CL Pondok Ranji - Tanah Abang, 7 September 2018