Ujian
Tulisan SaungKemangi menggugah saya untuk melihat kembali kejadian demi kejadian saat masih anak-anak soal “Keberadaan Allah?” Saya, saat itu masih sekolah kelas VI SD ketika beberapa anak senang bermain dengan teman sebaya, saya juga termasuk yang “lebih” senang bermain daripada sholat. Karena saya masih anak-anak dan belum akil baliqh , jadi saya berpikir tidak ada kewajiban untuk melaksanakan perintah Allah. Makanya ketika ada pertanyaan itupun, saya santai dan tidak berpikir jauh. Dan perilaku sehari-haripun meski belajar mengaji, puasa dan sholat tarawih dengan membawa buku catatan agar bisa menyimpulkan khotbah nya mengenai apa dan mendapat paraf dari khotib saat itu, tetap aja masih gak mikir “Dimana Allah itu”. Hingga lulus SD, SMP hingga SMA, saya bahkan banyak mengikut kegiatan rohis dan dengan wejangan-wejangan khas anak rohis, saya tetap aja masih belum mikir soal “Dimana Allah itu?” Karena saat SMA, saya punya motivasi ikut kegiatan ekstra kurikuler agar bisa dekat d...