Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 19, 2023

LELAKI INI DAN PEREMPUAN ITU DAN HUJAN HARI ITU

Hujan. Lelaki Ini selalu suka hujan. Baginya, titik pertama air hujan bagaikan satu ketukan metronome. Mengorkestrasi titik-titik berikutnya. Dua, tiga, lima, tujuh, seribu sampai tak hingga ketukan. Lelaki Ini memejamkan mata, menajamkan telinga. Mencoba menangkap ketukan demi ketukan yang mencipta kata. Ketukan yang menciptakan jeda, hingga terangkai kalimat indah. Lelaki ini tersenyum. Sedikit pongah, sebagai indu - ra , sang penguasa hujan.  Sampai akhirnya cambuk Zeus menyadarkannya. Dirinya tak lebih curahan awan yang lelah menahan gelisah. Menjadi genangan, lalu buyar oleh riak roda kereta besi. Hujan masih menyampaikan pesan. Satu satu lamat tersamar. Lelaki Ini mengumpulkan asa yang tersisa. Lalu kecewa. Ketika hujan tidak menyampaikan apa-apa. Hanya hening panjang penuh prasangka. Lelaki Ini terluka, laksana tanah dicecar pasukan tirta. *** Hari itu harusnya mudah. Tidak beda dengan hari-hari lainnya. Semua tugas bisa tuntas. Hanya beberapa rapat ini itu. Mudah saja. Kema...

Lelaki Ini dan Perempuan Itu dan Rapuhnya Hati Yang Lelah

Lelaki Ini terbakar. Duduk gelisah, berdiri salah. Bagai anak muda yang baru kenal cinta. Perempuan Itu duduk diam di depannya. Dengan rindu yang tak terkira beratnya.  "Aku bisa apa?", putus asa Lelaki Ini. Mereka hanya bertukar tatap. Rehat singkat jeda ini ternyata lebih menyiksa.  Perempuan Itu membisu. Miliaran rasa berlomba menyeruak kata. Terhenti sunyi hati. Jika aku bisa, ku akan kembali, ku akan merubah takdir cinta yang kupilih. Tidak ada kebetulan dalam hidup. Rasa yang bertahta sekian lama juga begitu. Satu dasawarsa, jika tanpa rasa, pasti sudah hilang tergerus masa.  "Jangan lepas aku ya", bisik Perempuan Itu. Jemari bertaut makna. Meresonansi rasa yang membuncah saat jeda.  Terkadang-bahkan seringkali-manusia egois dengan harapannya. Berharap situasi selalu sesuai dengan harapan. Ketika tidak, meradang menyalahkan keadaan. Pun, Lelaki Ini dan Perempuan Itu. Waktu tak mau berpihak. Sementara, rasa tak mau dicegah.  *** Perempuan Itu sadar, dirinya...