Seperti kanak kanak, mata terlelap seusai terompet terakhir berbunyi, dan nyala petasan terakhir berpendaran, Dalam lamat cahaya dan mata yang sepat, masih berusaha memahat "ini kutulis harapan dan cita cita untuk setahun mendatang" Lalu seperti kanak kanak, Tetiba suatu sore kita terperanjat Tukang terompet, petasan, jagung muda dan arang bakar berteriak sekelebat, Menawarkan dagangan yang mereka muat, " mari mari, tidakkah kita bersiap wahai penghuni bumi, nanti malam tahun akan lagi berganti" Tak seperti kanak kanak, Kita bertanya "kenapa sudah tahun baru lagi? Kenapa waktu melesat begitu cepat?untuk setahun waktu terlewat, "apa saja telah ku buat?" semua seperti dejavu Bagai keledai pandir dan dungu, Terperosok berulang pada lubang satu Setiap akhir tahun mengutuki waktu Apa mungkin kita jauh tersesat, Oleh muslihat dunia yang menjerat harapan dan cita di awal tahun di catat, Di pegang erat serupa amanat, tapi laku ...