Postingan
Menampilkan postingan dari Desember 29, 2019
Tentang hujan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
#tentang hujan (1) Aku tak pintar menakar cuaca, Ku biarkan rintik pesonamu Berulang ulang menghujani ku, Hanya sekedar berharap, sebaris pelangi indah Tergambar seusainya Tapi kau datang terlalu bertubi, Membanjiriku Menggenangiku selalu saja, Aku tak berdaya Untuk tidak tenggelam makin dalam dan terhanyut, Makin larut (3 Januari 2020)
Pujian dan Ujian
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pujian dan Ujian Pujian dapat menjerumuskan Pabila disikapi dengan jumawa Sedangkan ujian dapat menyelamatkan Pabila disikapi dengan keikhlasan atas ketetapan Tuhan Pujian dan Ujian Keduanya sama-sama di uji Sesiapa yang mampu menjalani Kan tampil sebagai Hamba-Hamba yang di Ridhoi Pujian dan Ujian Dua kata yang dibedakan hanya oleh konsonan P Sesiapa yang tidak mampu menjalani Ia kan menuai konsekuansi Semoga diri ini senantiasa selamat dalam menghadapi pujian maupun ujian GNWN/03012020
When I'm Sixty Four*
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Ti [1] , Aung [2] subuhan ke masjid ya, assalamu’alaikum” pamit Aung kepada Uti. Sudah jadi kebiasaan Aung sejak bertahun yang lalu untuk sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah mereka. Dulu sih tidak rutin, sesempatnya Aung saja, tapi semenjak pensiun Aung rutin setiap subuh ke masjid, kecuali ada uzur yang tidak bisa dihindarkan. “wa’alaikum salaam, iya Ung, tiati ” sahut Uti yang sedang bersiap-siap juga untuk sholat subuh. Begitulah rutinitas Aung dan Uti di pagi hari. Selepas dari masjid biasanya Aung akan menyempatkan diri jogging 30-40 menit atau sekedar mengajak Uti jalan pagi keliling komplek perumahan mereka. Di usia-nya yang 64 tahun Aung masih terlihat segar dan atletis. Tidak heran, karena semasa muda Aung terkenal rajin berolahraga sepeda dan lari. Sampai sekarang aktivitas tersebut masih tetap dilakukan walaupun dengan intensitas rendah. Uti yang hanya berbeda 4 tahun dari Aung juga masih terlihat segar. Selain jalan pagi bersama, Aung juga sering mengajak Uti...
What hurts you today, makes you stronger tomorrow, nak ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sebelum mimpi usai, tikam lah dia tepat di jantungnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pada tidur siang ku, Aku bermimpi Tentang sekelompok kaum beruntung Yang nasibnya terlihat buntung Karena otaknya yang mewah Terbungkus mental sampah Hidupnya yang sejatinya indah, Ternampak semata kisah susah, mulutnya nyinyir tersumbat nanah Lantunkan kidung sumpah serapah banyak habis waktunya mengais ilmu, matanya cekung jelajahi buku. sekolah terbaik di banyak penjuru jadi tujuan tempat berguru Tapi kepalanya sesak pikiran dungu, Ijazah dan gelar pikirnya darah biru Sebuah hak untuk menjadi pendahulu Segala kemudahan di tujuh penjuru Berdekat pejabat menjadi lagu Menjilat bersih tiada jemu Meminta jabatan tanpa malu Menginjak pesaing tiada ragu Sekali waktu orang lain maju dahulu Remuk redam dadanya bagai di palu, Berbisik bisik dia di balik pintu, Menyebarkan gibah dan isu "pemimpin-pemimpin telah diintervensi Mengambil jalan keliru, Memilih orang yang tak cakap untuk mengampu" Mungkin wajar Ijazah dan gelar dari t...
Hujan mereda, tapi...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hujan sudah mulai reda Rintiknya tak lagi deras Tapi tidak dengan cinta Titiknya semakin bernas Air menggenang, mulai surut Genang kenang, Kian carut marut Angin semilir bawa tempias Ruang tamu sedikit basah Bagai air di daun talas, Sikapmu plinplan tiada arah Kisah banjir sisakan berita, Hulu dan hilir deras mengalir Entah bagaimana akhir cerita Seperti apa menemu takdir Anak anakpun asik tak letih, Hujannya turun, asik berkejaran Susah gembira kita yang pilih, Bemain pantun buat hiburan
Menjenguk Orang Sakit
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Apakah kamu pernah sakit sampai dirawat di rumah sakit? Mudah-mudahan belum, ya. Atau mungkin kamu pernah menjenguk orang sakit di rumah sakit atau juga menunggu orang yang sakit? Nah semua pertanyaan ini, saya pernah mengalami ketiga peristiwa itu. Saya ingin membahas tentang perilaku orang yang menjenguk orang sakit di rumah sakit. Kalau kita pernah atau sering pasti kita bisa mencatat beberapa perilaku orang menjengukorang sakit (belibet amat ya bahasanya). Tipe pertama, orang datang menjenguk murni untuk memberi semangat dan mendoakan si pasien. Tak ada nasihat yang keluar dari mulutnya, hanya doa dalam hati dan kata-kata yang membesarkan hati pasien dan keluarganya. Tipe kedua, orang yang sok tahu, hehehe. Banyak banget yang kayak gini. Contoh template kalimatnya adalah, “ Coba deh minum ramuan ini, banyak yang sembuh. Apapun penyakit yang diderita pasti sembuh. Itu Pak Dawet juga sembuh minum ramuan biji A dicampur dengan buah B. Mungkin benar, kalau untuk oran...
Karet Gelang Sang Adik
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Kara, ayo sini, jangan sampai tertinggal” ajak Kari untuk mengingatkan adiknya untuk segera bergegas dan beranjak dari tempat istirahatnya. Tak disangka, mereka termasuk anak-anak yang semangat dengan segala kekurangan dan kelebihannya. “Kak, memang mau kemana kita hari ini?” tanya balik Kari ke kakaknya dengan semangat tak pernah lelah. “Sudah jangan banyak tanya dulu, ikut aja dengan kakak ya, Kara yang penting aman dengan kakak dan hari ini kakak sudah memperoleh info dari koran bekas yang kakak ambil dari tempat sampah. Tak berapa lama mereka sampai di sebuah restoran di sekitar daerah pantai indah kapuk, yang banyak menjual menu sea food dan berbagai menu yang sedang hits juga. Sekitar pantai indah kapuk ini banyak tempat yang instagrammable dan banyak muda mudi yang berkunjung di sekitarnya. Segala jenis menu masakan yang di jajakan di restoran ini beragam dari sea food, sate dan gulai, junk food dan tra...
Kisah Cinta Anak Manusia
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tanpa monyet dan tanpa pisang Kisah ini selalu menggoda hingga terngiang Kasmaran dua sejoli rindu terbalut Tidak ada genggaman dan dekapan dalam kalut Tapi itulah sejoli yang dirundung cinta Tanpa harus ada sebab kenapa saling suka Bel sekolah menjadi tanda pengingat berdua Tanpa ada Romeo dan Juliet sejoli tetap ada Tak mudah bermuram durja dan serampah Tanpa rasa dan gundah yang melimpah Siapapun tak berani mengundang dengan gegabah Pantang mundur sebelum merekah Hati senang dibalut rindu tanpa cela Berkorban jiwa dan raga tanpa bela Pasangan sejoli yang memiliki dunia Berikrar demi sebuah cinta yang fana Kubikel Jakarta, 31 Desember 2019 Puisi ini dapat dilihat pada laman : https://rulyardiansyah.blogspot.com/2019/12/kisah-cinta-anak-manusia.html
Senja di akhir tahun
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hiruk pikuk sudut kota melupakan jejakmu Tak terasa rindu sudah membelenggu Sikap santai saja tak mampu menghapus pilu Karena rindu ingin bertemu dengan mu Ada harapan baru di bekasi Meski saya bukan orang yang selalu memberi Hinakah diri ini untuk dapat memelukmu kini Ada hasrat yang dalam untuk berlari dalam diri Senja di kota Jakarta ini membuncah rasa Ingin selalu berdua dengan nya Tapi suasana yang membentengi asa Tanpa sadar bahwa diri ini sudah tua Sekalipun senja tetap indah di akhir tahun Banyak impian dan senang yang akan berayun Siapa sangka adik yang kutunggu masih tabayun Tanpa harus menghilangkan rasa dan diri yang semakin manyun Senja masih tetap indah di kota tua Berasa diri dalam kubikel yang tak ternoda Sayangnya dikau tetap disana Tanpa harus bersua dan bertatap muka Doa saya untuk adinda yang aduhai Meski diri ini tak lagi bohai Namun semangat untuk bertemu dan berkata “hai” Pembatas fana tetap menjadi mahliga...
Renungan Senja di Bekasi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tidak biasa jalanan sepi dari hiruk pikuk dan lalu lalang kuda besi dan mesin kaleng menuju Bekasi. Dalam lamunan, ku bergumam, apakah ini sudah waktunya ? Entah atau kah ini pertanda ? Tak ada yang bisa kujawab dengan sempurna lamunan itu sembari kutunggangi kuda besi ini menuju kota kedua dari hdupku, Bekasi. Banyak yg terlintas dalam kepalaku saat itu, pikiran pekerjaan, non pekerjaan, non keduanya, dunia fana, dunia antah berantah, entah saya berpikir apa saat itu sehingga lupa isinya pikiran saya apa saat itu. Sekelebat teringat wajah teduh almarhum ibuku. Apakah ini pertanda akau akan segera menyusul beliau jika tidak fokus di atas kuda besi ini? Entah. Lamunan ku semakin jauh kedalam sambil ku pelototkan mata ini agar tidak menabrak seseorang atau sesuatu. Kupacu si kuda besi dengan kecepatan bawah batas normal, jika seandainya saya terantuk dalam lamunan dampaknya tidak terlalu parah. Bayangan saya paling masuk ke selokan, dengan beberapa bagian mungkin memar dan biru....
365 hari kita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Seperti kanak kanak, mata terlelap seusai terompet terakhir berbunyi, dan nyala petasan terakhir berpendaran, Dalam lamat cahaya dan mata yang sepat, masih berusaha memahat "ini kutulis harapan dan cita cita untuk setahun mendatang" Lalu seperti kanak kanak, Tetiba suatu sore kita terperanjat Tukang terompet, petasan, jagung muda dan arang bakar berteriak sekelebat, Menawarkan dagangan yang mereka muat, " mari mari, tidakkah kita bersiap wahai penghuni bumi, nanti malam tahun akan lagi berganti" Tak seperti kanak kanak, Kita bertanya "kenapa sudah tahun baru lagi? Kenapa waktu melesat begitu cepat?untuk setahun waktu terlewat, "apa saja telah ku buat?" semua seperti dejavu Bagai keledai pandir dan dungu, Terperosok berulang pada lubang satu Setiap akhir tahun mengutuki waktu Apa mungkin kita jauh tersesat, Oleh muslihat dunia yang menjerat harapan dan cita di awal tahun di catat, Di pegang erat serupa amanat, tapi laku ...
Payungnya, Pak! Payungnya, Bu!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wahai, kawan Sore ini awan mendung menghiasi langit Jakarta Sesekali kilat menyambar bersahutan Pepohonan melambai dihempas bayu Tahukah kau, kawan Seiring datangnya hujan, aku melihat keceriaan menghiasi wajah anak-anak yang berkerumun di halaman sebuah stasiun kereta Sambil membawa payung aneka warna, mereka menawarkan jasa Payungnya Pak, Payungnya Bu Aku ingin bercerita kepadamu, kawan Tentang masa kecilku yang mirip dengan mereka Ceria di kala hujan tiba Karena membayangkan uang jajan nampak di depan mata Singkat cerita, suatu sore aku dan kawan-kawan berdiri di trotoar sebuah jalan Menunggu angkutan kota berhenti di hadapan Sebuah payung erat dalam genggaman Sedangkan tubuh, basah oleh air hujan Betapa bahagianya aku, kawan Ketika ada seseorang yang memakai jasa ojek payungku Ku ikuti langkahnya hingga tiba di sebuah halaman rumah Kemudian menerima sejumlah uang yang diberikan Tentu saja saat itu aku menggigil kedinginan, Bibir membiru, kulit jari keripu...
Panggilan Dari Abah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Belum pulang, Mbak?” tanyaku pada Mbak Sandra. “Belum,” jawab Mbak Sandra. Mbak Sandra adalah pegawai senior yang berada pada ruangan yang sama denganku. Sebagai pegawai yang belum terlalu lama bekerja, aku harus ramah kepada semua pegawai senior di kantor. Saat itu suasana kantor sudah sepi. Tersisa aku dan Mbak Sandra saja di ruangan. Waktu telah menunjukkan jam 19.50. Kebetulan aku mendapat tugas tambahan dari Pak Bayu, atasanku sehingga aku pulang agak malam. “Aku pulang duluan, Mbak Sandra. Pekerjaanku udah selesai.” Aku pamit kepada Mbak Sandra yang masih asyik memandangi monitor komputernya. Tubuh Mbak Sandra berbalik kepadaku yang berdiri di samping kursinya. Sekilas kulihat layar komputer Mbak Sandra. Wajah seorang artis yang kukenal terpampang di layar monitor. “Mbak Sandra nonton sinetron Terperangkap Cinta Tukang Siomay Yang Aneh?” tanyaku. “Iya, ngisi waktu pulang,” Mbak Sandra tersenyum kecil. “Kirain Mbak kerja.” “Enggaklah. Kerjaanku udah selesai t...
Pagi adalah...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pagi adalah jembatan Menghubungkan harapan dengan kenyataan Meski tak selamanya kenyataan sesuai keinginan Namun pagi adalah sebuah jembatan yang harus dilewati Pagi adalah inspirasi Menjadi kekuatah imajinasi para pecinta seni Lukisan alam yang patut disyukuri Permulaan hari yang menyimpan sebuah misteri Pagi adalah anugerah Sesiapa yang bersyukur, ia kan bahagia Sesiapa yang tak bersyukur, sesaklah ia Karna pagi adalah jawaban dari setiap doa Selamat pagi Semoga keberkahan senantiasa menyertai 31122019
Kopi dan Kenangan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kopi dan kenangan Melebur dalam angan tak berkesudahan Nikmati saja apa yang ada di hadapan Karena hidup tak melulu sesuai harapan! Kopi dan kenangan Ibarat aku dan kamu dalam persimpangan jalan Membisu dalam sendunya tatapan Merangkai rindu yang terlepas dalam genggaman Kopi dan kenangan Ibarat genangan yang hadir selepas hujan Maki yang terlontar oleh lisan sebagian Tak sedikit yang mengucap kesyukuran Kopi dan kenangan Pahit dan manisnya dapat dikendalikan Seperti hasrat yang berkelindan Hasrat mencintaimu........iya kamu!