Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 21, 2020

LELAKI INI DAN PEREMPUAN ITU DAN GUGATAN MASA LALU

Lelaki ini terperenyak. Sederet aksara bersungkup rahasia menggugat bayangannya. Menyeret paksa luka-luka lama, menggenangi diri dengan darah basi. Menggurati hati yang bahkan sudah tidak ada spasi. Lelaki ini tak tahu lagi. Harus tertawa geli atau menangis sedih. Cinta coba-coba, mencumbu nafsu di sudut-sudut kota adalah masa lalu yang sudah terbingkai rapi. Terpajang di bilik-bilik sunyi  patala [1] . Menggugahnya tak ubah memicu daiwi astra [2] , akan menghancurkan bahkan yang tak berdosa.  * "Ini kupat tahu paling enak se-Asia Tenggara" bual Perempuan itu lucu. Lelaki ini hanya tertawa. Mana ada kupat tahu diperingkat layaknya sekolah. Kupat tahu itu mungkin bukan yang terenak seperti bualannya, tapi menikmatinya akan selalu dirindui bertahun-tahun setelahnya. "Coba lihat tumpukan bunga-bunga ungu itu!" Perempuan itu sudah berpindah lagi. Cepat sekali layaknya gonta ganti kanal televisi. Dilihat sekilas, tak suka lalu ganti. Lelaki ini cuma geleng-gelen...

Sabtu

Bukan salah waktu jika punya banyak nama yang berulang Mungkin itulah cara kita memberi nama agar sesuatu yang berlalu dan tak bisa kembali seolah datang lagi Sabtu, J0620

Renjana nan cela

Hujan Di Bulan Juli

Riana memandangi saldo rekening di layar ponselnya. Senyum lebar mengembang di bibirnya. Sejenak ia menyenderkan tubuh di kursi kerjanya. Ia tak peduli orang lalu lalang di depan kubikelnya. Beberapa orang mengajaknya makan siang di kantin tapi Riana menolaknya. Ia terlalu bahagia hari ini jadi perutnya terasa penuh dan tak perlu diisinya. “Hei, dari tadi kulihat kamu senyum-senyum sendiri nggak jelas gitu. Ada apa?” tegur Dina. Ia melongok dari belakang kursi Riana. “Enggak kenapa-kenapa sih. Cuma aku lagi happy aja soalnya apa yang kumimpikan sejak lama akan segera terwujud,” jawab Riana. “Ke Seoul?” bisik Dina. “Heeh.” Riana membalikkan kursinya sehingga ia berhadapan dengan Dina. “Jangan berisik, ya! Aku belum minta ijin sama Bu Tiur. Tahu sendiri kan Bu Tiur kayak gimana orangnya,” pinta Riana. “Tenang, aku jagonya simpan rahasia penting,” ujar Dina. “Besok aku mau ambil cuti. Urus visa. Mudah-mudahan semuanya lancar. Nggak sabar rasanya ketemu Bayu. Udah setahun in...

Terkurung

Bertahun-tahun kau bebas Kau bebas pergi ke mana pun yang kau inginkan Kau bebas mendaki gunung dan menyeberangi lautan luas Kau bebas pergi melintasi benua   Saat itu kau lupa berterima kasih Kau lena dengan kebebasanmu Kau abai akan kenikmatanmu Kau nikmati semua dengan suka cita   Saat ini kau terkurung di dalam ruang Tak bisa lagi kau nikmati kebebasanmu Apa yang kau lakukan? Kau sibuk berkeluh kesah tak karuan   Berapa lama kau bebas? Berapa lama kau terkurung? Kutanya sekali lagi Apakah waktu bebasmu lebih sedikit daripada waktu terkurungmu   Ya, aku tahu jawabannya Waktu bebasmu lebih banyak daripada waktu terkurungmu Tapi kenapa kau selalu mengeluh atas apa yang tak kau dapatkan Dan kau abai berterima kasih atas apa yang telah kau dapatkan   Depok, 14 Mei 2020

Berhentilah Sejenak

Berhentilah sejenak teman, mungkin perjalananmu sudah terlalu jauh penuh peluh Bahkan engkau akan tertawa mengenang masa sedihmu yang dulu di sini, di tempat yang akan membuatmu mudah untuk menguras ingatanmu tentang banyak hal Duduklah bersama teman masa lalumu ‎yang akan selalu hadir menemani tawamu Tetaplah bersama melawan rasa takut yang terlalu berani menghadangmu Bogor, 21 Juni 2020