Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 25, 2018

Sawi Hijau

Pagi ini saya melihat tanaman Sawi Hijau yang saya tanam beberapa waktu yang lalu dengan perasaan bahagia. Dari bawah tanah menyembul daun-daunnya tampak berwarna hijau tua, diterpa kilau mentari yang baru saja menampakkan sinarnya menyapu semesta ini. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, saya akan menanam jenis sayur ini. Masih segar dalam ingatan saya, ketika saya kecil, setiap kali mama memasak sawi hijau dengan tahu, saya akan menggerutu karena menurut saya rasa sawi tersebut pahit dan tidak enak. Ah… mengapa mama masak sayur ini… ujarku setiap kali mama memasak sawi hijau. Entah mulai kapan tepatnya, saya bisa menikmati rasa sayur sawi hijau ini, sehingga akhirnya saya pun tergerak untuk menanamnya di halaman rumah. Peralihan rasa tidak suka menjadi suka pun saya alami pada sayur pare. Ketika saya kecil saya tidak bisa merasakan nikmatnya rasa pare yang cenderung pahit tersebut. Bahkan, meskipun dimasak dengan udang yang menjadi salah satu lauk favorit saya, tetap saja, sa...

Binar

(sebuah catatan di hari kelahirannya) Delapan tahun lalu, saat menunggu kelahiran anak ketiga, kami menyiapkan nama untuknya Pikat Lintang Maheswari. Nama yang mewakili  sebuah harapan akan kelahiran anak perempuan yang dianugerahi paras dan tingkah yang jelita. Dan,  15 Desember 2009, Tuhan mempunyai kehendak berbeda, Dia memberi kami seorang laki laki lagi. Bayi yang lahir menjelang pagi, saat cahaya matahari mulai menyamarkan cahaya bintang timur. Kami memberinya nama Pijar Lintang Timur. Sebagai pertanda akan waktu kelahirannya, sekaligus menyematkan doa dan harapan kami, agar  kelak dia menjadi bintang dari negeri timur yang akan berpijar,terus berpijar Lima tahun kemudian, Untuk ke empat kali,Tuhan menganugerahi kami seorang anak  laki-laki lagi. Laki laki yang lahir saat kami lagi dirundung duka. Kelahirannnya hanya berselang tiga hari setelah Ibu berpulang, setelah sekian waktu bertahan melawan penyakitnya. Kami meyakini setiap kali Tuhan menco...

Ketika Perang Mencapai Puncaknya: Ironi dari transportasi online

Gambar
Terus terang saya lagi malas nulis, tapi daripada ada sesuatu yang bikin ganjal di kepala ya lebih baik dibuang dulu lah ganjalannya ke baskom. Fenomena transportasi daring sudah menjadi hal yang biasa di masyarakat, bahkan dapat dikatakan moda transportasi seperti ini sudah menjadi kebutuhan. Kita bisa lihat di stasiun, mal, apartemen, perumahan bahkan pinggiran jalan, selalu saja ada orang yang mengeluarkan gadget terus ketal ketul, sesudah itu menerima telepon, lihat kiri-kanan dan jemputan pun datang. Semakin maraknya penggunaan transportasi daring tidak terlepas dari keamanan dan kenyaman yang diperoleh konsumen dan tentu saja harga yang relative murah, tanpa tawar menawar dan mudah. Sehingga tidak heran jika transportasi daring ini semakin populer terutama di daerah perkotaan. Pada awalnya moda ini dipelopori oleh Uber di Amerika Serikat dimana sang pendiri perusahaan tersebut hanya bermaksud untuk membuat aplikasi Shared ride dimana orang yang membutuhkan tumpangan un...

Wamena, Suatu ketika

Satu “Yogotak Hubuluk Motok Honorogo” Salah satu wa group yang ada di hp saya adalah Forum Ex wamena. Tempat kumpulnya atau kata pak ustadz tempat silaturakhim nya orang orang yang pernah bertugas di Wamena, Papua (ibu kota Kabupaten Jayawijaya). Tak jauh beda dengan group lain yang saya ikuti, group ini terasa ramai kalau lagi ada yang ulang tahun atau berduka, rame copy paste . Hingga ada seorang teman yang berseloroh, katanya group wa itu group habede dan group kedukaan. Meski demikian, hal yang mengasyikan bagi kami di group ini adalah kadang kala kami dibawa pada kenangan masa penugasan karena postingan cerita-cerita masa penugasan di wamena. Kalau kebetulan cerita itu berkaitan dengan peristiwa yang kami alami bersama, group menjadi semarak dengan komentar dan tanggapan kami yang terlibat, sesuai peran dan versi kami masing-masing. Terlebih kalau cerita yang disampaikan   berkaitan dengan sesuatu yang dialami oleh seseorang atau sebagian saja   dari kami, dan p...