Postingan

Menampilkan postingan dari November 5, 2017

Korean Wave

Ketika Korean Wave melanda anak muda negeri ini, tak pelak, anak kami yang beranjak remaja pun terkena imbasnya. Nama grup band, personelnya, hobbynya, makanan favoritnya, jadwal manggungnya, dan hal-hal detail lainnya dia hafal di luar kepala. Bahasa Korea dan Huruf Hanggeul dipelajarinya secara otodidak dari berbagai sumber dengan gairah yang menyala. Semua yang berbau Korea tampak indah bagi dirinya. Sampai-sampai ketika dia memilih jurusan untuk studinya di Universitas, bisa ditebak : Sastra Korea. Berbagai Universitas Negeri dia coba, namun tetap dengan satu jurusan yang menjadi pilihannya. Sebagai orang tua, kami tidak ingin mematahkan semangat anak-anak kami, apapun yang menjadi passion nya selama itu baik-baik saja. Jadi kami biarkan dia berpetualang mendaftarkan diri ke berbagai Universitas Negeri sesuai minatnya. Namun ketika pengumuman demi pengumuman tiba dan dia selalu tidak lolos saringannya, anak kami mulai menangis dan gelisah berkepanjangan. Di titik ini, sebag...

KRL Mania (2)

“Bu, geser dong!” kulirik seorang ibu yang berdiri tepat didepanku sambil kupandangi wajah ibu-ibu yang usianya sepertinya tidak terpaut jauh dariku. Kulirik kanan dan kiriku, tak ada satupun orang yang bereaksi atas perintah ibu tersebut.                 “Saya, bu?” tanyaku sambil memandangi wajahku. Kebetulan saat itu aku mencoba peruntungan memburu tempat duduk dengan menaiki kereta melawan arah terlebih dahulu untuk kemudian menunggu jadwal keberangkatan menuju tempat tinggalku. Saat itu badanku agak meriang sehingga kuputuskan untuk ikut dulu naik kereta menuju arah sebaliknya dari Bogor. Aku bersaing dengan banyak orang sampai aku mendapatkan tempat duduk di bangku panjang kereta jurusan Jakarta   Kota- Bogor, ketika aku hendak pulang dari kantor ke rumah. Bisa dibayangkan betapa panjangnya perjalanan yang kutempuh sore itu.            ...

Cinta

Rasa apa yang aku pilih untuk menjalani hari ini? Aku ingin merasakan rasa cinta yang melimpah Menggantikan rasa marah dan benci yang selama ini membelenggu Jika kita bisa memilih rasa yang ingin kita rasakan, maka rasa cinta yang aku butuhkan Dengan cinta, kebekuan mencair Dengan cinta, kerasnya hati melunak Dengan cinta panas dalam dada berganti jadi sejuk Dengan cinta, dunia tersenyum Cinta harus kita tumbuhkan dalam diri kita sendiri Benihnya akan tumbuh kembang memancar ke segala arah Bila kita pupuk dan rawat sepanjang masa Membawa kedamaian dan ketenangan Cinta yang tulus adalah pengejawantahan sifat rahman dan rahim Sifat yang harus kita miliki bila kita ingin menjadi wadah Tuhan Tanpa sifat cinta mustahil melaksanakan titahNya Semua makhlukNya hadir karena cintaNya Rasa sayang akan tumbuh dengan cinta Rasa peduli akan tumbuh dengan cinta Rasa halus akan tumbuh dengan cinta Rasa indah akan tumbuh dengan cinta Dengan cinta kegelapan ...

10 November

Setiap tanggal 10 November kita memperingati Hari Pahlawan, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di berbagai instansi pemerintah, sekolah-sekolah dan beberapa tempat lainnya dilangsungkan upacara bendera sebagai salah satu bentuk peringatan. Selain itu biasanya juga dilaksanakan ziarah ke beberapa Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk menapaktilasi perjuangan para pahlawan. Sebagai generasi penikmat kemerdekaan, selayaknyalah bahwa kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat bagi negara kita. Sekecil apapun peran yang dapat kita mainkan, selama itu menjadi kontribusi yang baik bagi bangsa dan negara maka itu harus kita lakukan, karena sesuatu yang besar itu adalah kumpulan dari sesuatu yang kecil. Mengenang para pahlawan, pernahkah terfikir oleh kita bahwa salah satu senjata yang digunakan oleh para pahlawan adalah bambu runcing, sungguh suatu senjata yang amat sederhana bila...

Aksara tak Bersuara

kalau bisa, kuingin tetap bersenandung bersama bayangan hari yang kian menipis aku tak mau hilang tak mau juga lenyap dari pikiran seseorang. yang telah membuatku tak ingin pergi biarlah aku disini menyapu rindu dan segala keluh bersama seribu teman-teman beraksara yamg mampu memainkan pikiran dan perasaan dengan dahsyatnya meskipun saat ini hanya sekedar mimpi biarlah mimpi itu menjadi asa yang kian mendekat kuraih... kurengkuh dengan pelukan tererat seolah aku tak akan pernah membiarkannya pergi ijinkan aku mengucapkan selamat pagi pada yang pertama kali datang dan yang pulang dengan membawaku dalam genggaman kelak bila ia datang kembali kuharap mimpinya tak lagi sebatas mimpi. aku ingin melhatnya tersenyum senyum kebahagiaan atas sebuah pencapaian

Pilihan Terbaik

Beberapa tahun yang lalu, anak pertama saya menyelesaikan studinya pada jenjang SMP. Saat itu kami berfikir bahwa dia akan bisa tembus SMA Negeri, mengingat nilai-nilai yang diperolehnya selama ini. Kami sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk menyekolahkan ke sekolah swasta dengan pertimbangan biaya yang cukup mahal. Tibalah hari pengumuman. Saya tak mampu berkata-kata melihat namanya terus tergusur ke peringkat bawah dan akhirnya tergusur keluar dari daftar SMA Negeri. Suami dan anak saya akhirnya berkeliling sekitar rumah kami untuk mencari sekolah swasta. Ada 4 nominasi sekolah yang kami pertimbangkan untuk kami pilih. Kami menulisnya di papan tulis, sekolah A uang pangkal sekian, SPP sekian, sekolah B uang pangkal sekian, SPP sekian dst. Keempat sekolah tersebut cukup asing bagi kami karena memang selama ini tidak mencari-cari informasi tentang sekolah swasta. Dalam waktu yang sangat singkat, kami harus segera memutuskan mana sekolah yang akan kami pilih. Kami berupaya...

Iradat Allah

Dulu saya terbiasa mempersiapkan segala sesuatu dengan terencana, dan bila ternyata acara/kegiatan pada akhirnya tidak sesuai dengan yang saya rencanakan, maka rasa dongkol pun memenuhi hati saya. Atau bila acara/kegiatan terus berubah-ubah dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan ketidakpastian tingkat tinggi, maka, bisa diprediksi saya akan merasa kesal, dongkol, marah, kecewa dan tidak bisa menerima semua itu. Dalam perjalanan hidup saya akhirnya Allah, mempertemukan saya dengan orang-orang dan kondisi-kondisi dimana banyak sekali perubahan-perubahan rencana/acara/kegiatan yang harus saya alami. Awalnya hal ini sungguh menyiksa saya, namun akhirnya saya belajar sedikit demi sedikit untuk bisa menerimanya. Rupanya ini memang cara Sang Khaliq untuk merubah saya, karena apa yang menurut kita baik belum tentu itu yang terbaik menurutNya. Kadang kita lupa, kita mendikte Yang Maha Kuasa untuk mengikuti keinginan kita, padahal seharusnya kita lah yang mengikuti Iradat Allah. Jaka...

Yang Utama

Suatu waktu dalam sebuah perbincangan dengan seorang teman, saya termanggu dengan ucapannya :”Suami itu nomor sekian...nomor satu adalah Allah lalu RasulNya”. Kala itu saya tidak dapat mencerna apa yang dikatakan teman saya itu, maklum kami masih terbilang “pengantin baru” masih mesra-mesranya, masih sayang-sayangnya. Dunia terasa hanya milik berdua, yang lain ngontrak, kira-kira begitulah gambarannya. Memiliki pasangan yang baik, yang memanjakan kita, yang penuh perhatian dan pengertian adalah ujian tersendiri bila kita tidak dapat menyikapinya dengan baik, apalagi bila kita tidak tahu harus bagaimana menyikapinya, ini lebih berbahaya lagi. Kadang kenikmatan itu melenakan kita sehingga kita lupa siapa Sang Pemberi Nikmat tersebut, karena kita telah dibutakan oleh kenikmatan itu sendiri. Rasa memiliki yang tinggi, rasa ketakutan bila nikmat itu hilang, rasa cemas yang berlebih bila yang kita sayangi berpaling dari kita tentu hal ini bisa menjadikan kita galau, sedih, uring-u...

Sedekah "Like"

Suatu siang, ketika sedang nongkrong  di warung kopi, gue iseng-iseng instagram- an. Tiba-tiba Samuel a.k.a Sam, yang sedang duduk di sebelah gue nyeletuk   "sedekah like bro?". Gue perlu sejenak loading  sebelum memahami makna celetukan nya , sebelum akhirnya mengangguk dan menjawab singkat "he eh". Istilah sedekah like sebenarnya berawal dari diskusi gue dengan Sam beberapa waktu lalu. Saat itu kami mendiskusikan tentang fenomena media sosial (medsos) sekarang ini. Betapa interaksi off-line   makin tergusur oleh interaksi on-line . Kebutuhan akan interaksi on-line  ini kadang-kadang "tidak masuk akal". Bagaimana tidak? seringkali kita melihat atau bahkan kita melakukan sendiri, sekelompok teman yang sepakat untuk bertemu di suatu tempat kemudian malah menghabiskan waktu pertemuan itu sibuk dengan gawai masing-masing. Ironis. Fenomena lainnya adalah betapa eksistensi di medsos buat beberapa orang sudah menjadi suatu kebutuhan. Merek...

Begitulah

Gambar
Mungkin aku terlambat ... meja banquet sudah mulai kosong. Tinggal satu pojok dessert berupa 'tiang' dari gelas-gelas puding. Aku lapar, .... dan lelah. Dan tidak percaya diri. Dan entahlah. Mengapa aku di sini? Empat orang kedutaan Belanda yang tadi makan di satu meja bersamaku sudah beranjak 5 menit yang lalu. Sejujurnya mereka juga tidak kenal betul satu sama lain. Sekadar menghapus kecanggungan, mengobrol tentang apa saja yang bisa diobrolkan, sambil menghindari topik sensitif seperti politik dan agama. Siapa sangka di saat seperti ini topik yang 'garing' seperti sejarah bisa jadi menarik dan membuat orang tertawa? Aku mulai terlatih untuk melontarkan komentar yang sekiranya sesuai dengan lawan bicara yang ada pada saat yang berbeda. Seperti tadi, ketika di kananku ada saudara setanah air Indonesia, di kiriku ada orang Belanda, sementara kaos polo shirt hitamku bertulisan bahasa Swedia ... otakku mulai berputar mencari bahan percakapan yang mungki...

Me Rame – Becak dan Selokan

Naik becak di Jakarta merupakan hal yang biasa, karena becak banyak tersebar hampir di seluruh wilayah kota Jakarta. Meski demikian, becak juga banyak di sekitar wilayah kota Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor. Keberadaan becak umumnya ada di sekitar perumahan, pasar tradisional dan terminal setempat. Selain itu juga, becak ada juga di hampir setiap wilayah di Indonesia. Misalnya Bandung, Medan dengan bentornya, Makassar dengan becak tingginya. Cerita berlanjut dengan si Alfa yang sedang berlibur di daerah Sulawesi Selatan. Naik becak bagi si Alfa merupakan hal yang biasa. Namun karena naik becak di daerah Sulawesi Selatan menjadi pengalaman baru. Pertama posisi becak yang agak tinggi baik untuk penumpang dan pengemudinya, membuat pengalaman naik becak jadi berbeda. Kedua, becak di Sulawesi Selatan ini mempunyai tempat duduk yang agak sempit dibanding dengan becak di Jakarta dan pada umumnya. Si Alfa berada di Sulawesi Selatan karena ada undangan sepupunya yang aka...