Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 8, 2020

Istri simpanan

Anakku (Tidak) Belajar

Tarra, anak lelakiku yang duduk di bangku kelas akhir sekolah dasar berkata kalau ia akan belajar malam ini sehingga ia menutup pintu kamarnya. Ia memberikan isyarat tak ingin diganggu siapa pun. Aku menerima keputusannya dengan senang hati. Sikapnya membuat rasa stres-ku berkurang sedikit. Dari luar kamarnya terdengar bunyi tombol ditekan oleh anakku. Kemudian dari balik jendela kecil kaca yang berada di atas pintu kamar, sebuah cahaya terang memancar. Sepertinya ia menyalakan lampu belajarnya menandakan kalau Tarra serius belajar. Tak berapa lama aku membuka pintu kamar Tarra dengan maksud ingin memberinya semangat. Ternyata yang kulihat tidak sama dengan apa yang kubayangkan. Kulihat Tarra sedang menendang-nendang bola futsal di kamarnya. Entahlah, aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Apakah memarahinya ataukah kubiarkan saja? Tamat

Pusaran Masa Lalu

Membaca Lagi Rendra

Ketika terjadi ketidakadilan, orang-orang akan bertanya. Saat ketidakadilan justru dipertontonkan tanpa sedikit pun kepedulian, orang-orang tidak hanya bertanya tapi akan menunjukkan ketidaksukaan dalam berbagai bentuknya. Saat pertanyaan-pertanyaan yg ada tidak menemukan jawabnya, ketika tekanan justru yg menjadi jawaban, ruang baru akan tercipta. Pertanyaan yg diajukan boleh saja membentur keadaan namun ia tidaklah mereda. Ia akan tumbuh di kebon belakang lalu pada saatnya menjelma hutan. Ia terus hidup di alam bawah sadar, tercebur ke kali mengalir lalu menjadi ombak di samudra. Suara-suara yg diteriakkan memang memekakkan telinga namun ia jelas bentuknya. Jawablah, jangan melengos darinya. Dan lebih berhati-hatilah dengan suara-suara yg dikumpulkan dalam hati karena ia akan menjadi energi yg bukan lagi melahirkan kata namun tindakan. Dan sesungguhnya ketidakadilan itu rapuh karena ia berdiri di atas kaki-kaki yg tidak utuh. Tak ada keseimbangan maka janganlah heran jika...

Anak-anak dan Kegembiraan

Pada satu waktu, aku ajak anak-anakku berenang Mereka terlihat begitu senang Kali lainnya, kami sama-sama ke tempat wisata Aku lihat mereka amat gembira Di banyak kesempatan, pusat perbelanjaan menjadi pilihan Wajah mereka terlihat riang di keramaian Sempat ku berpikir telah membawa kegembiraan pada mereka sebelum pada akhirnya kusadari merekalah yang lebih banyak membuatku gembira Mungkin aku justru sering mengurangi kegembiraan itu Menyuruh mereka pulang saat sedang asyik bermain Memintanya belajar daripada menonton TV Memaksanya tidur meski belum mengantuk Aku masuki dunia mereka yg bebas dan memberinya rambu-rambu dari duniaku yg telah lewati jalan berliku Dunia anak-anak adalah dunia kegembiraan, dunia dewasa tentang tanggung jawab dan keseriusan. Entah darimana perasaan telah membawa kegembiraan pada mereka itu datang. Bagaimana bisa aku berpikir telah membawa kegembiraan jika mereka adalah kegembiraan itu sendiri? Kegembiraan itu d...

Kabut dan Harapan

Gambar
Kabut yang hadir selepas hujan dini hari memenjarakan kata Rindu terbang bebas lalu lupa tuk kembali ke peraduan Masih ada secercah harapan di permulaan hari Pagi yang menyuguhkan mantra pelipur lara dan mentari yang kilaunya memanjakan netra #puisi #puisidanfotografi #pagi #kata #stasiun #stasiunjurangmangu #tangerangselatan #tangsel #tangsellife #aktivitas

Legenda Rindu

Malam datang berkerlip bintang Purnama pun tersenyum tenang Merayu senang segera berkumandang Usir resah rindu kan datang Desir congkak mulai menjalar Percaya penuh pada nalar Tak mungkin berani rindu keluar Hingga menyingsing waktu fajar Tersadar ku telah alpa Rindu datang dari penjuru semesta Cepat menyerbu ke ruang hampa Tak sungkan pada terang dalam gulita Ingin rasanya kupukul alu Agar ayam jantan terjaga dan berkokok merdu Tepat saat rindu kurang satu Biar kugenapkan jadi seribu

Anak kecil itu tidak hapal Pancasila

Anak Kecil itu tidak hapal Pancasila Dia berdoa tak basa-basi Meminta tanpa modus apa-apa Dia percaya penuh Tuhannya Ditunggunya teman selesai ibadah baru bermain Anak Kecil itu tidak hapal Pancasila Tidak pernah dia menghakimi Marahpun sesaat kemudian bermain lagi Diberinya seluruh mainannya kepada teman-temannya,dipinjam boleh,dimilikipun boleh Baginya yg penting temannya tetap bersamanya Anak kecil itu tidak hapal Pancasila Didamaikan temannya yg berselisih Salah satu tidak hadir,dicarinya,dipastikan bahwa semua baik-baik saja Anak Kecil itu tidak hapal Pancasila Dia bertanya hari ini akan bermain apa-apa Masing-masing menjawab kemudian bersepakat Anak Kecil itu tidak hapal Pancasila Dipuji temannya yg berusaha Dihibur temannya yg sedih, membuat wajah lucu sampai temannya tertawa Tertawa harus bersama, sedihpun bersama

Surat Untuk Mileak (lagi)

Mileak Aku pernah mengalami saat saat dimana, aku seperti lampu teplok yang nyalanya makin meredup karena kehabisan minyak, pendar cahaya yang tersisa hanya dari  bara yang hampir memadam, hanya soal waktu saja sumbu sumbunya  akan menjadi arang, Saat itu kau hadir, entah dari mana, menjadi minyak yang memenuhi tabung,  membasahi sumbu dan mengobarkan nyala, cahaya memendar dari selubung  tabung kaca ke arah luar, Untuk hal satu ini, mileak... aku patut berterima kasih padamu Diman

Tahu apa kamu tentang cinta?

Cinta Tak Butuh Alasan

Katanya cinta hanyalah cinta Datang dan pergi sesuka hati Menyeruak di antara dua tiga insan Kadang menghubungkan dua buah hati Sambil meretakkan satu hati berkeping terarak Katanya cinta hanyalah cinta Datang dari terbiasa lalu kagum Hadir di hiruk pikuk kesibukan kantor Terhempas di tengah jadwal pekerjaan Menyimpan tanya apakah rasa itu nyata Katanya cinta hanyalah cinta Datang dari mata turun ke hati Bersemi di pagi dan sore hari Terhimpit dalam sesaknya gerbong kereta Memberi harap dalam tatap dan lirik Katanya cinta hanyalah cinta * Disebelahnya, 0503202016##

Aku dan Fatamorganamu