Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekpan

Anakmu Dari Masa Depan

"Aku Sore, Istri Kamu dari Masa Depan." Kalimat ini berseliweran dan terngiang dalam kepala yang sebenarnya sudah penuh kecamuk. Ya, beberapa pekan terakhir film SORE: Istri dari Masa Depan sedang menjadi tren pembicaraan. Lini masa media sosial hingga siniar-siniar di Youtube gencar membahas dan mempromosikan film karya Yandy Laurens ini. Bahkan beberapa akun media sosial instansi pemerintah ikut-ikutan membuat konten yang berbau SORE. Sungguh berhasil membuat saya penasaran untuk menontonnya. Tapi apa daya, bagi seorang Bapak beranak kecil tiga, menonton ke bioskop jadi hal langka yang mungkin hampir punah. Saya belum membaca resensinya. Trailer -nya hanya sekelebat terllihat. Bahkan, baru tahu juga kalau film yang dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara ini berawal dari sebuah webseries . Ceritanya katanya ga benar-benar sama sih. Katanya ya. Tapi berbekal perbincangan dari beberapa siniar di Youtube, jadi sedikit tahu bahwa cerita filmnya tentang time traveler atau perja...

LUGU

Di pasar, berjajar pedagang menjajakan kebenaran dengan suara kencang Para langganan berbondong datang memborong kebenaran tanpa bertanya, langsung percaya sesuai selera Aku, orang baru coba menawar satu persatu berharap bertemu yang benar-benar benar,  Dasar lugu!

MENUNGGU AZAN PULANG

Butiran letih mulai menderas menyusuri larik-larik hijaiyah, menyebab kering jalanan makan yang belum disiram lagi semenjak fajar mengumandangkan ajakan surau yang sudah bangun dari ujung sepertiga malam. Saat mentari melongok di atas Rumah, lelah masih sibuk membalik-balik lembaran Tuhan yang dijanjikan makin tebal, merangkai bunyi lirik-lirik langit dengan liukan indah irama rima-rimanya. Surya pamit undur diri karena tidak boleh pulang terlalu malam, mengetok pintu kamar yang berpesan: jangan ganggu orang di dalam, membangunkan mukena putih dengan bawahan jarik lurik-lurik yang belum sempat tidur dari pagi, memandang jauh ke ruas-ruas di balik jendela: cemas. "Engkau menunggu siapa? tergurat gelisah" "Azan Magrib, kemarin dia datang sebentar, lalu pergi lagi" "Aku takut dia lupa jalan pulang" Surya akhirnya melangkah pulang ke garis benam, naik kendaraan tua berwarna jingga, knalpotnya nampak menyemburkan awan yang nanti perlahan hilang disapu legam mal...

SEPANJANG MINGGU

anak-anak kecil riang berkecipak air, siram-siraman hingga kuyup membasahi tawa lepas, yang sepanjang minggu kering ayahnya keluar rumah dan ikut-ikutan, mengguyur ke sekujur tubuh yang menenteng laptop, senyum aslinya menyungging, yang sepanjang minggu diinjak-injak oleh senyum akting ibunya merangsek lari bergabung, membiarkan air berpendar mengitari lenggok rambutnya, dengan memeluk laptop bahagia merona membuncah  yang sepanjang minggu disumbat merana anak-anak kecil kalang kabut  "nanti laptopnya rusak!" anak-anak besar malah girang sambil berpagut,  "biarkan mereka sejenak mandi, setelah sepanjang minggu gerah kepanasan" siangnya, anak-anak besar berpandangan, gawat, laptopnya gak mau nyala, "apa masuk angin?" "mustahil, mereka ini tahan banting!" "pasti mereka bisa tidur nyenyak sekarang" "terus kita harus bagaimana?" "nanti kalau sudah kering juga siuman" Besoknya, laptop-laptop itu sudah kering, kembali meny...

GADIS KECIL BERPONI

Denting di dinding berhitung sepuluh kali Mengagetkan sepi dan gadis kecil berponi sedang menabur bunga berbahan lego sembari komat kamit merapal membetulkan letak nisan dari bantal bungkuk menuliskan: Nina Bobo kemudian dua pelayat datang dengan tawa ceria laki-laki dan perempuan, dari balik meja membawa kembang karangan berhias penat keringat tersemat ucapan: "lagi main apa, Nak?" gadis kecil berponi, matanya sudah berpakaian serba hitam meringkuk peluk menyanyi sendiri.