Langsung ke konten utama

Day 10 in 2020

Hari ke-sepuluh di 2020
Masih marak saja status di media sosial yang menyapa dengan ucapan Happy New Year atau sekedar bikin caption dengan sederet resolusi yang tentunya lebih berisi semangat baru beserta doa-doa untuk capaian yang lebih baik dalam berbagai hal.

So do I,
2019 went by just in the blink of the eyes, it gave me bunch of stories. I made great work achievements while at the same year I also quitted my prestige position (at least, that what some people think of), my eldest reached her great awards both at her social and academic lives, while few months after my only son decided to leave his Senior High and preferred to take a-home-schooling program, I acrossed countries for 10 days by myself and 2 months later also took a big study tour group of my own business, which then put me in trouble since my boss thought I betrayed the institution, I went back and forth to hospitals for my fragile health while I also finally finished the renovation of our own house, I got contact of my unttouchable ‘prince’ through a unique link while then I was proposed by my teenaged boy friend, and so on and so on ...

God is the best planner ever, who always works in His mysterious ways. Those ups and downs have not all been smooth sailing indeed, but finally I come to this year. Looking back at those paths teach me on how to be much stronger and put family as priority.

2020, as other people declare their wishes ... I would start to do whatever I love to, I would neglect what people think and say about me then build my self-love, I would stay away from any toxic environment, I would smaller my circle only with those who spread positive vibes, and among all, I would present my very best gratefulness to the Almighty.

I am now become older. Thinking of preparing my ‘everlasting life’ sometimes makes me trembled since there are millions of dreams playing around my head teasing me to glorify more on ‘earth’.


#newfounddirectioninlifeforcomingyearsahead

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...