Langsung ke konten utama

The Plant of Immortality






The plant of immortality or the plant of wonders refers to a plant the image of which was on the stone in the Egypt era, six thousand years ago. It is a plant name that is found in Ebers Papyrus (Egyptian medical record in The 16th Century BC) which today is widely known as Aloe Vera. The plant originally comes from Africa and Mediterranian. Aloe itself ia a genus  containing more than five hundreds flowering succulent species. Aloe Vera has been used for centuries and it is cultivated worldwide to crop the gel even the leaf is said beneficial too. Aloe Vera is used for many purposes such as food, cosmetic, supplement, herbal medicine, etc. 

Even though the benefits of Aloe Vera are said endless, not all of them are backed up strongly with scientific research. Some studies prove the use of Aloe Vera to fight cavities, help diabetic-induced foto ulcer, potentially protect skin from UVB and be a good source of antioxidants. It is also proved that patient treated with Aloe Vera is remarkably healed earlier than those who are treated with 1% ssd in the wound burn case.

Beside those scientific research,  so many uses of Aloe Vera are well known, such as for hair loss cure, skin beautifier, constipation treatment, and even i consume it to calm my gastric. Aloe Vera is found as anti inflammation and it penetrate skin even faster than water, hence aloe vera is also suggested to cure itches, stings, burns, etc. It is also believed that using Aloe Vera internally and externally give benefits to the body. 

However, please be careful when you consume Aloe Vera due to its laxative trait. Also be careful for those who interested to have it internally but having kidney problem. 

References:
https://nccih.nih.gov/health/aloevera
http://www.medicalnewstoday.com/articles/265800.php
http://herbandspices.weebly.com/lidah-buaya--aloe-vera.html
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/10/inilah-manfaat-lidah-buaya-yang-harus-anda-ketahui

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...