Langsung ke konten utama

Indahnya Bukan untuk Dimiliki

Setiap hari pemandangan laut lepas nan indah ini dapat Kami nikmati. Desiran ombak, air laut biru nan bening, bukit-bukit nan gagah, burung-burung yang berterbangan sungguh amat indah dipandang, dimana mata ini seolah tak pernah jemu untuk memandangnya. Sore hari setelah selesai waktu bekerja dan juga untuk menghilangkan rasa penat yang telah dirasa, biasanya kami  mengunjungi taman pala. Taman pala adalah sebuah taman kota yang terdapat di Kota Tapaktuan, Aceh Selatan.

Disana terdapat berbagai macam penjual makanan ringan dan minuman ringan, disana juga terdapat deretan warung yang menjual makanan berat. Biasanya setelah membeli es krim ataupun bakso, kami duduk santai di pinggir laut menikmati eloknya laut luas di Tapaktuan. Biasanya masing-masing kami menceritakan apapun yang bisa diceritakan.  Hal-hal sederhana pun dapat dijadikan bahan tertawa. Mungkin hal ini bisa menjadi kenangan indah saat kami tak lagi mengabdi di tempat yang sama.

Aku suka mengambil gambar di daerah ini, walaupun sebelumnya Aku sudah pernah melakukannya. Mengabadikan pemandangan  laut yang tenang, langit yang luas, bukit yang berjejer tak akan pernah jemu Aku lakukan. Kami menyudahi menikmati pemandangan laut kala sudah terdengar rekaman suara mengaji dari mesjid terdekat. Seketika kami bangkit dari batu pembatas laut yang sedang kami duduki kemudian berjalan menuju kendaraan yang sedang terpakir rapi kemudian kami menikmati perjalanan kembali ke rumah.

Terbesit dalam pikiran untuk bertanya kepada diri, bagaimana jika di bumi ini tidak ada air laut? Pastinya Kita tidak akan pernah bisa menikmati indahnya pemandangan laut yang elok dan menyejukkan mata. Ketika melihat sesuatu yang indah biasanya manusia berkeinginan untuk memilikinya, apakah Kamu setuju dengan pernyataanku?
Bagaimana dengan laut yang indah ini, Kita tak akan mungkin bisa memilikinya. Akhirnya Aku dapat menyadari bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan itu hanya untuk dinikmati begitupun segala kesempatan yang datang  dan hal yang kita dapatkan bukan untuk dimiliki selamanya, seperti orangtua, pekerjaan, teman, pasangan, anak. Jadi mengapa kita terlalu menggengam sesuatu yang sebenarnya tidak akan kita miliki selamanya?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...